Portal Music

Skid Row

Saat Skid Row Begitu Berjaya di Album Perdana

  • By:
  • Sabtu, 31 October 2020
  • 832 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Lagu 18 and Life serta I Remember You dari Skid Row mengguncang skena musik metal di era 80-an akhir. Lewat dua lagu tersebut nama Skid Row langsung mencuat sebagai pendatang baru di skena musik keras.

18 and Life menjadi lagu Skid Row yang begitu tenar di masanya dengan menempati posisi keempat di Billboard Hot 100 US, nomor 11 di Mainstream Rock Tracks chart, dan posisi ke-12 di UK Singles charts.

Sementara lagu Skid Row, I Remember You, menempati posisi keenam dalam US Billboard Hot 100 dan peringkat ke-23 di Mainstream Rock Tracks chart pada awal 1990. Lagu tersebut juga terkenal di berbagai negara dengan menempati posisi kedua di Selandia Baru, nomor 12 di Irlandia, ke-14 di Kanada, dan nomor 36 di Singles Chart Inggris.

Kedua lagu itu berasal dari album perdana Skid Row dengan tajuk 'Skid Row' yang rilis pada Januari 1989. Berkaca dari suksesnya 18 and Life dan I Remember You, album perdana Skid Row ini memang punya prestasi yang gemilang.

Skid Row merilis album perdananya di bawah naungan Atlantic Records setelah ditemukan oleh manajer musik ternama Amerika Serikat saat itu, Doc McGhee. Dalam proses penggarapannya, album pertama Skid Row diproduseri oleh Michael Wagener.

Dalam perjalanan memperkenalkan Skid Row dan album pertamanya, mereka banyak terbantu ketika mengikuti tur Bon Jovi dan Aerosmith selama kurun waktu 1989-1990. Alhasil, album Skid Row meledak di pasaran.

Album Skid Row bertengger di posisi keenam pada Billboard 200 dan mendapat 5 platinum dari RIAA (Recording Industry Association of America) pada 1995 setelah berhasil menembus penjualan sebanyak 5 juta kopi di Amerika Serikat.

Selain lagu I Remember You dan 18 and Life, single berjudul Youth Gone Wild dan Piece of Me menjadi karya Skid Row lainnya yang bikin album perdana mereka meledak dan sukses di pasaran.

Kisah kesuksesan yang diraih di album debut dimulai ketika Skid Row terbentuk pada 1986 di Toms River, New Jersey. Fondasi awal terbangun saat Dave Sabo (gitar) bertemu dengan Rachel Bolan (bass) bertemu di tokol gitar tempat Sabo bekerja.

Mereka kemudian merekrut Scotti Hill (gitar), Rob Affuso (drum), dan Matt Fallon (vokal). Pada 1987, posisi Fallon kemudian digantikan oleh Sebastian Bach. Perjalanan Skid Row pun dimulai dengan mengisi panggung demi panggung di wilayah Amerika Serikat bagian timur.

Nah, ketika mulai merintis karier, Sabo yang merupakan sahabat dari musisi kenamaan, Jhon Bongiovi, 'memanfaatkan' afiliasi di antara mereka. Sabo pun ternyata sempat bergabung dengan band sahabatnya itu, Bon Jovi, sebelum digantikan oleh Richie Sambora.

Rupanya Sabo dan Bongiovi pernah sama-sama berjanji untuk saling membantu jika di antara mereka memulai karier di industri musik. Manajer Bon Jovi saat itu, Doc McGhee, kemudian membantu Skid Row menandatangani kontrak dengan label rekaman Atlantic Records pada 1988.

Ada kisah unik ketika Skid Row akan memulai karier profesionalnya. Pihak manajemen label rekaman mereka dikabarkan harus membayar 35 ribu dolar AS kepada gitaris asal Irlandia Utara, Gary Moore, untuk hak cipta karena nama Skid Row sudah pernah digunakan sebagai nama bandnya pada medio 1960-1970.

Kelar segala urusan administrasi, Skid Row langsung bergegas menggarap album perdana dengan tajuk nama band mereka sendiri. Hasilnya memuaskan karena album Skid Row mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Ada pujian ada pula kritikan kepada album Skid Row. Misalnya Aniss Garza dari Los Angeles Times menyebut album ini sangat tidak orisinil dan tidak memiliki kecerdasan bermusik. Kendati begitu, album perdana ini membawa Skid Row terpilih sebagai pemenang di kategori Hard Rock New Artist pada American Music Awards 1990.

Album Skid Row juga membawa Skid Row melangsungkan tur selama 17 bulan. Termasuk di antaranya ada di Moscow Music Peace Festival pada Agustus 1989 dengan penonton 70 ribu orang. Skid Row juga menginjakkan panggung pertamanya di Inggris untuk mendukung penampilan Bon Jovi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

We love Italy! #italy #unitedworldrebellion #2019 #follow ???? @allthejava

A post shared by Skid Row (@officialskidrow) on

Lagi-lagi ada kisah menarik dalam perjalanan tur Skid Row. Saat konser di Springfield pada Desember 1989, seorang penonton melempar botol saat Skid Row tengah bersiap di atas panggung. Kesal dengan aksi tersebut, Bach melempar kembali botol kepada arah kerumunan penonton dan mengenai wajah seorang perempuan berusia 17 tahun.

Insiden itu direkam oleh salah satu penonton dan Bach akhirnya ditahan setelah konser selesai. Sang vokalis Skid Row itu dibebaskan setelah membayar denda 10 ribu dolar AS dan mendapat masa percobaan selama tiga tahun.

Kembali berbicara tentang album Skid Row, pada album perdana mereka terdapat total 11 lagu. Selain empat lagu yang sudah dijelaskan sangat populer itu, ada pula karya-karya lain seperti Sweet Little Sister, Can't Stand the Heartache, Big Guns, Midnight/Tornado, Makin' a Mess, Rattlesnake Shake, dan Here I Am.

Album kedua Skid Row lantas lahir pada 1991 dengan tajuk Slave to the Grind. Album ini langsung menempati posisi satu di Billboard 200 dan mendapat 2 platinum. Namun sayangnya tak ada satupun lagu di album tersebut yang menjadi hit di radio.

Meski mendapat respons positif di album keduanya, Skid Row mulai kehilangan fan base seiring menjamurnya demam musik grunge yang salah satunya ditandai dengan kemunculan Nirvana. Skid Row lantas memutuskan vakum sembari menunggu demam grunge reda setelah mendapat saran dari McGhee.

Skid Row kembali pada 1995 dengan merilis album ketiga bertajuk Subhuman Race yang tidak mendapat kesuksesan seperti dua album sebelumnya. Satu tahun kemudian, Bach memutuskan untuk keluar dari Skid Row setelah beradu argumen dengan Bolan karena menolak tampil sebagai band pembuka untuk konser reuni Kiss.

Setelah konflik internal itu, Skid Row kembali berkumpul pada 1999 dengan menggandeng vokalis baru, Johnny Solinger. Bersama Solinger, Skid Row merilis dua album yaitu Thickskin pada 2003 dan Revolutions per Minute pada Oktober 2006.

Tak ada album baru yang dirilis Skid Row dalam waktu-waktu selanjutnya hingga Solinger dipecat pada April 2015 dan digantikan Tony Harnell. Kebersamaan Harnell tak berlangsung lama dengan Skid Row karena pada Desember 2015 ia keluar dan posisinya digantikan oleh ZP Theart.

0 COMMENTS