Sigur Rós

Sigur Rós Rilis Video “Stendur æva” untuk menyambut album baru di 2020

  • By:
  • Rabu, 9 December 2020
  • 371 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Berada di dalam masa pandemi dengan terbatasnya mobilitas, membuat hampir semua orang dari berbagai kalangan harus menjalani hari dengan pendekatan yang lebih kreatif. Kreativitas yang hadir itu bisa juga dijadikan sebagai salah satu sumber untuk menimbulkan rasa senang. Mungkin hal itu juga yang sedang dilakukan oleh Sigur Rós saat ini. Band asal Islandia tersebut baru saja merilis sebuah video yang berisi lagu yang akan tersedia di album terbaru Sigur Ros. Album terbaru dari Sigur Ros tersebut telah rilis pada 4 Desember 2020 lalu berjudul Odin’s Raven Magic.

Dalam video untuk lagu Stendur æva ini menampilkan pertunjukan live Sigur Rós bersama Steindór Andersen, Hilmar Örn Hilmarsson, dan María Huld Markan Sigfúsdóttir yang terselenggara di Conservatoire de Paris Orchestra and the Schola Cantorum Choir Paris pada tahun 2004. Video ini berperan sebagai sebuah pengenalan untuk karya terbaru Sigur Rós, Odin’s Raven Magic. Album ini merupakan album pertama yang Sigur Rós luncurkan setelah 7 tahun tahun vakum dalam menghadirkan karya dalam bentuk album penuh. Sigur Rós terakhir kali merilis album berjudul Kveikur di tahun 2013. 

Odin’s Raven Magic awalnya merupakan sebuah proyek eksperimen orkestra dari Sigur Rós dan sudah dilakukan dalam waktu yang lama. Bahkan proyek ini telah Sigur Rós tampilkan di atas panggung pertama kali di tahun 2002 untuk gelaran Reykjavik Arts Festival. Sigur Rós mengambil inspirasi dari karya-karya puisi dan sastra Islandia di abad pertengahan untuk penggarapan proyek Odin’s Raven Magic Secara keseluruhan. Selain merilis video Stendur æva, Sigur Rós juga sempat merilis lagu berjudul Dvergmál sebagai single perdana menyambut kehadiran album Odin’s Raven Magic. Album terbaru dari Sigur Rós ini berisi 8 lagu yang direkam secara orkestra. 

Setelah perilisan album Kveikur, Sigur Rós tidak sepenuhnya berhenti bermain musik. Band yang dibentuk Jón Þór (Jónsi) Birgisson (Jónsi), Georg Hólm, dan Ágúst Ævar Gunnarsson ini sibuk mengolah dan memperluas kreativitas yang ada di dalam tubuh Sigur Rós. Mereka mulai berkontribusi untuk berkarya dalam berbagai proyek seni antar disiplin, seperti membuat musik untuk instalasi seni, pengiring tarian, serta dua buah lagu untuk digunakan pada sebuah serial televisi ternama, Black Mirror. Selain itu, pentolan di dalam tubuh Sigur Rós, Jónsi, juga terlihat aktif dalam proyek solo kariernya.

Sigur Rós dibentuk pada tahun 1994 di Islandia oleh tiga pemuda yang menjadikan musik sebagai bagian penting dalam hidup mereka. Jika diartikan ke dalam bahasa Inggris, Sigur Rós memiliki arti “Victory Rose”. Diketahui bahwa nama Sigur Rós sebenarnya diambil dari nama adik Jónsi, yakni Sigurrós yang lahir beberapa hari sebelum band ini terbentuk. Di awal perjalanan kariernya, Sigur Rós kerap kali disangka sebagai sebuah band dengan penyanyi perempuan. Kesalah pahaman ini terjadi karena karakteristik suara falsetto dari Jónsi yang dianggap sangat menyerupai suara perempuan. Keunikan tersebut membawa Sigur Rós berhasil untuk mendapatkan kerja sama dengan sebuah label rekaman lokal, Sugarcubes. Bersama Sugarcubes, di tahun 1997 Sigur Rós akhirnya merilis album pertama mereka berjudul Von.dan disusul dengan sebuah album remix di tahun 1998 berjudul Von brigði. Di tahun yang sama Sigur Rós juga mengumumkan formasi baru dengan bergabungnya Kjartan Sveinsson sebagai pemain keyboard.

Di kancah lokal, kehadiran Sigur Rós melalui album perdananya mendapatkan sambutan yang hangat dan positif. Namun, Sigur Rós baru bisa mendapatkan pengakuan sebagai salah satu band berkualitas secara internasional di tahun 1999 melalui album keduanya yang berjudul Ágætis byrjun. Selama rentang tahun 1999 hingga 2001, album kedua dari Sigur Rós ini kerap kali jadi bahan perbincangan dari mulut ke mulut. Bahkan pada awal perilisannya, Sigur Rós mendapatkan atensi yang positif dari berbagai kritikus dan media musik internasional. Apresiasi baik tersebut bahkan membawa nama Sigur Rós terpilih untuk tampil sebagai band pembuka untuk musisi dan kelompok musik yang lebih dulu masuk ke dalam kategori papan atas seperti Radiohead.

Sigur Rós kembali berhasil mengulang kesuksesan dalam pencapaian karier sebagai musisi melalui album keempatnya yang berjudul Takk… yang rilis di tahun 2005. Kesuksesan tersebut salah satunya berhasil diraih Sigur Rós berkat single kedua berjudul Hoppípolla yang juga masuk sebagai salah satu nomor pada album berisi 11 lagu ini. Lagu tersebut juga semakin membawa peningkatan untuk kesuksesan komersial Sigur Rós. Hoppípolla sempat digunakan untuk trailer acara dokumenter garapan BBC Planet Earth di tahun 2006 serta digunakan juga sebagai lagu penutup untuk ajang kompetisi sepak bola Inggris, FA Cup. Beberapa produksi film juga sempat menggunakan single tersebut yang sempat rilis di tahun 2006 hingga tahun 2011, seperti Penelope, Children of Men, Slumdog Millionaire, Earth, serta We Bought a Zoo. Kritikus dan media musik juga cukup memberi apresiasi positif serta membicarakan tentang arah musik eksperimental eklektik khas Sigur Rós yang kini lebih terdengar bernuansa layaknya opera rock pada album keduanya tersebut.

0 COMMENTS