Saves The Day

Saves The Day Bersama Senses Fail Merilis Album Berisi Lagu Klasik Misfits

  • By:
  • Kamis, 26 November 2020
  • 142 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bukan jadi rahasia lagi jika kehadiran Misfits di skena punk rock internasional punya pengaruh yang cukup besar sekaligus jadi inspirasi untuk para musisi dan kelompok musik yang memilih untuk serius berkarier di jalur musik punk rock atau rock secara umum. Salah satu band rock/pop punk bernama Saves The Day mengakui bahwa Misfits merupakan salah satu inspirasi bagi mereka dalam bermusik.

Penghormatan terhadap sosok inspiratif di dalam tubuh Saves The Day tersebut dibuktikan melalui rilisnya album split antara Saves The Day dan Senses Fail yang menginterpretasi ulang karya-karya klasik dari Misfits. Album split yang baru rilis di tahun 2020 ini diberi judul Through Being Ghoul. Berisi empat buah lagu, masing-masing dari Saves The Day dan Senses Fail bertugas untuk merekam dua buah cover lagu Misfits sesuai dengan gaya mereka. Untuk Senses Fail, mereka memilih lagu berjudul We Are 138 dan Attitude, sedangkan Saves The Day berhasil merekam lagu Some Kinda Hate dan Where Eagles Dare.

Album split kolaborasi antara Saves The Day dan Senses Fail ini sebetulnya bukanlah hal sesuatu hal yang dirumorkan sebelumnya. Oleh karena itu, banyak penggemar Saves The Day dan Senses Fail yang terkejut sangat mengetahui kabar kedua idolanya tersebut berkolaborasi untuk merilis album split dengan merekam ulang karya-karya klasik dari Misfits pada 30 Oktober lalu. 

Album ini sebenarnya merupakan proyek yang datang dari sisi Senses Fail yang mengundang Saves The Day untuk ikut berkolaborasi. Para anggota di dalam tubuh band tersebut terkesan sedang membutuhkan waktu luang untuk rehat sejenak dari proses pengerjaan album ke-8 mereka yang rencananya akan rilis pada tahun 2020 ini. 

Menurut Senses Fail, konsep album split bersama Saves The Day ini dibuat sebagai album yang dirilis secara terbatas. Diinformasikan melalui akun Twitter resmi Senses Fail, album split hasil kolaborasi mereka dan Saves The Day ini hanya dirilis dalam format fisik sebanyak 250 keping dan langsung berhasil terjual selama kurang lebih 11 jam dari pemesanannya dibuka. Meskipun begitu, penggemar Senses Fail, Saves The Day, dan Misfits masih bisa menikmati lagu-lagu hasil kolaborasi ini melalui platform musik digital, seperti Spotify.

Senses Fail juga berharap bahwa di masa depan akan bisa mengulangi aktivitas berbagi album seperti yang mereka lakukan bersama Saves The Day kali ini dan tetap menginginkan untuk disediakan secara terbatas.

Mengetahui bahwa akan ada album baru yang akan dirilis dalam waktu dekat oleh Senses Fail, Saves The Day hingga saat ini masih belum mengutarakan rencana berikutnya. Untuk album terakhirnya, Saves The Day merilis album berjudul 9 di tahun 2018 dan merilis kembali album perdana mereka Through Being Cool sebagai perayaan ke-20 tahun pada 2019. Sedikit mengenai Saves The Day, band rock/pop punk asal Amerika Serikat ini terbentuk pada tahun 1997 di New Jersey. Hingga saat ini, Saves The Day dimotori oleh Chris Conley sebagai vokalis dan gitaris, Arun Bali sebagai gitaris, Rodrigo Palma sebagai pemain bass. Sebetulnya, Saves The Day merupakan sebuah reinkarnasi dari band Chris Conley sebelumnya, yaitu Sefler yang terbentuk di tahun 1994, namun para anggota yang tergabung di dalam band tersebut memilih untuk mundur dan menyisakan Chris Conley seorang diri. Chris Conley juga tercatat sebagai satu-satunya anggota di dalam tubuh Saves The Day yang masih belum tergantikan hingga saat ini. 

Selama perjalanan kariernya, Saves The Day telah berhasil merilis sembilan buah album. Album pertama dirilis pada tahun 1998 berjudul Can't Slow Down melalui bantuan Equal Vision Records. Pada saat perilisannya, seluruh anggota Saves The Day yang masih tergabung kala itu beserta Chris Conley diketahui masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Setahun setelah perilisan album perdananya, Saves The Day kembali muncul dengan merilis sebuah EP yang berisi lima lagu beraransemen akustik berjudul I'm Sorry I'm Leaving. Di tahun yang sama juga Saves The Day kembali bekerja sama dengan Equal Vision Records untuk merilis album kedua mereka, Through Being Cool.

Album kedua dari Saves The Day tersebut dianggap sebagai katalis yang mendongkrak popularitas band tersebut. Pasalnya, komposisi dan aransemen melodik yang tersaji pada album tersebut seakan membentuk karakteristik dari Saves The Day dan terbukti berhasil menarik perhatian perusahaan rekaman independen dengan jangkauan yang lebih luas, yaitu Vagrant Records.


Bersama Vagrant Records, Saves The Day merilis album ketiga mereka, Stay What You Are di tahun 2001. Secara musikalitas, album ini menawarkan nuansa yang berbeda dari kedua album sebelumnya. Komposisi musik punk olahan Saves The Day terdengar memiliki balutan yang lebih pop. Hasil eksplorasi musik tersebut juga yang akhirnya membuat nama Saves The Day berhasil menembus pasar musik mainstream. Saves The Day menghadirkan perwakilan album ketiganya tersebut dalam bentuk video klip untuk lagu At The Funeral. Video klip tersebut berhasil menarik minat para penikmat musik dan jadi perbincangan hangat di skena yang menaungi mereka. Pencapaian selanjutnya yang mereka raih dari video klip tersebut adalah mendapatkan kesempatan tampil untuk sebuah acara televisi, yaitu Late Night with Conan O’Brien yang kala itu memiliki demografi penonton di usia dewasa muda dengan karakteristik edgy. Berkat penampilannya tersebut, nama Saves The Day jadi salah satu band rock/pop punk yang diperhitungkan kualitasnya hingga saat ini.

0 COMMENTS