SGC 2015 Jambol Jazz: Mengajar Sambil Jalani Projek Gitaris Solo

  • By: LS
  • Jumat, 29 January 2016
  • 2031 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Salah satu finalis Supergitar Competition 2015 Jambol Jazz kembali ke rutinitas kesehariannya setelah Gitar Camp 2016 berakhir. Ia kembali menemui murid-muridnya dan berbagi ilmu bersama mereka. Ya, Jambol seorang pengajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di kampung halamannya. “Saya kembali bekerja, kebetulan mengajar di salah satu SMK di Kabupaten Tegal, walaupun belum diakui oleh negara,” ujar Jambol sambil tertawa.

Mengajar tidak lantas menjadikan Jambol kesulitan membagi waktu untuk bermain gitar. Ia tetap bisa menjalani pekerjaannya sebagai pengajar, sekaligus menjadi seorang gitaris solo. Ketidakmampuannya menulis lirik ia tutupi dengan permainan melodi gitar, sehingga hal itu jadi kelebihannya. “Saya lebih memilih jadi gitaris solo, lebih ngena di hati. He-he. Saya juga kurang bisa membuat syair, lirik atau kata-kata dalam sebuah lagu”.

Jambol mengaku terinspirasi dari Joe Satriani, Andy Timmons dan John Petrucci. Meskipun tidak paham betul soal nama-nama istilah teknik, teori dan scale yang mereka mainkan, Jambol mempelajari permainan gitar inspirasinya dengan bantuan feel. “Apa yang saya lakukan dalam membuat solo gitar atau lagu itu, hanya menangkap segerombolan nada. Kadang datang di saat yang tidak terduga di angan saya untuk dibuat ada dan nyata,” cetus Jambol. Ia juga mencoba mencari nada pada gitarnya semirip mungkin dengan apa yang ia dengar dari kepalanya.

Video sistem kebut

Pengerjaan lagu “A Journey” yang Jambol ikut sertakan dalam kompetisi Supergitar Competition 2015 tergolong cepat. Jambol hanya membutuhkan waktu tiga hari saja sampai ia menyelesaikan proses rekaman dan video lagu ini untuk diunggah. “Kebetulan tiga hari beres sampai videonya dan memang sistem kebut. Ha-ha-ha”.

Cepatnya pengerjaan lagu sekaligus video ini ternyata bukan sekadar sistem kebut. Ia sudah memiliki beberapa ide untuk digarap. Sementara itu, sisanya merupakan materi baru yang muncul tepat sebelum proses penggarapan. “Kalau dibuat perbandingan 80 persen baru dan 20 persen saya ambil dari salah satu perpustakaan tema mentahnya,” cetus Jambol.

Lagu yang Jambol ciptakan ini terinspirasi dari proses berkesenian yang ia lakukan. “A Journey” menceritakan seorang gitaris solo yang hanya bisa berbagi cerita dengan instrumen kesayangannya. “Lagu “A Journey” mencoba menggambarkan proses perjalanan berkarya solo gitar dalam kesendirian dan orang ini hanya bisa membagi cerita dengan gitarnya saja,” cerita Jambol.

Jadi gitaris jago improve

Improvisasi adalah hal yang perlu dikuasai oleh seorang gitaris. Hal ini bisa menunjukkan apakah seorang gitaris cerdas atau tidak. Jambol pun menerapkan improvisasi ketika ia dihadapkan pada persoalan-persoalan di atas panggung. Ia sempat menemukan persoalan macam ini ketika manggung di sebuah kafe. “Dulu saya pernah main band akustikan di salah satu kafe, terus ada request lagu dari pengunjung. Di antara semua personil band, hanya saya yang tidak tahu sama sekali dan tidak pernah dengar lagunya,” kenang Jambol.

Untungnya, ia bisa bermain secara spontan. Bayangkan bila Jambol tidak bisa melakukan improvisasi di atas panggung. Ya, mungkin saja gitarnya bakal nganggur atau permainannya kacau. Tapi, ia bisa melalui masalah itu dengan mudah. “Untungnya sukses juga, walau saya cuma main improve”.

 

Simak lagu Jambol Jazz untuk Supergitar Competition 2015 “A Journey” lewat link ini.

Foto: dok. pribadi

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
19 views
superbuzz
19 views
superbuzz
19 views
superbuzz
19 views
superbuzz
19 views
superbuzz
19 views