Senyawa Siap Rilis Album Baru di Tahun 2021

Senyawa Siap Rilis Album Baru di Tahun 2021

  • By:
  • Rabu, 6 January 2021
  • 480 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Nama Senyawa sebagai salah satu band eksperimental asal Indonesia semakin hari semakin terdengar hingga ke belahan dunia lainnya. Terbentuk pada tahun 2010 di Yogyakarta, Senyawa merupakan hasil kreatif dari penggabungan isi kepala Rully Shabara dan Wukir Suryadi. Eksperimentasi musik yang ditawarkan oleh Senyawa kepada para penikmat musiknya berakar dari berbagai macam aspek kesenian tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga saat ini total ada 4 buah album penuh yang telah berhasil dirilis oleh Senyawa dan di tahun 2021 ini, mereka akan akan merilis album kelimanya.

Senyawa menamai album kelima mereka dengan judul Alkisah. Album ini merupakan sebuah karya lanjutan dari album keempat mereka yang rilis di tahun 2018 berjudul Sujud. Secara tema di album terbarunya ini, Senyawa juga mencoba untuk melanjutkan cerita yang telah mereka sampaikan melalui album Sujud. Senyawa menginginkan agar album Alkisah jadi sebuah album yang jadi napak tilas dalam perjalanan bermusik mereka sekaligus jadi sebuah penanda tentang sebuah kehidupan baru dari sebuah akhir. Bahkan jika ditelisik, setiap album yang dirilis oleh Senyawa memiliki tema tentang perjalanan Rully Shabara dan Wukir Suryadi di dalam Senyawa. 

Judul album perdana Senyawa Acaraki di tahun 2014 merupakan sebuah kata yang memiliki arti sebagai seseorang yang mengumpulkan dan meramu bahan untuk jamu. Hal tersebut sama halnya dengan gambaran dinamika dari Rully Shabara dan Wukir Suryadi yang sedang mencoba untuk mencari komposisi yang sesuai dan paten untuk musiknya bersama Senyawa. Selanjutnya untuk album kedua yang berjudul Menjadi di tahun 2015 dan album ketiga dengan judul Brønshøj yang berarti puncak di tahun 2016 menggambarkan kondisi keberhasilan atas pencapaian yang dilakukan oleh Senyawa untuk memproduksi musik sesuai keinginan mereka. Pencapaian tersebut juga dibuktikan oleh aktivitas panggung Senyawa yang kerap kali tampil di berbagai belahan dunia dan mendapatkan apresiasi yang positif terhadap karya-karyanya.

Album keempat yang diberi judul Sujud menggambarkan kondisi psikologis Senyawa sebagai sebuah kolektif yang telah mencapai puncak dan kini harus tetap mengingat dan menyentuh bumi untuk selalu mengingat asal mereka. Album keempat yang jadi sebuah penanda dari 10 tahun kolaborasi antara Rully Shabara dan Wukir Suryadi di dalam Senyawa tersebut dianggap sebagai sebuah karya yang reflektif dari eksplorasi yang mereka lakukan sebagai kelompok musisi hingga saat ini. Senyawa juga sempat mengadakan tur konser bertajuk Nusantara sebagai bentuk perayaan dan penghargaan atas keberhasilan mereka sebagai musisi. Senyawa merencanakan tur Nusantara untuk terbagi dalam beberapa bagian dan bagian pertama yang meliputi konser di Pontianak (Kalimantan), Makassar (Sulawesi), Denpasar (Bali), and Bantul (Jawa) sudah lebih dulu rampung terlaksana. Senyawa juga mengakui bahwa konser mengelilingi Indonesia tersebut memiliki tujuan untuk dapat mengembangkan skena musik eksperimental di ranah lokal sekaligus memperluas koneksi secara kolektif.


Secara konsep, Senyawa telah mempersiapkan album Alkisah sebagai sebuah album dengan nuansa apokaliptik guna menyesuaikan dengan kondisi dunia saat ini. Namun, nuansa apokaliptik tersebut tidak serta merta Senyawa rancang dengan konteks pesimisme. Malah, Senyawa menggarap materi untuk album ini demi menghadirkan sebuah optimisme dalam menjalani kehidupan di situasi yang tidak lagi normal. Mengajak para pendengar dan seluruh orang untuk berpikir dalam menemukan strategi, ide, dan juga pola hidup baru untuk tetap bertahan. Meskipun memiliki konsep yang terkesan jelas, Senyawa sendiri tidak menganggap album ini jadi sebuah solusi bagi diri mereka sebagai pasangan musisi yang masih mampu bertahan di tengah pandemi. Melainkan album ini dianggap sebagai sebuah lembaran baru demi mencari solusi di tengah situasi dunia yang telah berubah dari sebelumnya.

0 COMMENTS