Korn

Sempat Ditinggal Gitaris, Ini 5 Fakta Menarik tentang Korn

  • By:
  • Selasa, 27 October 2020
  • 1266 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Dalam sejarah permusikan internasional, Korn merupakan salah satu band besar yang berasal dari Amerika Serikat dan berhasil mempopulerkan sebuah genre baru pada masanya. Kehadiran Korn di jagat musik dunia dikenal sebagai salah satu faktor lahirnya genre nu metal ke permukaan dan berhasil membawa genre tersebut hingga dapat diterima oleh penikmat musik di seluruh dunia.

Korn lahir dari sebuah gagasan yang dikepalai oleh tiga orang musisi, James “Munky” Shaffer, Reginald “Fieldy” Arvizu, dan David Silveria. Para pendiri Korn tersebut sebelumnya bergabung di dalam sebuah band dengan genre funk metal bernama L.A.P.D. yang berhasil menelurkan satu album penuh dan sebuah EP sejak tahun 1989 hingga tahun 1992 sebelum akhirnya memutuskan untuk bubar. 

Munky, Fieldy, dan David yang masih semangat untuk bermain musik akhirnya memutuskan untuk kembali membuat sebuah band. Sebelum menjadi Korn, masa awal pembentukan band ini dikenal dengan nama Creep dan diisi oleh Munky sebagai gitaris, Fieldy sebagai pemain bass, dan David sebagai drummer. Mereka bertiga akhirnya merekrut Jonathan Davis sebagai vokalis dan Brian “Head” Welch untuk mengisi posisi gitar. Dengan pos yang sudah lengkap akhirnya mereka berlima memutuskan untuk mengganti nama band tersebut menjadi Korn sejak tahun 1993 hingga saat ini. Selama perjalanan karier bermusik Korn, band asal Los Angeles, Amerika Serikat ini telah berhasil menelurkan 13 album penuh, yang dimulai dengan album self-titled di tahun 1994 dan terakhir rilis di tahun 2019 untuk album berjudul The Nothing

Fakta menarik di balik perjalanan karier Korn

Selama 27 tahun berkarya, tentu banyak hal yang mewarnai perjalanan karier bermusik di dalam tubuh Korn, baik yang diketahui secara umum ataupun yang masih jadi rahasia dan hanya diketahui oleh para penikmat setianya. Untuk mengenal lebih jauh tentang Korn, berikut adalah fakta-fakta menarik yang hinggap di dalam tubuh Korn sebagai salah satu veteran di skena musik nu metal internasional.

  1. Head keluar dari Korn untuk mendalami agama

    Di tahun 2005, di saat karier Korn sedang berada di atas angin, secara mengejutkan sang gitaris, Brian “Head” Welch, memutuskan untuk keluar dari band yang membesarkan namanya tersebut. Keputusan dirinya untuk mengundurkan diri dari Korn ternyata tidak hanya membuat kaget para fansnya, para teman satu bandnya pun merasa demikian.

    Seluruh anggota Korn yang tersisa kala itu tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh Head. Sang gitaris memilih keluar dari band karena dirinya ingin lebih mendalami agama yang diyakininya. Head merasa, bahwa berkarier di musik membuat dirinya jauh dari Tuhan. Di waktu yang sama, Head juga memiliki masalah dengan ketergantungan konsumsi alkohol dan obat penenang. Dirinya rasa waktu itu adalah waktu yang tepat untuk berhenti dari Korn. Setelah permasalahannya sudah mereda dan sudah merasa kembali dekat dengan sang pencipta, Head akhirnya setuju untuk kembali mengisi kekosongan di dalam tubuh band nu metal tersebut di tahun 2013.

  2. Ibunda Fieldy sempat jadi pengasuh bagi Jonathan Davis

    Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa sang pemain bass di dalam tubuh Korn, Reginald “Fieldy” Arvizu sempat memiliki memori masa kecil bersama sang vokalis, Jonathan Davis. Fieldy bercerita tentang ayahnya yang sempat bermain musik di dalam sebuah band bersama ayah dari Jonathan.

    Selain itu, ibunda dari Fieldy juga pernah beberapa kali mengasuh Jonathan Davis waktu kecil. Fieldy pun mengakui bahwa dirinya dan Jonathan memiliki hubungan pertemanan yang erat sejak masih kecil hingga beranjak remaja. Fieldy menganggap Jonathan semasa kecil merupakan anak yang berpenampilan culun, layaknya anak rumahan.

  3. Korn unjuk gigi di depan Red Hot Chili Peppers

    Di awal Korn baru terbentuk, band nu metal muda kala itu sempat memberanikan diri untuk unjuk gigi di depan Red Hot Chili Peppers yang saat itu sudah lebih dulu terkenal. Kejadian ini bermula saat Korn hendak melakukan latihan band, Fieldy melihat Anthony Kiedis dan Chad Smith di seberang jalan. 

    Memanfaatkan momentum, sang bassis pun akhirnya mencoba untuk meyakinkan kedua anggota Red Hot Chili Peppers tersebut untuk melihat permainan Korn di dalam studio dan tawaran tersebut berhasil diterima oleh keduanya. Namun tidak disangka, Anthony Kiedis dan Chad Smith merasa biasa saja dengan permainan musik Korn saat itu. Diketahui bahwa kala itu, Korn latihan di bawah pengaruh alkohol dan mereka menyadari bahwa permainan musik mereka saat itu cukup buruk untuk dipamerkan di depan umum, apalagi di depan orang-orang terkenal. 

  4. Memproduksi album metal dengan kelompok produser musik pop

    Setelah Head memutuskan untuk undur diri, Jonathan Davis merasa cukup kebingungan untuk mulai merekam album terbaru untuk Korn. Terlebih lagi, di tahun 2005 Korn baru saja menandatangani kontrak kerja sama perdana mereka dengan Virgin Records untuk dua buah album.

    Merasa butuh bantuan dari pihak luar, akhirnya Jonathan menghubungi Trent Reznor dan Atticus Ross dari Nine Inch Nails untuk membantu dirinya meramu komposisi terbaik untuk album ketujuhnya mendatang. Selain itu Jonathan juga meminta pertolongan dari kelompok produser musik pop, The Matrix yang berhasil melambungkan nama Avril Lavigne, Britney Spears, serta Shakira. Namun sayang kerja sama tersebut tidak menghasilkan penjualan yang baik dibandingkan album-album sebelumnya.

  5. Cerita di balik nama Korn

    Munky merupakan orang pertama yang mengusulkan ide nama band yang dibentuknya tersebut. Awalnya, Munky mengusulkan nama “Corn” namun para anggota lainnya tidak setuju dengan pilihan tersebut. Cukup gigih mempertahankan argumennya, akhirnya Munky memodifikasi nama “Corn” menjadi “Korn” dengan huruf “R” mengarah berlawanan sebagai logonya.

    Baca Juga : Desert Trip 2016, California Kumpul Legenda Musik Tengah Gurun

0 COMMENTS