rollfast

Rollfast Rilis ‘Garatuba’, Album Kedua dengan Musik yang Eklektik

  • By: NND
  • Selasa, 15 September 2020
  • 168 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Rollfast–trio rock yang mengusung sound eklektik asal Denpasar, Bali–akhirnya merilis album penuh kedua mereka yang bertitel Garatuba.

 

 

Album ini mengudara usai melepas tiga singlenya, “Pajeromon”, “Grand Theft Atma” dan “Garatuba” di paruh pertama tahun 2020. Adapun perilisan albumnya bertepatan dengan Hari Radio Nasional 2020, sehingga Rollfast pun merangkul beberapa radio online serta konvensional milik lokal dan mancanegara untuk menyiarkan Garatuba secara ekslusif.

Rilis dibawah naungan Lamunai Records, album ini akhirnya tersedia dalam format CD meski sempat tertunda beberapa waktu karena pandemi yang mewabah. Melalui durasi 46 menit miliknya, Garatuba bak lapangan bermain yang luas. Begitu jadinya karena eksperimentasi dan eksplorasi jadi dua hal dominan dari album ini.

Garatuba sendiri sudah mulai dikerjakan semenjak awal tahun 2018. Penggarapannya sempat tertunda karena terjadi banyak bongkar pasang lagu hingga instrument. Lebihnya, dua founding members mereka, Gungwah Brahmantia dan Aryton Willem, juga harus angkat koper karena kesibukan pribadi usai merekam enam dari delapan lagu yang mengisi repertoar.

Kini, Rollfast yang digawangi oleh Agha Dhaksa, Arya Triandana dan Bayu Krisna pun sukses menelurkan petualangan baru mereka. Ketimbang album debut, musik Rollfast menukik abstrak. Namun ditengah transisi sonik ke arah yang lebih progresif, chemistry tetap terjaga aman–singkat kata, mereka tetap hadir dengan sound yang solid.

“Semua nya berubah drastis waktu kami melakukan sesi wawancara dengan media UK, Backseat Mafia. Mereka sempat heran sesudah dengerin materi album pertama kita, karena menurut mereka apa yang kita sampaikan tidak mencerminkan dimana kita hidup sekarang. Tidak ada pantai, sawah dan gunung gitu. Statement yang paling kena dari obrolan itu adalah: ‘Kalian dari Bali ya? Saya kira dari Joshua Tree, USA’,” ungkap vokalis Agha, dilansir dari siaran pers.

 “Kle! Dari sanalah kita mulai coba untuk menggali lebih dalam tentang apa yang ada di sekitar kita (terutama musik) dan mencampuradukkannya dengan tema populer yang kami serap saat ini, sampai menjadi kayak sekarang, Walaupun kami merasa masih banyak yang ingin disampaikan secara karya,” sambungnya.

Adapun dua kolaborasi yang hadir dalam album Garatuba. Di lagu “Bally”, Rollfast menggaet Frau yang menyumbang vokal berkarakternya. “Rare” (baca: ra-re), juga jadi ajang umpang silang dengan Gardika Gigih, membuka nuansa pagi hari yang khusyuk.

Satu hal unik dari perilisan album ini adalah peluncuran action figure limited edition yang juga hadir bersamanya. Adalah monster fiksi bernama “Pajeromon” yang diciptakan sendiri oleh Rollfast–sosok yang jadi karakter utama dalam sejumlah video lirik dan zine eksplanasi album yang disusun oleh penulis asal Jakarta, Rio Tantomo.

 

 

“Guna memeriahkan peluncuran album ini, Rollfast juga tengah mempersiapkan konser launching online dalam waktu dekat sebagai media pengobat rindu dengan kawan-kawan dan penggemar yang sudah lama tidak berjumpa,” tulis mereka. Konser ini juga menjadi pemanasan bagi Rollfast yang akan angkat koper dan menjalankan tur Asia di tahun 2021 besok.

 
0 COMMENTS