Rivers Cuomo

Rivers Cuomo Sempat Membentuk Band Metal Sebelum Bersama Weezer

  • By: YAS
  • Rabu, 8 July 2020
  • 7152 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Dalam sesi wawancara bersama majalah Kerrang! belum lama ini, Rivers Cuomo yang dikenal sebagai frontman dari band nerd-rock kelas dunia, Weezer, mengakui bahwa jauh sebelum membentuk Weezer, dirinya sempat mendirikan sebuah band metal.

60 Wrong Sausages, nama band yang dibentuk oleh Rivers bersama teman di masa mudanya, Pat Finn. Kala itu, Rivers yang baru pindah ke Los Angeles, mendapat pekerjaan di toko rekaman Record Store. Di sana ia berkenalan dengan Pat Finn yang dideskripsikan oleh Rivers sebagai orang dengan attitude 100% punk rock.

"Ia botak, ia terus mencoba meremas testikelmu, ia juga mencoba agar para bos memukulnya, dan ia mendengarkan band-band punk seperti Black Flag, yang saya tidak ketahui sama sekali.

Ketika bekerja di sana, saya menelusuri berbagai macam musik, bukan dengan memilihnya, tapi dari para pegawai yang memutar selera mereka masing-masing. Perlahan saya mulai jatuh cinta dengan musik-musik yang berat. Kemudian saya berpikir untuk mengajak Patt Finn ke band metal saya. Saya berkata padanya untuk menjadi DJ di lagu-lagu metal yang saya tulis nanti," kenangnya.

Rivers sendiri terinspirasi dengan Faith No More dan beberapa band alternatif metal lainnya. Ide yang ia sampaikan kepada Pat Finn ternyata ditepis. Namun Pat mengajak Rivers untuk membentuk sebuah band baru, yang kemudian mereka wujudkan segera.

Formasinya kala itu adalah Rivers pada gitar dan vokal, Patrick Wilson sebagai drumer, Jason Cropper, yang juga merupakan mantan personel Weezer, bermain gitar, dan Pat Finn didapuk menjadi pemain bass. "Sebetulnya ini adalah Weezer, tapi bukan Matt Sharp pada bas, melainkan Patt Finn," tambah Rivers.

Sayangnya 60 Wrong Sausages tidak bertahan lama. Mereka hanya manggung satu kali lalu memutuskan bubar. Padahal, Rivers mengakui sudah cukup total dalam mencoba teknik-teknik yang rumit di unit musiknya ini, ia menggambarkan 60 Wrong Sausages sebagai penggabungan musik funk dan punk, dengan lirik yang sepenuhnya berisi omong kosong.

"Saya selalu berada di sebuah band. Saat saya masih bersekolah dan pindah ke Los Angeles, itu merupakan masa-masa di mana saya tidak menyukai musik punk, baik dari segi musikalitas dan estetikanya. Attitude saya lebih mendekati metal, saya berlatih scale dan arpegio, belajar menggunakan metronom dan mencoba untuk bermain tidak sembrono. Saya benar-benar seorang anti-nihilis," ujarnya lagi.

0 COMMENTS