Silampukau Kenalkan Lagu Baru yang Menenangkan

Silampukau Kenalkan Lagu Baru yang Menenangkan

  • By:
  • Rabu, 14 July 2021
  • 128 Views
  • 1 Likes
  • 6 Shares

Cukup lama tidak terdengar, Silampukau memutuskan untuk kembali untuk menghadirkan sebuah karya yang diharapkan dapat meringankan lara di masa pandemi. Karya baru yang dibawa oleh Silampukau ini hadir dengan judul Dendang Sangsi. Biasanya bermain lagu folk dengan sentuhan balada, kali ini Silampukau hadirkan sesuatu yang beda dalam lagu Dendang Sangsi yang rilis pada akhir Juni lalu.

Dalam lagu Dendang Sangsi, duo folk asal Surabaya ini menghadirkan elemen musik khas Indonesia lainnya, seperti dangdut sebagai bagian dari aransemennya. Elemen musik dangdut tersebut diwakili oleh kehadiran alat musik ketipung, suling, kentrung, dan jenis tetabuhan lainnya. Silampukau menjelaskan bahwa dangdut merupakan elemen musik yang dekat dengan masyarakat Indonesia secara luas yang juga hadir sebagai mekanisme pertahanan diri bagi kebanyakan orang.

Mekanisme pertahanan diri yang lahir dari representasi musik dangdut ini memperkuat tujuan Silampukau dalam menggarap lagu ini. Lagu Dendang Sangsi ditulis oleh Silampukau untuk menghadirkan rasa tenang dan bahagia di tengah kondisi sosial yang kini sedang mencekam. Dalam siaran pers, Silampukau berbicara mengenai lahirnya lagu Dendang Sangsi ini 

“Seluruh permasalahan pelik kehidupan, seluruh problem yang mustahil dipecahkan sekali pun, bisa tertanggungkan sementara kita berjoget. Bukan untuk melupakan permasalahan, sama sekali bukan. Sekedar meringankan kecemasan. Sebutir analgesik bagi hidup yang celaka. Tetaplah bertahan, kawan-kawan, penderitaan masih panjang.” ungkap Silampukau yang menjelaskan hadirnya Dendang Sangsi di pertengahan tahun 2021 ini. 

Mungkin bagi beberapa penikmat musik yang mengikuti sepak terjang Silampukau, lagu Dendang Sangsi ini dianggap sebagai sebuah persembahan yang berbeda. Padahal jika dicermati, komposisi musik dari instrumen serta liriknya masih membawa napas yang sama dengan karya-karya Silampukau terdahulu Silampukau merupakan proyek duo indie folk garapan Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening. Sedari awal terbentuk di tahun 2008, Silampukau sudah lekat dengan citra sebagai kelompok musisi yang memainkan musik sendu dengan lirik-lirik kritis.

Lahirnya Silampukau ini datang dari gagasan Kharis Junandharu yang bosan untuk bermusik dalam format grup yang personelnya lebih dari dua orang. Selain itu, buntunya proses bermusik yang dijalani oleh Kharis Junandharu bersama band terdahulunya menjadi salah satu pemantik untuk memulai proyek musik yang berbeda. Untuk Eki Tresnowening, dalam dunia musik dirinya lebih sering bergulat di balik panggung. Sebelum menjadi salah satu di antara dua personel Silampukau, Eki Tresnowening dikenal dengan profesinya sebagai manajer band. Namun, saat tawaran untuk membentuk Silampukau datang, Eki Tresnowening merasa tertantang untuk menjajal kemampuan bernyanyinya dengan vokal bariton.

Pertemuan Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening ini terjadi ketika mereka berdua berkolaborasi dalam gelaran orkes keroncong binaan Jathul Sunaryo, tokoh keroncong di Kampung Petemon. Seusai tampil, keduanya sepakat untuk bergabung dalam sebuah nama Silampukau. Menurut KBBI, Silampukau berarti kepodang, atau burung kuning keemasan yang indah dengan memiliki kicauan yang sangat merdu. Sejak resmi bergabung di bawah nama Silampukau, Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening segera masuk ke studio untuk merekam single perdana mereka berjudul Berbenah. Proses rekaman dilakukan secara swadaya. Baik Kharis Junandharu maupun Eki Tresnowening membiayai seluruh proses rekaman dari kocek pribadinya. Rilisnya single tersebut hadir sebagai sebuah tanda keseriusan Silampukau dalam bermusik. Salah satu misi Silampukau adalah mengembalikan citra Surabaya sebagai markasnya musik folk, musik rakyat yang penuh dengan kesederhanaan, kepolosan, dan jujur apa adanya.

Image courtesy of SIlampukau

0 COMMENTS