Polka Wars

Single 'Suar' Lantangkan Album Baru Polka Wars dengan Bumbu yang Berbeda

  • By: NND
  • Sabtu, 8 June 2019
  • 961 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Setelah mengisi tengah tahun 2018 dengan merilis double-single "Rekam Jejak" dan "Mapan", serta single "Mandiri" pada penghujungnya, unit indie rock asal ibukota, Polka Wars, kembali membeberkan karya terbaru mereka, sebuah single bertajuk "Suar" resmi dirilis berdekatan dengan bulan suci lalu.

Melalui single teranyarnya, kelompok musik yang digawangi oleh Karaeng Adjie, Billy Saleh, Xandega Tahajuansya dan Giovanni Rahmadeva ini seakan membuktikan kekuatan ekplorasi musik mereka secara kolektif. Mendengarkannya, terasa jelas statement yang mereka depankan; bahwa album terbaru mereka, Bani Bumi, bukanlah sekedar proyek perorangan, melainkan sebuah akumulasi dari buah pikir mereka secara bersamaan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

#BANIBUMI ????Memanusiakan lagu. Melagukan manusia.???? - Bani Bumi dapat dibilang merupakan pengalaman dari apa yang kami alami sebagai manusia dan respon kami atas apa yang terjadi di lingkup kehidupan di wilayah personal masing-masing. - Melalui Bani Bumi kami lebih mengedepankan harmoni sebagai sang unsur utama dari tekstur serta lebih menghargai proses perumusan struktur, termasuk dalam penulisan lirik. Tak sedikit dari lagu-lagu di Bani Bumi terlahir melalui proses penulisan lirik yang panjang serta cenderung kontemplatif. Meski begitu Bani Bumi masih menyediakan ruang-ruang kekeliruan yang dibiarkan dengan tujuan ‘memanusiakan lagu’. Dalam kacamata lain, proses ini seolah mengingat kembali masa-masa pertama kali kami berkenalan dengan musik. 〰️ Sebagai penutup, Bani Bumi merupakan upaya kami dalam ‘melagukan manusia’. Di dalamnya kami berempat melagukan patah hati, redupnya nyala harapan, keinginan untuk mati, marah pada yang berkuasa, mempertanyakan kembali makna mapan dalam hidup, kepergian seseorang, rasa bahagia bercampur takut manakala memiliki seorang anak, hingga pernikahan di ambang perceraian dan berbagai hal lainnya yang mungkin pernah dirasakan oleh manusia mana pun di berbagai belahan bumi lain. - Itu lah pengantar sederhana kami berempat mengenai album kedua yang akan lahir pada bulan Juni nanti. Dan gambar di atas ialah representasi kondisi serta perasaan yang berhasil diterjemahkan dengan apik oleh Anindya Anugrah selaku perancang sampul #BANIBUMI. Untuk yang tidak sabar ingin mendengar, melalui medium seni ini kami ingin mengajak kalian memasuki terlebih dunia #BANIBUMI yang khaotik namun terbalut dengan berbagai keindahan. Kiranya kalian sabar menanti. - Salam, Billy, Deva, Karaeng & Xandega ❤️???????????? - Cover artwork by @_phantasien.

A post shared by Polka Wars (@polkawars) on

Tampil berbeda dari sejumlah single yang sudah mereka telurkan, "Suar" naik ke panggung dengan bumbu yang berbeda. Single ini tidak lagi bercerita tentang lingkungan sekitar atau kondisi dan fenomena eksternal dari keseharian sang penulis, melainkan lebih dibidik kearah yang pribadi—ke arah yang lebih internal dan personal. Setidaknya, seperti itulah "Suar", sebuah tembang yang dipenakan oleh sang drummer, Deva.

Menyelisik makna yang terkandung, lagu tersebut bercerita tentang kondisi di mana seorang manusia nampak harus mengambil "jarak" dengan Tuhan untuk dapat melihat bagaimana Tuhan dan dunia itu bekerja—juga untuk melihat sejauh mana diri sendiri ini mampu mengimbangi kehendak dan segala rencana-Nya. Berangkat dari pemahaman tersebut, "Suar" juga bercerita tentang hubungan manusia yang berhenti untuk "meminta".

“Mengenai keengganan manusia untuk meminta dan meminta lagi karena

tidak bisa mencerna mana yang merupakan obat, mana yang merupakan racun, dan mana yang merupakan jawaban, serta mana yang merupakan ujian.

'Suar' ialah titik netral dari sebuah perjalanan, di mana seorang manusia memilih untuk 'netral' dan bersandar pasrah terombang-ambing gelombang tenang dalam samudera yang luas,” papar Deva menakrifkan lagu yang ia tulis tersebut, dikutip dari siaran pers.

"Suar", dengan kata lain, seperti sebuah pertanyaan yang tak hendak dijawab.

Dalam menggarap single baru ini, ada anekdot yang muncul dari latarnya hingga naik menjadi single. Pada mulanya, "Suar" bukanlah sebuah nomor unggulan dalam runtutan lagu yang terkandung di dalam Bani Bumi, ia hanya dimaksudkan sebagai lagu sederhana pelengkap repertoar Bani Bumi. Menariknya, melalui tangan produser Lafa Pratomo, "Suar" menjadi subur dengan daya tariknya sendiri, hingga memiliki prospek untuk menjadi sebuah single.

Menyitir dari rilisan pers yang beredar, Lafa menyatakan pendapatnya dengan rendah hati, “(Namun) saya tidak pernah sepakat akan pernyataan itu, karena sejak awal mendengar, saya mendengar embrio magis dari Suar, hanya perlu dibiarkan tumbuh saja."

Salah satu aspek penting dari keberhasilan "Suar" sebagai sebuah lagu hadir dari kontribusi Sandrayati Fay di lagu tersebut. Lafa sendiri mengakui bahwa trek "Suar" seperti tercipta khusus untuk dilengkapi oleh Sandrayati Fay.

"Saya hanya merasa sel-sel tubuh saya mendapat titah entah dari mana untuk menyebut nama Sandrayati. Dan rupanya Sandrayati adalah jawaban dari embrio magis yang sejak awal selalu saya yakini,” tutup Lafa Pratomo.

Setelah melewati proses pengerjaan selama setahun, Bani Bumi, album terbaru mereka, telah rampung disusun. Bani Bumi merumahi 13 trek, sudah termasuk di dalamnya sepasang intro dan outro. Album ini melanjutkan diskografi album mereka sebagai yang kedua, di mana sebelumnya meluncurkan Axis Mundi, album debutnya pada tahun 2015 silam.

Trek berdurasi empat menit 24 detik itu sudah bisa kalian dengarkan melalui channel YouTube resmi dari Polka Wars, atau dari layanan streaming musik pada umumnya. Simak "Suar" melalui video di bawah ini:

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
79 views
superbuzz
243 views
superbuzz
276 views