Radiohead

Radiohead Lelang Topi Bowler Sang Vokalis untuk Kegiatan Amal

  • By:
  • Selasa, 22 December 2020
  • 633 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Radiohead ikut berkontribusi untuk membantu penanganan di bidang kesehatan, khususnya mengenai kanker. Band rock asal Inggris ini berkontribusi dengan cara melelang sebuah topi bowler yang digunakan oleh vokalis Radiohead, Thom Yorke.

Topi bowler itu dikenakan Yorke dalam video musik Radiohead berjudul Lotus Flower yang dirilis pada 2011. Topi bowler tersebut sangat ikonik dan sangat memeable di mana sepanjang video musik itu Yorke mengenakan topi dan menari seorang diri.

Pelelangan topi milik sang vokalis Radiohead tersebut merupakan bagian dari lelang amal yang akan disumbangkan kepada Cahonas Scotland dan Pendidikan dan Kesadaran Kanker Testikular. Pada Senin (23/11/2020), untuk topi yang ditandatangani oleh Yorke dan menampilkan logo Radiohead yang digambar dengan tangan mencapai penawaran £ 1.280 (sekitar $ 1.715 atau Rp 24 juta).

Awal bulan ini, Yorke merayakan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020, men-tweet, "Permisi sementara aku. " bersama dengan klip aktris / perenang Esther Williams yang naik di kolom air dari film 1952 Million Dollar Mermaid.

Yorke baru-baru ini men-tweet tentang Presiden Donald Trump saat ini: “Saya tidak ingin anak-anak saya mewarisi dunia yang dijalankan oleh diktator timah-pot Facebook yang melambai-lambaikan bendera, sama sekali tidak memiliki otoritas moral, sementara mereka menyaksikan angin sejauh 200 mil menerpa dan meniup hidup mereka pergi seperti Wizard of Oz, setelah menginternalisasi rasa ketidakberdayaan yang dicekoki paksa ini. Katakan saja."

Sebelumnya, Radiohead merilis pernyataan untuk mengenang Scott Johnson, teknisi drum Radiohead yang tewas dalam keruntuhan panggung pada November 2012. Pernyataan tersebut ditujukan kepada Domenic Cugliari, insinyur yang bertanggung jawab untuk menyetujui desain panggung, yang "telah mengakui kesalahannya dan kelalaiannya yang menyebabkan runtuhnya panggung dan kematian Scott".

Radiohead di Masa Pandemi

Sama seperti kebanyakan jadwal band lain yang banyak terganggu akibat pandemi COVID-19, Radiohead memutar otak untuk tetap memberi hiburan kepada para penggemarnya.

Pada April 2020, Radiohead membagikan sejumlah konser ikoniknya untuk menghibur para fans di masa karantina. Grup rock alternatif asal Oxford, Inggris yang awalnya dibentuk pada tahun 1985 itu mengumumkannya via Instagram pada hari Rabu (8/4) kemarin.

Mereka menyatakan bahwa akan merilis konser-konser ini tiap minggunya, dan akan ditayangkan di channel YouTube mereka “hingga restriksi yang ada karena situasi (pandemi coronavirus) ini dinyatakan selesai, atau ketika mereka kehabisan bahan untuk dibagikan.”

“Yang mana duluan? Tidak ada yang tahu,” kata mereka, dilansir dari NME.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Radiohead (@radiohead)

Serial peluncuran konser-konser dari Radiohead ini tayang pada hari Jumat (10/4) pada pukul empat dini hari. Konser pertama yang mereka tayangkan adalah penampilan “Live From a Tent In Dublin” mereka, yang bertempat di Punchestown Racecourse 20 tahun lalu, di tahun 2000. Konser tersebut digelar pasca Thom Yorke melepas album Kid A.

April kemarin karena wabah COVID-19 yang melanda dunia, Radiohead yang saat itu menjanjikan kepada para penggemarnya untuk menyiarkan beberapa pertunjukan mereka yang belum pernah ditayangkan sebelumnya, kini akan menyudahi serial tersebut.

Radiohead berujar serial ini akan terus tayang hingga suasana perlahan menjadi kembali kondusif. Program At Home With Radiohead tentu saja menjadi salah satu yang ditunggu oleh para penggemar Radiohead. Beragam pertunjukan dari kota-kota di seluruh dunia, mulai dari Sao Paulo (Brazil), Astoria (Amerika Serikat), St. Gallen (Swiss), Berlin (Jerman) dan lainnya, disambut meriah di internet.

Kini pemerintah Inggris telah mengambil langkah terbaru tentang wabah COVID-19. Mereka memutuskan untuk melonggarkan kebijakan lockdown di sana pada akhir pekan, 4 Juli 2020. Oleh karena itu, Radiohead memutuskan untuk menyudahi serial At Home With Radiohead.

"Terima kasih banyak sudah menonton. Pemerintah Inggris sudah meredakan lockdown saat ini. Tentu kita akan lihat bagaimana kelanjutannya. Sampai jumpa lagi, atau secepatnya," tulis mereka di akun Instagram.

Penampilan Radiohead di festival Eurockéennes tahun 1997 menjadi video terakhir yang mereka unggah ke kanal Youtube resmi mereka dalam serial program At Home With Radiohead.

Radiohead yang sudah berdiri sejak 1985, pertama kali merilis album studio pada 1993 dengan tajuk Pablo Honey. Di dalam album ini terdapat single Creep yang membikin nama dan karier Radiohead meroket.

Setelah sukses dengan album pertamanya, Radiohead konsisten melahirkan karya dengan melepas 8 album studio lagi yaitu The Bends (1995), OK Computer (1997), Kid A (2000), Amnesiac (2001), Hail to the Thief (2003), In Rainbows (2007), The King of Limbs (2011), A Moon Shaped Pool (2016).

0 COMMENTS