Portal Music

Fourtwnty

Satu Dekade Perjalanan Fourtwnty: Dari Zona Nyaman hingga Nematomorpha

  • By:
  • Senin, 19 October 2020
  • 674 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Sangat mustahil untuk tidak memasukkan nama Fourtwnty ke dalam daftar grup musik indie Indonesia yang namanya sedang naik daun belakangan ini. Fourtwnty kini dikenal sebagai band indie Tanah Air dengan aliran musik folk.

Fourtwnty berdiri pada April 2010 di Jakarta, di mana Roby Satria atau yang akrab dikenal sebagai Roby 'Geisha' menjadi penggagas terbentuknya band ini. Roby bertindak sebagai produser, music director, dan composer.

Fourtwnty beranggotakan tiga personil, Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots. Menariknya, Fourtwnty kerap tampil dengan hanya menunjukkan dua personel saja, Ari dan Nuwi. Sementara Roots lebih banyak bertindak di balik layar.

Bahkan dalam kebanyakan foto, walaupun mereka tampil bertiga, sosok Roots ini selalu membelakangi kamera atau menutup wajahnya dengan sesuatu. Disebut-sebut sosok Roots ini merupakan Roby, namun Roby sendiri sudah menyangkal kabar tersebut.

Sementara Ari pernah menjelaskan bahwa Roby memiliki peranan penting dalam karya-karya yang diciptakan oleh Fourtwnty, seperti karya mereka di album kedua pada 2018 dengan tajuk Ego dan Fungsi Otak.

"Dia masih mendukung secara apapun, secara materi, moril, spirit, dan dia punya warna dia sendiri. Ketika warna aku berdua digabung, aku, Nuwi, Roots, kayak perpaduan warna menurut aku lebih dapat, lebih ke nadanya dia karena dia suka nyeletuk nggak jelas, ini oke nih," kata Ari.

Pada awal terbentuk, Fourtwnty nyatanya hanya sekadar 'iseng' menciptakan lagu hingga karya mereka akhirnya tersebar luas. Alhasil, Fourtwnty merilis mini album pada Desember 2014 dengan tajuk Setengah Dulu.

Terdapat lima lagu di mini album ini yaitu Aku Tenang, Puisi Alam, Argumentasi Dimensi, Diskusi Senja, dan Hitam Putih. Lewat album ini, ciri khas musik Fourtwnty semakin terlihat jelas dan mulai dikenal.

Musik yang diangkat Fourtwnty adalah acoustic folk. Melalui musik, mereka berbicara tentang toleransi, kecintaan terhadap alam, pemahaman terhadap langit dan bumi, perkara cinta, persahabatan, keluarga, dan sinestesia. Semua ini terkandung dalam lirik-lirik mereka yang puitis dan penuh makna serta aransemen musik yang pas.

Sukses dengan perilisan mini album, Fourtwnty melanjutkan karier bermusik mereka dengan merilis album perdana dengan tajuk Lelaku pada Mei 2015.

Terdapat 9 formasi lagu di album penuh perdana Fourtwnty di mana 5 lagu diantaranya berasal dari mini album mereka dan 4 lagu baru seperti Fana Merah Jambu, Iritasi Ringan, Diam Diam Ku Bawa, dan Aku Bukan Bintang.

Tiga tahun berselang setelah peluncuran album perdana, Fourtwnty akhirnya merilis album kedua mereka dengan tajuk Ego & Fungsi Otak. Bertepatan dengan hari jadi mereka kedelapan tahun, Fourtwnty melakukan peluncuran album kedua mereka bersama para penggemarnya, Society, dalam sebuah konser di Taman Kajoe, Jakarta Selatan pada April 2018.

Dikisahkan bahwa proses penggarapan album Ego & Fungsi Otak melalui proses panjang. Ego dari masing-masing personil diakui sebagai kendala yang menghambat proses pembuatannya, tetapi Fourtwnty akhirnya tetap bisa merilis album yang berisikan 7 lagu.

Terus terang waktu kita bikin materi soal album kedua ini, awalnya masing-masing kita itu bener-bener egois, aku tanya ke Nuwi tanya ke Roots, 'kok kita jadi kayak gini ya?'," ujar Ari saat perilisan album kedua Fourtwnty.

Lewat salah satu lagu dari album kedua ini pula Fourtwnty menuai kesuksesan. Adalah lagu Zona Nyaman yang didaulat menjadi salah satu soundtrack dalam film Filosofi Kopi 2. Dari sini, nama Fourtwnty semakin dikenal luas.

Pagi ke pagi

ku terjebak di dalam ambisi

seperti orang-orang berdasi

yang gila materi rasa bosan

membukakan jalan mencari peran

keluarlah dari zona nyaman

"Zona Nyaman ini jadi kekuatan tapi jadi bumerang juga buat kita saat bikin materi karena jadi terbawa buat bikin lagu semacam Zona Nyaman gitulah,” kisah Ari.

Akan tetapi, album kedua Fourtwnty tak hanya berbicara tentang kesuksesan dan rasa nyaman. Album Ego & Fungsi Otak menjadi pertanda kedewasaan Fourtwnty dalam bermusik yang tertuang dalam lagu Kita Pasti Tua dan Kusut.

"Kita coba bertanya-tanya, 'besok kalo tua kita bakal kayak gimana?', jika Zona Nyaman menawarkan kekuatan jiwa muda. Sedangkan Kita Pasti Tua ingin menunjukkan bahwa manusia juga ciptaan yang rapuh," ujar Ari.

Fourtwnty terus konsisten menghasilkan karya-karya di sirkuit industri musik Tanah Air. Pada April 2020, ketika usia karier mereka genap berjalan 10 tahun, Fourtwnty merilis single terbaru berjudul Nematomorpha.

"Fourtwnty ingin menyampaikan pesan untuk tetap berkarya, apapun yang terjadi. Tujuan kami dalam berkarya untuk menyuarakan keresahan dan menjadi teman yang bisa menghibur bagi pendengar musik kami," ungkap Ari dalam siaran persnya.

"Dalam perjalanan, kami tidak pernah melihat materi sebagai yang utama. Itu adalah bonus dari usaha yang kami lakukan," sambungnya.

“Nematomorpha” pun berarti sebuah parasit yang hidup pada binatang belalang. Menceritakan tentang sekumpulan anak muda yang dulunya memiliki mimpi yang sama, akan tetapi ditengah jalan mimpi mereka menjadi berbeda, tidak dengan tujuan yang sama," jelasnya.

Dari sisi lirik, Fourtwnty tetap menggunakan diksi yang tergolong nyeleneh dan prokem, sehingga mudah dihafalkan. Meski nuansa pop alternative di lagu Nematomorpha terasa santai dan tenang, liriknya secara lugas mengkritik orang-orang yang selalu mengedepankan materi ketika bekerja atau berkarya.

Selain merilis Nematomorpha, Fourtwnty juga memperkenalkan Logogram terbaru mereka. Logogram tersebut berbentuk tangan yang memiliki makna memberi dan menerima. Fourtwnty pun berencana untuk merilis album ketiga dengan membuat konser tunggal, namun belum diketahui kapan tanggal perilisan album tersebut.

"Logogram (baru) itu punya makna memberi dan menerima. Bentuk tangan dipilih untuk menggambarkan segala upaya dan usaha yang dilakukan oleh Fourtwnty agar selalu bisa memberikan yang terbaik," ujar Nuwi.

0 COMMENTS