SLAYER: Angkat Bicara Soal Foto Bersama Donald Trump

  • By: NTP
  • Jumat, 27 January 2017
  • 3921 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dukungan dari musisi dan band bagi politikus adalah fenomena yang sering terjadi menjelang pemilihan umum, tak terkecuali di Amerika Serikat. Berbeda dengan bintang pop, band dan musisi beraliran cadas umumnya cenderung bersikap kontra dan apolitis terhadap politik praktis. Walau tak jarang juga beberapa musisi dan band menyatakan dukungan kepada politikus tertentu.

Kali ini, bassis-vokalis Slayer, Tom Araya, mengunggah gambar hasil edit berisi pose bersama Presiden Donald Trump yang sedang mengacungkan devil horns. Gambar yang pertama kali diunggah Araya saat inagurasi presiden tanggal 20 Januari lalu tersebut menyampaikan pesan ambigu. Setelah dihapus, pada (24/1) foto yang memuat line-up klasik Slayer (bersama Dave Lombardo dan Jeff Hanneman) itu pun kembali terpampang di akun Instagram Slayer.

 

“Percaya atau tidak, adalah saya, Tom Araya, yang mengunggah gambar tersebut pada 20/1, karena saya pikir gambar itu lucu,” kata Araya dalam teks gambar tersebut.

“Saya tercengang melihat komentar-komentar atas gambar itu, ada yang positif dan negatif, yang lebih mengagetkan lagi adalah dalam waktu dua jam, gambar itu disukai sebanyak 10.000 kali. Tapi tak pernah terpikirkan sebelumnya bagaimana gambar itu memancing komentar para ‘snowflakes’ tentang presiden yang baru. Suka atau tidak, dia adalah presiden. Keesokan paginya saya baru tahu bahwa gambar tersebut sudah dihapus, ada yang bisa jelaskan mengapa?,” tutur Araya panjang lebar.

Snowflakes adalah ejekan untuk kaum liberal muda. Hinaan ini mulai populer di media sosial sejak penyisihan capres Amerika Serikat tahun 2016. Araya juga membalas beberapa komentar dengan menuliskan definisi snowflakes di Urban Dictionary, yaitu:

“Orang yang terlampau sensitif, tidak mampu menghadapi opini yang berbeda. Orang-orang ini sering berkumpul di ‘zona aman’ (safe zones/safe space) di kampus-kampus.”

Tak hanya itu, Araya juga berterima kasih pada semua akun yang telah berkomentar pada gambar tersebut. Araya pun menambahkan bahwa hal-hal seperti ini lah yang dapat memicu hoax dan berita palsu.

“Terima kasih untuk semua komentar kalian… berita bohong dimulai dari hal seperti ini., padahal tak sekalipun saya menyatakan dukungan untuk Trump… dan dengan asumsi saya berkomentar atas nama Slayer, tujuan gambar ini sudah tercapai…yaitu untuk membuat kalian marah,” tulis Araya.

Dalam pernyataan resminya, Slayer dengan tegas menyatakan bahwa pendapat tersebut adalah opini pribadi Araya dan tidak mewakili kuartet tersebut. Slayer juga menambahkan bahwa gambar seperti itu tidak seharusnya ada di laman media sosial resmi mereka.

“Kami masing-masing memiliki pendapat pribadi, beberapa diantaranya pernah kami utarakan sebelumnya, tapi Slayer tidak pernah menyatakan dukungan untuk partai politik atau politikus manapun, dan kami akan tetap mempertahankan hal tersebut,” papar Slayer.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
171 views
supershow
1182 views
superbuzz
955 views