Shawn Mendes Ikut Sumbang Suara untuk Single Baru Brockhampton

Shawn Mendes Ikut Sumbang Suara untuk Single Baru Brockhampton

  • By:
  • Jumat, 23 April 2021
  • 37 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Shawn Mendes selain dikenal sebagai salah satu penyanyi pop berbakat, dirinya pun dianggap sebagai salah satu penulis lagu berkualitas di industri musik pop saat ini. Cara Shawn Mendes menulis lagu cukup mampu menghadirkan dampak relevan kepada para penikmat musiknya yang rata-rata berada di usia remaja hingga dewasa muda. Dengan keahlian mumpuni dan juga persona yang kuat, tidak aneh rasanya jika Shawn Mendes pun kerap kali diundang oleh beberapa musisi dunia untuk berkolaborasi. Kali ini, Shawn Mendes hadir sebagai kolaborator untuk lagu baru dari Brockhampton berjudul Count On Me. Selain Shawn Mendes, Brockhampton juga mengajak Ryan Beatty untuk melengkapi konsep yang diusung pada karya terbarunya tersebut.

Count On Me merupakan single baru yang dirilis oleh Brockhampton sebagai sambutan atas rilisnya album teranyar di tahun 2021 ini, yaitu Roadrunner: New Light, New Machine. Peran Shawn Mendes dan Ryan Beatty untuk proyek kolaborasi bersama Brockhampton fokus dalam melengkapi arahan kreatif vokal yang telah disepakati grup hiphop asal Texas, Amerika Serikat untuk menyelaraskan dengan album terbarunya. Secara penulisan lagu dan lirik, Shawn Mendes dan Ryan Beatty tidak diarahkan untuk memberikan input secara masif, meskipun keduanya juga merupakan penulis lagu yang berkualitas. Untuk aspek tersebut, Brockhampton memilih bekerja sama dengan A$AP Rocky dalam menulis lagu dan lirik untuk lagu Count On Me. Lagu hasil kolaborasi antara Brockhampton, Shawn Mendes, dan Ryan Beatty ini adalah single kedua yang dirilis oleh grup rap asal Amerika Serikat tersebut setelah sebelumnya merilis single berjudul Buzzcut hasil kolaborasi bersama Danny Brown.

Kolaborasi memang bukan jadi hal yang asing di perjalanan karier Shawn Mendes. Single kolaborasi I Know What You Did Last Summer bersama Camila Cabello merupakan sebuah karya yang cukup menghadirkan atensi besar dari penikmat musik bagi musisi penuh talenta yang masih berumur sangat muda ini. Single tersebut lahir dari album perdana Shawn Mendes berjudul Handwritten yang rilis saat usianya baru genap 17 tahun. Mungkin ada beberapa musisi yang memang lahir dengan talenta secara alami. Namun tidak bagi Shawn Mendes. Atas kecintaan Shawn Mendes terhadap musik yang besar, musisi asal Kanada ini berlatih sejak umur 14 tahun untuk bisa bermain alat musik. Shawn Mendes mengakui bahwa dirinya belajar untuk bermain gitar sambil bernyanyi melalui ragam video yang dirinya temukan di Youtube. Shawn Mendes juga memaksimalkan peran media sosial untuk menginformasikan kepada banyak orang tentang talentanya dalam bermusik. Di awal kariernya sebagai musisi amatir, Shawn Mendes kerap melakukan cover lagu dari Justin Bieber dan mengunggahnya ke platform media sosial, Vine di tahun 2013. Sejak saat itu, Shawn Mendes sebagai content creator dan musisi amatir mulai diminati oleh banyak orang di seluruh dunia, terutama mereka yang masih berada di rentang umur remaja.

Dari popularitas yang diraih melalui media sosial, Andrew Gertler, seorang manajer dari musisi papan atas, menghubungi Shawn Mendes dan mengenalkan sang musisi muda kepada Island Records. Di tahun 2014, Shawn Mendes tidak langsung mendapatkan kontrak secara eksklusif. Musisi asal Kanada tersebut masih harus membuktikan kualitasnya sebagai musisi melalui ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh Island Records dan stasiun televisi di Amerika Serikat. Kagum dengan talenta yang ada di dalam diri pria kelahiran Kanada tersebut, Island Records memutuskan untuk memberikan kontrak kerja sama kepada Shawn Mendes setelah dirinya berhasil memenangkan penghargaan sebagai penyanyi cover terbaik dalam acara yang dipandu oleh Ryan Seacrest kala itu.

Sebulan berjalan kerja sama dengan Island Records, Shawn Mendes langsung memaksimalkan kesempatan yang dirinya miliki untuk merilis single pertamanya. Life of The Party merupakan single perdana yang dirilis oleh Shawn Mendes di bawah naungan Island Records pada Juni 2014. Single tersebut cukup populer dalam tangga lagu Billboard 100. Bahkan berkat single tersebut, Shawn Mendes mendapatkan pencapaian sebagai musisi paling muda yang berhasil mencapai peringkat top 25 untuk Billboard 100 di Amerika Serikat. Shawn Mendes pun memaksimalkan momentum yang dirinya dapatkan dengan merilis EP perdananya satu bulan kemudian. EP yang dirilis dan didistribusikan oleh Island Records juga kembali membawa nama Shawn Mendes meraih posisi yang cukup tinggi versi Billboard. Melalui EP perdananya, Shawn Mendes berhasil meraih posisi lima dan berhasil menjual 48.000 keping dalam minggu pertamanya. Berkat pencapaiannya sebagai musisi termuda di bawah 25 tahun yang mencapai posisi puncak di tangga Billboard, Shawn Mendes pun mendapatkan penghargaan sebagai salah satu sosok yang paling berpengaruh di industri musik menurut majalah Time.

Dalam memulai kariernya sebagai musisi muda, Shawn Mendes mengakui bahwa Justin Bieber merupakan salah satu sosok yang cukup menginspirasinya. Mengingat perjalanan karier yang dilakukan idola pun berawal dari umur yang sangat muda. Di luar Justin Bieber, Shawn Mendes juga menjadikan musik pop dan folk, baik yang sempat populer dulu maupun karya-karya baru sebagai inspirasi bermusiknya. Karya-karya dari John Mayer dan Ed Sheeran merupakan sebagian dari karya musik yang terus diikuti oleh Shawn Mendes dalam memaksimalkan karya musiknya. Berasal dari inspirasinya tersebut, Shawn Mendes juga selalu menginginkan karya yang memiliki potensi untuk menjadi anthem atau lagu-lagu yang mudah dimengerti oleh orang banyak. Oleh karena itu, Shawn Mendes juga melakukan kolaborasi lintas genre, seperti di dalam lagu Count On Me bersama Brockhampton.

Image courtesy of Tom Rose / Shutterstock

0 COMMENTS