Portal Music

Snoop Dogg

Sempat Tersandung Hukum di Masa Muda, Snoop Dogg kini Berjaya di Dunia Hip Hop

  • By:
  • Jumat, 30 October 2020
  • 164 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Pembahasan tentang perkembangan musik di skena hip hop akan terasa asing tanpa membicarakan tentang orang satu ini. Memiliki nama lengkap Calvin Cordozar Broadus Jr., salah satu ikon hip hop terbaik di dunia ini lebih dikenal dengan nama panggung Snoop Dogg. Snoop Dogg mewarisi ketertarikan dan keahliannya dalam bermusik dari sang ayah yang sempat berprofesi sebagai seorang penyanyi, meskipun tidak secara full-time.

Semasa kecilnya, Snoop Dogg mendapatkan julukan “Snoopy” dari orang tuanya. Nama panggilan tersebut diberikan kepada dirinya, karena Snoop Dogg menggemari karakter kartun tersebut. Snoop Dogg bukan berasal dari keluarga yang mampu. Sejak kecil dirinya terbiasa untuk membantu keluarganya bertahan hidup dengan cara menjual permen, jadi loper koran, bahkan membantu orang berbelanja sebagai joki pengemas barang belanjaan. Snoop Dogg juga merupakan anak yang cukup aktif untuk kegiatan gerejanya. Di sana, Snoop Dogg sering dipercayakan untuk ikut bagian dalam koor sebagai penyanyi atau sebagai pemain piano. Masuk masa sekolah dasar, Snoop Dogg mulai terpapar dengan musik hip hop dan mulai belajar melakukan rap sejak kelas 6. Di masa sekolah itulah, Snoop Dogg mulai percaya diri dengan talenta bermusiknya, terutama sebagai seorang rapper. Pasalnya, setiap dirinya sedang unjuk gigi di depan teman-teman sekolahnya, siswa lainnya mulai membuat kerumunan untuk menyaksikan apa yang Snoop Dogg coba berikan dalam bermusik.

Meskipun terkesan sebagai anak yang cemerlang di masa kecilnya, Snoop Dogg mulai sering berurusan dengan penegak hukum ketika remaja. Di masa remaja, Snoop Dogg juga dikenal sebagai salah satu anggota gang Rollin' 20s di kawasan tempat dirinya tinggal dan tumbuh besar, Long Beach California. Selepas lulus dari SMA, Snoop Dogg mendapati dirinya tertangkap basah oleh pihak kepolisian. Snoop Dogg jadi tersangka kasus kriminal karena kedapatan memiliki kokain dan harus mendekam di penjara selama 3 tahun. Setelah masa hukumannya berakhir, Snoop Dogg mencoba untuk menjalani hidup dengan normal. Merasa memiliki potensi dalam bermusik berkat talentanya, Snoop Dogg mengajak kedua sepupunya Nate Dogg dan Lil' ½ Dead, serta Warren G untuk membuat grup musik hip hop, 213. Nama grup tersebut diambil dari kode area tempat dirinya tinggal saat itu. Di dalam grup tersebut, Snoop Dogg mencoba keahliannya dalam melakukan freestyle rap. Hasil freestyle rap tersebut direkam ke dalam sebuah mixtape produksi 213 secara mandiri. Secara kebetulan, Mixtape tersebut terdengar sampai ke telinga Dr. Dre. Dr. Dre yang sudah lebih dulu terkenal dan memiliki reputasi baik sebagai seorang produser mengajak Snoop Dogg untuk mengikuti audisi untuk proyek terbarunya. Di saat yang sama, Dr. Dre pun berperan sebagai mentor untuk mengasah kemampuan rap dan penataan lirik dari Snoop Dogg.

Setelah Dr. Dre yakin dengan perkembangan keahlian rap yang dimiliki Snoop Dogg, akhirnya sang produser menawarkan diri untuk merekam sebuah lagu bersama pria yang pertama kali muncul dengan alias Snoop Doggy Dogg ini. Kerja sama profesional mereka pertama kali untuk memproduksi theme song sebuah film berjudul Deep Cover di tahun 1992. Selanjutnya Dr. Dre pun kembali mengajak Snoop Dogg untuk mengisi suara di dalam albumnya The Chronic. Dengan eksposur yang semakin besar terhadap Snoop Dogg, lambat laun memupuk rasa percaya dirinya untuk mengeluarkan album perdananya bersama Dr. Dre yang berjudul Doggystyle di tahun 1993. Sebagai album perdana, album tersebut berhasil menarik perhatian para kritikus musik hip hop dan juga para penikmat musiknya. Hadir dengan nuansa hip hop G-funk, sebuah subgenre dari gangsta rap, dua buah single dari album debut Snoop Dogg ini berhasil menjadi bagian dari 10 lagu yang sering diputar di radio saat itu. Kedua single tersebut adalah Who Am I (What's My Name)? dan Gin and Juice. Albumnya juga sempat berhasil bertahan di tangga album Billboard selama beberapa bulan.

Era 1990-an, genre gangsta rap merupakan salah satu genre yang sering mendapatkan sorotan di industri musik Amerika Serikat kala itu. Identik dengan isu-isu realita dan pemilihan lirik yang vulgar, kerap kali setiap karya yang berada di bawah bendera gangsta rap harus melewati proses sensor. Namun, Snoop Dogg punya cara berbeda untuk menyiasati hal tersebut. Mendapatkan mentor seorang Dr. Dre, membantunya dalam hal penulisan lirik dan gaya bernyanyi. Di skena gangsta rap, Snoop Dogg dikenal dengan cara bernyanyi dan penulisan yang halus, sehingga karya-karyanya jarang mendapatkan sensor dari pihak yang berwenang. Berada di dalam budaya gangsta rap yang dikenal garang, Snoop Dogg harus kembali berurusan dengan hukum. Kali ini Snoop Dogg dituduh sebagai tersangka pembunuhan di tahun 1996. Sejak saat itu, Snoop Dogg meyakinkan bahwa dirinya tidak ingin terafiliasi dengan budaya gangsta rap. Menurutnya untuk berada di dalam budaya tersebut sama saja dengan bunuh diri, baik secara karier atau untuk dirinya sendiri.

Snoop Dogg juga memiliki label rekaman sendiri Doggy Style Records, Inc. untuk membantu produksi dan distribusi karya-karyanya. Hingga saat ini, Snoop Dogg masih aktif memproduksi musik baik dalam bentuk single atau album. Tercatat sejak album perdananya, Doggystyle di tahun 1993, Snoop Dogg telah berhasil menelurkan 13 album penuh. Album terakhirnya, I Wanna Thank Me dirinya rilis di tahun 2019 silam. Di tahun 2019, merespons demam esports yang besar, Snoop Dogg membentuk Gangsta Gaming League sebagai salah satu kompetisi esports di Amerika Serikat.

0 COMMENTS