Seringai

Perjalanan Kreatif Seringai, Matang dengan Metal

  • By:
  • Sabtu, 26 December 2020
  • 1512 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Seringai sudah dikenal sebagai band metal, high-octane kenamaan di Indonesia. Nama mereka sudah menjadi begitu tenar di skena musik ini sejak pertama kali memulai karier di industri musik Tanah Air pada 2002.

Musik-musik yang disajikan oleh Seringai sudah begitu dikenal para penggemarnya sebagai musik keras yang identik dengan musik luar arus utama atau underground. Namun, Seringai nyatanya punya fase di mana mereka merasa tidak selalu ingin menjadi band metal.

Dalam sebuah podcast bertajuk High Octane Podcast, para personel Seringai berkisah bahwa mereka sempat terpikirkan untuk mengusung musik selain metal. Seringai disebutkan pernah berpikir untuk membawakan musik bernuansa post-hardcore.

Kegalauan dalam menentukan arah musik yang akan dibawakan terjadi ketika Seringai berada di fase awal berdiri. Mereka cukup kebingungan dalam menentukan warna musik yang sesuai dengan karakter band mereka.

"Dulu kita arah musiknya maunya cobain (kayak) At The Drive-In, post-hardcore, gitu," ungkap vokalis, Arian13 di dalam podcast tersebut.

Namun, kecenderungan Seringai dengan musik high-octane mulai muncul ketika mereka kedatangan Sammy di posisi bass. Dari sana, mereka mulai mengeksplorasi musik-musik metal yang cukup baru bagi mereka saat itu.

Tapi bikin lagu High Octane Rock mulai lebih enak sesudah Sammy (bassist) masuk. Mungkin karena kita belum pernah bikin lagu yang modelnya kayak gitu, jadi fresh aja rasanya," jelas gitaris Ricky Siahaan.

"Tapi, setelah post-hardcore kita rasa nggak works, terus kita nge-jam.. dan nge-jam-nya pun Black Sabbath, dan di situ kita sadar, ohh ternyata ini..(yang kita cari)," ujar drummer Edy Khemod.

Tak panjang kisah awal bagaimana Seringai mencari jati diri dalam bermusik di dalam podcast tersebut. Seringai yang berbicara dalam episode Kisah dari Studio pun tidak jadi mengisahkan latar belakang pembuatan album debut mereka pada 2004 yang bertajuk High Octane Rock.

Selama berkarier di skena metal, Seringai sendiri telah menghasilkan empat buah album, yakni High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan yang terbaru Seperti Api (2018).

Salah satu lagu dari album terakhir mereka berjudul Adrenalin Merusuh hingga kini masih patut diperbincangkan karena konsep video musik yang tak biasa. Seringai menggaet aktor film aksi, Iko Uwais, untuk membuat video musik yang ciamik.

Ide cerita untuk video klip ini sendiri muncul dari para personil Seringai sendiri. Seringai juga menggandeng drummer Edy Khemod sebagai sutradara dan diproduseri oleh Cerhati Cinehouse.

Iko Uwais hadir sebagai pengisi video clip dengan bantuan tim khususnya. Suami dari Audy Item (Paula Allodya Item) kala itu mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Seringai, ia menyebut genre musik dan lagu Adrenalin Merusuh cocok dengan genre action.

"Cocok dan menyenangkan kolaborasi dengan Seringai. Musik dan lagunya pas dengan genre action yang biasa gue lakukan. Merusuh dan penuh adrenalin!," ujar Iko Uwais.

Secara garis besar, lagu Adrenalin Merusuh berkisah tentang gairah Seringai dalam bermusik dan bagaimana keseharian mereka sebagai sebuah grup band. Dari sini, mereka pun mencoba menggambarkannya ke dalam video klip yang keren.

Pengambilan gambar video klip lagu ini diambil di lantai 4 Rossi Fatmawati yang diawali dengan pesta showcase Seringai lengkap bersama aksi moshing, minuman alkohol, permainan skateboard, serta keseruan lain yang ingin mereka tampilkan dalam aksi panggung mereka.

Seringai mencoba menggambarkan video klip mereka senyata mungkin dengan banyak melibatkan Serigala Militia, sebutan untuk penggemar setia Seringai. Dari sini, konflik dan inti dari video klip lagu Adrenalin Merusuh mulai ditunjukkan.

Saat lagu memasuki durasi 1 menit 35 detik, Iko Uwais yang diceritakan tinggal satu lantai di atas showcase Seringai merasa terganggu dan bangun dari tidurnya. Cerdiknya, Seringai tak lupa menyelipkan unsur komedi lewat scene di mana Iko Uwais mencoba menelepon tempat showcase tersebut namun justru teleponnya dihadapkan kepada speaker dengan suara keras.

Keributan pun dimulai ketika Iko Uwais menghajar seseorang di depan pintu tempat 'pesta' Seringai berlangsung. Di sana terlihat ada Soleh Solihun tampil sebagai cameo.

Tepat saat penggalan lirik Adrenalin Merusuh terdengar di saat itu pula Iko Uwais memulai aksinya dengan menendang pintu yang membuat salah satu orang terpental.

Iko Uwais lantas menghajar semua orang di dalam ruangan tersebut termasuk para personil seringai itu sendiri. Di akhir video dengan iringan tone gitar yang keras, Iko Uwais meninggalkan ruangan di mana para personil Seringai terkapar setelah dihantam olehnya.

Terlihat betul aksi-aksi bela diri Iko Uwais yang handal di video klip ini. Berpadu dengan musik Seringaiyang keras, menonton video klip ini seolah sedang menyaksikan salah satu adegan Iko Uwais dengan soundtrack yang pas.

Lewat video klip ini, kita seolah diberi harapan bahwa suatu saat akan ada scene klimaks film laga yang diperankan Iko Uwais bersanding dengan musik Seringai karena musik intens band ini terasa amat tepat dengan koreografi laga Iko Uwais.

Selain kerseruan yang tertuang dalam video klipnya, lagu Adrenalin Merusuh ini membuktikan keseriusan Seringai dalam bersenang-senang, di samping keseriusannya dalam menyoroti nilai-nilai sosio politik.

Baca Juga : VOODOO FEST 2016: Berakhir Pekan Dengan Musik dan Halloween

Dalam karya-karya lainnya di album Seperti Api ada beberapa lagu yang dimaksudkan Seringai sebagai bentuk keresahan mereka akan beberapa hal seperti “Disinformasi” yang membicarakan hoax serta “Enam Lima”, berbicara tentang tragedi HAM yang belum terselesaikan hingga kini. 

Dengan pesan sederhana tanpa perlu interpretasi berlebihan serta eksekusi koreografi yang rapi, video musik Adrenalin Merusuh dari Seringai dan dibintai Iko Uwais ini benar-benar membawa kesegaran baru dalam musik metal Indonesia.

0 COMMENTS