Reuni Kecil-kecilan, Murphy Radio Rilis Maxi Single Bertajuk “2015”

Reuni Kecil-kecilan, Murphy Radio Rilis Maxi Single Bertajuk “2015”

  • By:
  • Minggu, 18 April 2021
  • 81 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Cukup lama tak terdengar kabarnya, Murphy Radio, unit math-rock asal Samarinda, Kalimantan Timur itu kembali hadir menyapa para penggemarnya di tahun 2021. Kembalinya mereka sekaligus menunjukkan solidaritas dan tali pertemanan yang erat.

Pertemanan itu terwujud dalam hadirnya maxi single bertajuk 2015 yang berisikan dua buah lagu yaitu Void dan Widow. Untuk menggarap maxi single ini, Murphy Radio memanggil kembali para eks-personel mereka sehingga terjadi reuni kecil-kecilan.

Ya, lagu ini secara spesial diciptakan dan direkam langsung oleh formasi personel Murphy Radio yang aktif di tahun 2015 yaitu Akbar (Drum), Dimas (Bass), Mangku (Vocal), dan Wendra (Gitar/Vocal).

Seperti yang sudah diketahui, formasi Murphy Radio saat ini tinggal menyisakan dua anggota saja setelah dua personel sebelumnya memutuskan hengkang karena perbedaan visi dan misi dalam bermusik. Maxi single yang berisikan dua lagu ini sekaligus difungsikan untuk membuktikan bahwa mereka tetap akur. 

Baca juga: Murphy Radio Resmi Luncurkan Album Perdana

Dari keterangan pers Murphy Radio, dua lagu ini secara garis besar bercerita tentang orang-orang yang berjuang akan suatu hal namun mereka tahu, hal tersebut tidak akan berhasil jika dipaksakan. 

“Dari sekian banyak interview, selama Murphy Radio ketemu teman-teman media, hampir semua menanyakan apakah Murphy Radio terbentuk memang dari awal dengan genre math-rock atau sebelumnya bukan, yaa untuk menjawab pertanyaan teman-teman dan sekaligus buat nambah diskografi juga,” ungkap Wendra.

Selain itu, kedua lagu ini juga bertujuan untuk menjawab pertanyaan para pendengar yang penasaran dengan musik Murphy Radio sebelum format instrumental. Sebelumnya Murphy Radio dikenal mengusung musik math-rock dengan nuansa yang bright dan menyenangkan, namun kali ini Murphy Radio membawakan irisan antara math-rock dan post-hardcore yang lebih agresif seperti yang dimainkan oleh The Fall of Troy.

Mendarat tepat pada 26 Maret lalu, maxi single yang dirilis Murphy Radio kini bisa melepas kerinduan para penikmat musik math-rock Tanah Air. Sang manajer Murphy Radio, Happy, menyebut lagu ini sebagai repertoar perjalanan musik Murphy Radio.

”Untuk tanggal rilis sebenarnya gak ada alasan khusus. Tapi setelah di-googling, ternyata 26 maret itu tanggal yang bersejarah karena ada peristiwa peralihan kekuasaan di Indonesia. Jadi, ya, anggap saja Murphy Radio memperkenalkan sejarah peralihannya. Karena maxi-single "2015" ini tujuannya memang menjawab pertanyaan soal perjalanan bermusiknya Murphy Radio itu sendiri," jelasnya.

Wendra sendiri tidak memberi jawaban pasti apakah kedua lagu baru yang dilepas ini akan dibawakan Murphy Radio secara live ke depannya. "Karena rekaman lagu ini juga awalnya terjadi karena celetukan para mantan personil dan teman-teman Murphy Radio, jadi sejauh ini hanya pembicaraan sampai sesi rekam dan rilis aja” ungkap Wendra.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Murphy Radio (@murphyradio)

Meskipun dirilis di tengah pandemi, proses rekaman tidak mengalami hambatan. Karena menurut Wendra, Akbar, Dimas, dan Mangku masih mengingat materi dari lagu tersebut. Proses rekaman lagu Murphy Radio sendiri dibantu oleh founder Borneo Indie Channel, Hafid Al dan dibantu oleh rumah produksi Backstage Studio.

“Saat proses rekaman, kami justru lebih banyak bercerita tentang kejadian-kejadian saat satu rumah dulu, emang kaya lagi reuni aja," ujarnya.

Adapun, Murphy Radio yang berdiri pada 2014 lalu baru merilis album debut mereka pada 2018 atau 4 tahun setelah berkarier. Murphy Radio menelurkan album penuh perdana self titled yang rilis pada 18 Agustus 2018. Uniknya, di album ini mereka berada dalam naungan label independen asal Singapura, An ATMOS Initiative. Album debut ini memuat repertoar sepuluh track pilihan.

“Self titled hadir dengan warna yang berbeda dibandingkan dengan EP Naftalena dan single “Last Lonely Giant", baik dari segi karakter sound dan materi lagu. Murphy Radio mulai meminimalisir karakter nan progresif di album ini, dan memilih berfokus pada pendekatan yang emosional lagi energetik,” tulis Murphy Radio dilansir melalui siaran pers yang diterima Supermusic.

“Dengan nuansa twinkle, Midwest-emo dan math rock seperti Clever Girl, Bulletproof Tiger, Don Caballero, Ativin, Shiner, Sabot, P.E.E, serta Hurl. Self titled menjadi sebuah produk audio yang hangat dan memacu saraf simpatik pendengarnya.”

“Album ini adalah rangkuman dari frase musikal keseharian dan sudut pandang seorang anak perempuan. Fase dari sekolah, kelulusan hingga pendewasaan. Setiap lagu adalah representasi dari luapan emosi yang saling berkelindan merangkum perjalanan emosional dari si anak perempuan tersebut. Momen kesendirian, rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga serta kerabat dekat, keterpurukan dari perpisahan, hingga bullying,” tambah mereka.

Image source: Instagram/Murphy Radio

0 COMMENTS