Side Project Hardcore Bentukan Vokalis Killswitch Engage Rilis EP Perdana

  • By: NTP
  • Jumat, 23 February 2018
  • 2491 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kuartet hardcore punk bentukan Jesse Leach, The Weapon, baru saja merilis EP perdana, At What Cost/Shotgun Anarchy melalui Bandcamp pada 13 Februari lalu. The Weapon adalah band ketiga Leach yang sedang aktif, selain Killswitch Engage dan Times of Grace.

Bersama Chris Drapeau (gitar), Josh Mihlek (bass) dan Andy Mass (drum), Leach merekam At What Cost/Shotgun Anarchy di Dark City Studio, Yonkers, New York.

Dalam wawancaranya dengan Revolver, Berbeda dengan sound bersih Killswitch Engage dan Times of Grace, Leach menyatakan tujuannya bersama The Weapon adalah memainkan musik penuh amarah. Khas hardcore punk lawas, dua nomor EP ini cepat, kasar dan berdurasi di bawah lima menit.

“Sejak usia 14 tahun saya tumbuh besar di kancah hardcore, inilah budaya dan darah saya. Saya suka tenaga mentah dan pesan yang disampaikan musik hardcore. Musik penuh amarah ini sangat sederhana dan menyenangkan untuk dimainkan,” jelas Leach.

Menurut Leach, nomor perdana “At What Cost” bercerita tentang bagaimana manusia menganiaya dan menghancurkan bumi yang telah menghidupi kita. Baginya hal ini disebabkan oleh keuntungan pribadi, keserakahan dan kontrol.

“Buat saya ini gila; mengapa kita justru tidak melindungi keindahan planet ini?” ujar Leach.

Salah satu personel asli Killswitch Engage ini menyatakan rilisan The Weapon akan dilepas dalam format fisik. Mereka juga akan merekam album dan merilis pernak-pernik seperti piringan hitam dan t-shirt. Leach juga menyatakan ingin menggelar konser di bagian Timur Laut AS yang akan disumbangkan untuk berbagai kegiatan.

 “Saat ini saya sudah menulis beberapa lagu. Tema-tema lagu itu terdiri dari korupsi politik, hak asasi manusia hingga bagaimana mempertahankan pola pikir positif di tengah semua kesulitan hidup. Lirik kami adalah gabungan antara crust punk dan post-youth crew, memang terdengar kontradiktif tapi rasanya cocok-cocok saja. Kemarahan karena dunia semakin kacau, versus menjaga agar tetap berpikir positif,” pungkas Leach.

0 COMMENTS

Info Terkait