Queen Pertimbangkan Rilis Rekaman Gigs Pertama Mereka

Queen Pertimbangkan Rilis Rekaman Gigs Pertama Mereka

  • By:
  • Senin, 22 February 2021
  • 119 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Ketidaksengajaan menuntun Queen, unit veteran rock asal Inggris, pada potensi melahirkan karya. Hal ini terjadi setelah sang gitaris, Brian May, baru-baru ini menemukan sebuah rekaman Queen yang tampil di Imperial College London, Inggris.

Imperial College sendiri merupakan tempat bersejarah bagi Queen. Di sini, May berkuliah dan membentuk grup band Smile yang menjadi cikal bakal lahirnya Queen. Awalnya May membentuk band bersama Chris Smith dan Staffell yang berkawan dengan Freddie Bulsara atau dikenal dengan nama Freddie Mercury.

Pada 1970, Staffell keluar dari Smile, sementara sisa personel Smile setuju merekrut Freddie Mercury sebagai vokalis. Freddie lantas menyarankan untuk mengganti nama band menjadi Queen yang akhirnya disetujui oleh personel lainnya.

Sejak saat itu, Queen mulai sering manggung di berbagai gigs yang salah satunya ada di Imperial College London. May sendiri mengaku dirinya tidak menyangka bahwa penampilan berpuluh-puluh tahun lalu itu memiliki rekaman. Ia merasa bahwa penampilan Queen di awal karier mereka pantas dibanggakan.

Ada pertimbangan untuk membuat rekaman tentang penampilan live itu yang diungkapkan oleh Brian May. Akan tetapi, belum ada kepastian keputusan apa yang akan diambil oleh Queen.

"Kami sedang memperdebatkan apa yang harus dilakukan dengan rekaman itu. Beberapa tahun yang lalu kami merasa sangat protektif dan berpikir, 'Tak seorang pun boleh mendengar ini karena penampilan kami (saat itu) masih sangat kacau," kata Brian kepada Music News.

“Tapi sekarang, dalam posisi kita di dalam hidup kita, kita merasa bisa lebih memaafkan. Kami tidak malu dengan posisi (penampilan) kami saat itu. Itu adalah kami ketika sedang proses melawan dunia (perjuangan)," ujarnya menambahkan.

Akan tetapi, Brian May mengaku ragu untuk merilis rekaman dari gigs tersebut karena faktor mendiang Freddie Mercury yang faktanya suara di awal karier dari sosok yang meninggal pada 1991 itu tidak sebaik pada masa jayanya.

"Freddie memiliki semua yang dia perlukan, karisma, dan semangat, tetapi dia belum memiliki kesempatan untuk memanfaat suara bagusnya saat itu. Yang membuat saya ragu karena saya tidak yakin bahwa Freddie akan senang mendengar dirinya sendiri pada tahap saat itu," jelas sang gitaris Queen.

"Tapi anehnya, jika dia masih hidup dan duduk di sini sekarang bersama saya, dia mungkin akan sependapat dengan saya bahwa saat itu kami masih anak-anak."

Adapun, karena pandemi COVID-19 yang bikin Queen tidak bisa melangsungkan tur pada 2020. Mereka merilis album live bersama Adam Lambert pada 2 Oktober 2020. Ada 20 lagu yang direkam dengan tajuk album Queen + Adam Live Around the World.

Ini menjadi album live pertama Queen dengan Lambert yang telah memainkan 218 pertunjukan live bersama Queen. Adam dan Queen pun direncanakan akan menggelar tur di Inggris yang akan dimulai pada 1 Juni 2021.

Selama pandemi melanda tahun 2020, Queen juga punya kesibukan lain. Salah satunya adalah menggalang amal untuk membantu korban terdampak pandemi COVID-19.

Kegiatan amal itu dilakukan setelah salah satu konser paling bersejarah di dunia, Freddie Mercury Tribute Concert for AIDS Awareness disiarkan secara eksklusif oleh band rock legendaris Queen guna menggalang dana pada Jumat (15/5).

Dalam show yang digelar di stadion Wembley, Inggris pada 20 April 1992 dan yang dihadiri oleh sekitar 72.000 penonton ini, Queen tampil bersama beberapa vokalis tamu seperti David Bowie, Axl Rose, Elton John, George Michael dan lain-lain.

Sebuah penghormatan yang dipersembahkan John Deacon (bass), Roger Taylor (drum) dan Brian May (gitar) kepada mendiang Freddie Mercury, yang tutup usia pada 24 November tahun 1991.

Para penggemar Queen di seluruh dunia yang menyaksikan konser monumental tersebut, diminta untuk berdonasi kepada World Health Organisation (WHO) sebesar $2 yang disalurkan melalui akun Google dan YouTube dari UN Foundation. Hal ini dilakukan untuk mengenang sekaligus menghormati sosok Freddie Mercury.

Di kesempatan lain, Queen yang kini dibantu oleh Adam Lambert pada posisi vokal, juga mengubah lagu "We Are The Champions" menjadi "You Are The Champions" sebagai anthem bagi para pekerja medis yang berjuang selama masa pandemi.

Seluruh hasil penjualan lagu 'You Are The Champions' nantinya akan disumbangkan kepada COVID-19 Solidarity Response Fund milik World Health Organisation.

Kabar baik juga hadir untuk para penikmat musik rock klasik dan juga pengguna TikTok. Sejak 17 November 2020, lagu-lagu dari Queen secara resmi tersedia dan bisa digunakan oleh para pengguna TikTok untuk membuat konten.

Hal ini bisa terwujud setelah TikTok menemukan kesepakatan dengan pihak label Queen, Universal Music Group/Hollywood Records. Total ada 10 dari karya musik paling legendaris milik Queen tersedia bagi pengguna TikTok di seluruh dunia untuk digunakan dalam kreasi video mereka.

Lagu-lagu tersebut terdiri dari “Bohemian Rhapsody”, “Another One Bites The Dust”, “Don't Stop Me Now”, “We Will Rock You”, “Under Pressure”, “We Are The Champions”, “I Want To Break Free”, “ Somebody To Love ”,“ Killer Queen ”, dan“ Radio Ga Ga ” yang semuanya sekarang dapat diakses oleh pengguna TikTok.

0 COMMENTS