Sejarah Punk: Musik, Fashion, dan Ideologi

Sejarah Punk: Musik, Fashion, dan Ideologi

  • By:
  • Rabu, 3 March 2021
  • 2765 Views
  • 1 Likes
  • 5 Shares

Punk hadir dalam berbagai macam medium, baik itu musik, semangat, gaya hidup, ideologi, bahkan budaya. Kehadiran punk di tatanan kultur masyarakat memiliki cukup pengaruh yang besar sejak pertama kali hadir hingga saat ini. Namun, bagaimana sejarah punk bisa muncul dan berkembang kuat hingga sekarang?

Berbicara tentang sejarah punk, sub-kultur yang identik dengan penampilan garang, urakan, atau bebas merdeka ini sebenarnya lahir di kalangan masyarakat muda di Inggris. Awalnya, sejarah punk ini bermula di pertengahan menuju akhir tahun 1970-an. Saat itu pergerakan punk ini didominasi oleh anak-anak yang berasal dari kelas pekerja di London, Inggris. Kala itu, permasalahan ekonomi yang tidak setara merupakan salah satu isu yang cukup penting jadi bagian dari sejarah punk

Secara ideologi sejarah punk lahir sebagai sebuah respon untuk menghadirkan kembali kebebasan atau kemerdekaan terhadap individu. Para penggiat punk rutin melakukan protes dalam berbagai bentuk medium, seperti demonstrasi, musik, dan juga seni dengan tujuan menyuarakan pendapat mereka terhadap beragam kebijakan pemerintah yang dapat merugikan kebebasan dari seorang individu.

Sejarah punk juga memiliki peran yang cukup besar terhadap perkembangan fashion. Para penggiat punk kerap kali menghadirkan bentuk protes melalui penampilan mereka. Elemen-elemen fashion seperti ripped jeans, skinny jeans, jaket kulit, sepatu bot, serta pakaian serba hitam diakui datang dari sejarah punk yang lambat laun mulai memengaruhi ranah fashion. Vivienne Westwood merupakan salah satu sosok penting dalam perkembangan fashion pada sejarah punk. Vivienne Westwood merupakan seorang desainer dan membantu menghadirkan interpretasi berbeda pada terhadap citra punk melalui karya-karya fashionnya. 

Gerakan dari sejarah punk yang diprakarsai oleh anak-anak kelas pekerja ini merupakan bentuk protes yang lahir dalam sindiran untuk mengkritik kebijakan pemerintahan Inggris kala itu. Di Inggris sendiri sejarah punk pun lebih fokus digerakan melalui seni dan musik. Di ranah musik sendiri, sejarah punk mulai semakin populer berkat lahirnya Sex Pistols. Melalui musiknya, Sex Pistols menyuarakan secara riil apa yang terjadi pada lingkungannya dan menjadikan musik sebagai senjata utama melangsungkan protes atas fenomena yang terjadi. Sejarah punk di musik juga punya peran yang kembali melahirkan kultur skinhead di Inggris. Dalam sejarah punk, skinhead juga memiliki peran besar dalam perkembangan budaya, seni, serta musik di Inggris. Kembali lahirnya kultur skinhead menghadirkan beberapa variasi musik punk rock yang dipadukan dengan karakteristik musik ska yang memang lekat pada pergerakan skinhead. Kembali lahirnya skinhead juga menghadirkan alternatif bermusik baru dalam sejarah punk, iaitu oi!.

Sejarah punk di Inggris sendiri juga kerap kali disalah artikan oleh masyarakatnya. Mereka menganggap bahwa punk merupakan sebuah kultur yang mempromosikan kekerasan dan kebebasan yang terlalu frontal, sehingga mengganggu tatanan kehidupan bermasyarakat. Fenomena tersebut memang kerap terjadi. Para pelaku di dalam sub-kultur punk saat itu memang kerap kali ditemui menjarah toko-toko kecil dan juga membawa senjata tajam yang dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Meskipun begitu, tidak semua para penggiat skena punk setuju dengan lahirnya perilaku tersebut. Banyak dari mereka yang mempertahankan budaya dan sejarah punk melalui seni untuk mengutarakan pendapat dan ekspresinya dalam memprotes fenomena di lingkungan.

Selain di Inggris, Amerika Serikat juga memiliki sejarah punk sendiri. Secara mendasar, gerakan sejarah punk yang terjadi di Amerika Serikat juga identik dengan kelahiran sub-kultur tersebut di Inggris. Sejarah punk di Amerika Serikat juga hadir berkat gerakan anak-anak kelas pekerja yang mulai kesal dengan kebijakan pemerintahan yang seakan mengeksploitasi kelas pekerja untuk meningkatkan kekayaan dari kelompok-kelompok tertentu. 

Jika punk di Inggris dapat terlihat jelas di jalanan, sejarah punk di Amerika Serikat terkesan lebih terstruktur. Pasalnya, para penggiat skena punk di Amerika Serikat lebih sering bertemu untuk berkumpul dalam menggagas kegiatan protesnya. Sejarah punk di Amerika Serikat lekat dengan lahirnya komunitas dan organisasi yang gencar melakukan demonstrasi dengan sasaran langsung kepada pemerintahan. Seni dan musik juga punya peranan besar bagi sejarah punk di Amerika Serikat. Salah satu gerakan terbesar dalam sejarah punk di ranah musik Amerika Serikat berkembang di skena New York City. Sebuah klub bernama CBGB dianggap sebagai salah satu pusat pergerakan punk yang ada di New York, Amerika Serikat. Meskipun di awal sejarah punk, musik-musik di Amerika Serikat tidak identik dengan dentuman cepat dan keras, tapi nama-nama seperti The Velvet Underground, New York Dolls, The Stooges, dan Ramones dianggap sebagai pelopor pergerakan sejarah punk di Amerika Serikat. Barulah di tahun 1980-an, skena hardcore punk mulai berkembang sebagai salah satu integrasi budaya dari pergerakan sejarah punk.

Do It Yourself atau DIY merupakan salah satu pemahaman yang lekat dalam sejarah punk. Bagi pegiat musik di skena punk, mereka memilih untuk merilis lagu sendiri atau bekerja sama dengan label rekaman independen sebagai bentuk protes kepada industri musik yang cenderung lebih berpihak kepada label musik besar yang menguntungkan secara finansial. 

Selain itu, para penggiat punk di ranah musik juga tidak hanya didominasi oleh pria. Banyak musisi perempuan yang punya pengaruh besar dalam pergerakan sejarah punk. Hadirnya musisi perempuan dalam pergerakan sejarah punk ini juga seakan menghadirkan gambaran bahwa skena punk merupakan sebuah skena yang inklusif dan bisa menerima siapa saja dengan latar belakang apa saja asalkan memiliki sudut pandang yang sama dalam membela hak asasi dan kebebasan manusia. 

Image courtesy of: Ljupco Smokovski / Shutterstock

0 COMMENTS