Saba

Saba Kembali dengan Meriilis Dua Single Sekaligus di Tahun 2020

  • By:
  • Kamis, 17 December 2020
  • 708 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Hip hop dan musik rap merupakan budaya yang selalu berkembang kuat di Amerika Serikat. Hal tersebut dibuktikan melalui banyaknya karya yang lahir baik dari musisi senior atau muda. Tidak hanya itu, regenerasi para pelakunya pun selalu bermunculan dari tahun ke tahun, salah satunya adalah Saba. Berasal dari Chicago, Saba berbagi kota asal dengan salah satu musisi dan produser hip hop fenomenal, Kanye West. 

Lahir di tahun 1994, kontribusi Saba di ranah yang dirinya cintai, hip hop, sudah mulai ditunjukkan olehnya sejak tahun 2012 saat Saba masih berumur 17 tahun. Kala itu Saba bersama saudaranya, Joseph Chilliams dan sepupunya, John Walt, beserta teman sekolahnya, MFn Melo mendirikan sebuah kelompok kolektif musik di Chicago bernama Pivot Gang. Saba dan para kerabat dan rekannya membuat Pivot Gang sebagai salah satu bentuk respon dalam mengembangkan potensi musisi hip hop independen agar dapat didengar oleh banyak kalangan melalui kemajuan teknologi internet. Oleh karena itu, Saba bersama Pivot Gang fokus untuk selalu merilis karya-karya mereka yang dapat diakses secara gratis melalui internet.

Di luar karier kolektifnya bersama Pivot Gang, di tahun 2012 Saba juga memperkenalkan sebuah proyek musik bertajuk GETCOMFORTable. Proyek musik ini hadir dalam bentuk album kompilasi yang dirilis oleh Saba untuk merangkul berbagai musisi hip hop independen muda berkualitas yang berasal dari kawasan Chicago. Sedangkan untuk proyek solonya sebagai musisi, Saba sempat meluncurkan album debutnya di tahun 2016 dengan judul Bucket List Project

Kepercayaan diri Saba muncul sebagai seorang musisi solo yang berhasil melahirkan album debut di antaranya lahir berkat kolaborasinya bersama Chance The Rapper. Kolaborasi antara dua rapper tersebut hadir melalui single Chance The Rapper berjudul Angels. Saba berkesempatan untuk membawakan lagu tersebut secara live bersama Chance The Rapper di sebuah acara televisi Amerika Serikat, The Late Show with Stephen Colbert pada akhir tahun 2015. Melalui acara tersebut, popularitas Saba sebagai seorang musisi mulai dikenal dengan pesat di hampir seluruh Amerika Serikat.

Sebagai salah satu lagu jagoannya yang terdapat pada album Bucket List Project, Saba memperkenalkan single GPS hasil kolaborasi bersama sang ayah, Chandlar yang dirilis pada awal tahun 2016. Secara keseluruhan Bucket List Project milik Saba diisi oleh 13 lagu yang di antaranya juga menyajikan kolaborasi antara Saba dengan musisi hip hop asal Chicago lainnya, seperti Noname, Twista, Akenya, Jean Deaux, dan Joseph Chilliams yang juga merupakan saudara dari Saba. melalui album debutnya, Saba ingin mempromosikan budaya dan kehidupan di kawasan West Side Chicago, kawasan tempat tumbuh dan berkembangnya sang musisi tersebut.

Untuk akhir tahun 2020, Saba kembali hadir dengan merilis dua buah lagu sekaligus. Pertama Saba memperkenalkan lagu So and So yang dirilis pertama kali dalam format video klip dengan Ian Lipton sebagai sutradaranya. Sedangkan untuk single selanjutnya, Saba berkolaborasi bersama Tobi Lou, seorang rapper asal Chicago berdarah Nigeria melalui lagu Areyoudown? Pt. 2. Sebelum merilis dua single tersebut secara sekaligus, Saba juga sebelumnya sempat merilis dua buah lagu berjudul Mrs. Whoever dan Something in the Water pada bulan September silam. 

Meskipun aktif merilis single di tahun ini, Saba belum kembali menunjukkan rencana untuk merilis album baru. Album terakhir yang dirilis saba merupakan album keduanya berjudul Care For Me yang rilis pada tahun 2018. Mengawali pengenalan untuk album keduanya tersebut, pada bulan Februari 2018, Saba lebih dulu merilis sebuah single berjudul Busy. Single tersebut dirinya rilis beberapa saat setelah mengumumkan bahwa Saba akan melaksanakan tur bertajuk Care For Me untuk materi promosi album barunya. Meskipun begitu, Saba baru resmi merilis album keduanya tersebut pada bulan April 2018. Di album keduanya ini, Saba kembali melanjutkan tradisi kolaborasinya. Album kedua dari Saba ini diisi oleh beberapa track hasil kerja sama antara Saba bersama Chance the Rapper, Kaina, and theMIND.

Diproduseri oleh rekannya di Pivot Gang, daedaePIVOT Daoud dan dirinya sendiri, Saba merilis album ini sebagai sebuah bentuk penghormatan atas meninggalnya John Walt yang merupakan sepupu dari Saba sekaligus salah satu pendiri kolektif musik hip hop Chicago, Pivot Gang, yang meninggal akibat kerusuhan yang terjadi di kota asalnya tersebut pada tahun 2017. Saba mencoba semaksimal mungkin untuk menggambarkan John Walt di setiap karya yang tergabung dalam album Care For Me. Keberadaan John Walt sangat dapat dirasakan melalui lagu berjudul Busy, Life, dan Prom / King di dalam album kedua Saba tersebut. Saba bersama anggota Pivot Gang beserta ibu dari John Walt juga telah mendirikan sebuah yayasan bernama John Walt Foundation di tahun 2017.

Berkat kontribusinya besarnya untuk Chicago melalui bidang musik dan John Walt Foundation, media lokal, Chicago Tribune, menganugerahi Saba dengan Chicagoans of the Year pada akhir tahun 2018. Anugerah tersebut berisi 10 nama orang yang memiliki pengaruh di Chicago dan Saba merupakan salah satu di antaranya.


Di tahun 2019 Saba kembali aktif untuk berkontribusi di dalam Pivot Gang. Bersama Pivot Gang, Saba berhasil merilis album penuh pertama kolektif musik tersebut berjudul You Can't Sit With Us. Tetap menjalankan tradisi untuk jadi kolektif musik terbuka, Saba dan Pivot Gang langsung merilis album perdananya tersebut melalui berbagai platform musik digital yang dapat diakses secara gratis oleh siapapun.

0 COMMENTS