Sleaford Mods Rilis Album Baru: Tentang Kritik Politik dan Pandemi

Sleaford Mods Rilis Album Baru: Tentang Kritik Politik dan Pandemi

  • By: SMID
  • Jumat, 26 February 2021
  • 105 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Duo punk asal Inggris, Sleaford Mods, melahirkan karya baru pada tahun 2021. Duo yang beranggotakan Jason Williamson dan Andrew Fearn tersebut meluncurkan album studio ke-11 pada 15 Januari lalu.

Album anyar tersebut diberi tajuk Spare Ribs oleh Sleaford Mods yang merilisnya melalui label independen asal Inggris, Rough Trade. Disebutkan bahwa album ini direkam dalam waktu tiga minggu selama masa isolasi akibat pandemi pada tahun lalu.

Meski nama Sleaford Mods tidak terlalu terdengar di industri musik mainstream, album baru mereka mendapat penilaian baik dari beberapa media besar.

Ambil contoh The Guardian yang memberi album baru Sleaford Mods dengan bintang 4 dari 5. Album yang banyak bertemakan tentang kritik kepada pemerintah atas lambannya respons penanganan terhadap pandemi COVID-19 ini disebut punya porsi kritik yang pas.

"Sleaford Mods berpikir bahwa kita semua adalah tulang rusuk: makanan ternak kanon, dapat dibuang di mata pemerintah yang merespons terlalu lemah, terlambat, terhadap pandemi. Kelas penguasa, Jason Williamson menyarankan, secara terus menerus mengorbankan yang tidak berdaya untuk memberi makan pendapatan negara (PDB)," tulis The Guardian.

Kepada NME, Sleaford Mods menjelaskan bahwa inspirasi dari tajuk album ini berasal dari gagasan tentang jumlah orang yang meninggal akibat gelombang pertama virus corona. Bagi Sleaford Mods, nyawa manis kerap dijadikan pengorbanan untuk melindungi para kaum elit.

"Selama masa lockdown, saya semakin berpikir lebih dalam dan jauh. Saya mulai memikirkan saya, masa kecil saya, keluarga saya," ujar Williamson kepada NME.

“Orang tua saya meninggal saat masih sangat muda dan Anda dapat memaafkan mereka karena melakukan kesalahan, tetapi itu cukup suram. Ada banyak masalah rumah tangga dalam keluarga. Anda bisa melihatnya. Anda bisa merasakannya. [Dengan album ini], saya ingin mengatasi klaustrofobia, kekecewaan," jelas sang pentolan Sleaford Mods.

Williamson lantas coba menghubungkan antara frustasi masa kecilnya dengan masa isolasi saat lockdown melalui album Spare Ribs. Rasa kekecewaan terhadap pemerintah Inggris khususnya dalam penanganan terhadap COVID-19, semakin memperkuat daya kreativitas Williamson dalam membuat album ini.

Secara khusus juga Sleaford Mods mengkritik pemerintah yang pilih-pilih dalam memberi penanganan di mana masyarakat kelas atas atau para elit mendapat perlakukan kelas wahid, sementara masyarakat lain terlebih para tunawisma dibiarkan begitu saja seperti rempah-rempah.

"Dengan jumlah orang yang meninggal akibat Covid di negara ini karena pemerintah tidak melakukan apa-apa," ujar Williamson.

Dia menjelaskan bahwa ketika mereka kembali dari tur Australia mereka pada pertengahan Maret, ketika pandemi yang parah terjadi, “Heathrow baru saja meninggal, tidak ada pemeriksaan, tidak ada pendaftaran, tidak ada. Itu sangat aneh. Yang mereka pikirkan hanyalah model ekonomi. Jumlah tunawisma di sekitar [Nottingham] - Saya tahu beberapa dari mereka - mereka semua mantan tahanan, karena rempah-rempah, dan tidak ada yang peduli. Itu tenggelam atau berenang; yang terkuat bertahan. Kita semua punya tulang rusuk (spare ribs), tergantung pada status keuangan kita," tegasnya.

Dalam album ini, Sleaford Mods juga menggandeng musisi lain yaitu Bily Nomates dan Amy Taylor dalam (Amyl & the Sniffers). Bersama Amy Taylor, Sleaford Mods berkolaborasi dalam single berjudul Nudge It yang rilis pada 15 Januari lalu bersamaa dengan album baru ini.

Nudge It hadir dengan video musik yang disutradarai oleh Eddie the Wheel di mana Sleaford Mods membawakan lagu tersebut saat berjalan-jalan di jalanan kosong, dengan beberapa efek kamera yang membuat prosesnya terasa seperti herky-jerky. Di tengah jalan, Taylor "menelepon" untuk menyampaikan bagiannya dari lagu tersebut.

Dalam wawancara bersama Rolling Stones, Sleaford Mods menjelaskan tentang lagu Nudge It. “Bayangkan Anda memiliki pilihan terbatas, tidak yakin bagaimana Anda mendapatkan minggu itu, melihat keluar jendela dari flat lembab yang tidak ingin Anda tinggali masuk, dan melihat banyak pose melakukan pemotretan karena 'arsitektur keren bro, kami merasakan sakitmu," ujarnya.

Adapun, album Spare Ribs melanjutkan album Sleaford Mods sebelumnya, Eton Alive yang rilis pada 2019. Secara umum, ada sebagian besar materi album Spare Ribs ditulis sebelum pandemi COVID-19 melanda, namun situasi pandemi banyak memberi inspirasi.

Bagi Sleaford Mods, industri musik yang terkena dampak karena banyaknya pertunjukan musik hingga acara lain tidak bisa berlangsung memang menjadi perhatian mereka. Namun, Sleaford Mods juga dengan jelas menunjukkan keresahan mereka akan ketimpangan sosial dalam penanganan wabah yang dilakukan oleh pemerintah.

“Jelas terlihat bahwa sektor hiburan akan dihentikan, karena orang tidak bisa berkumpul untuk pergi dan menonton band secara langsung, dan di situlah pendapatan kami, musik live, pertunjukan musik, tur; di situlah kami menghasilkan uang," kata Sleaford Mods.

“Jadi, itu mengkhawatirkan tentang bagaimana industri musik akan berjalan dengan baik. Tapi selain itu, secara umum, kami benar-benar frustrasi dengan politik dan hal tentang itu dan jelas situasi yang muncul dengan selalu berada di rumah sepanjang waktu. Kau harus memikirkan itu," tegas Sleaford Mods.

Terdapat 13 nomor lagu yang dihadirkan Sleaford Mods dalam album Spare Ribs. Berikut nomor-nomor dari album terbaru Sleaford Mods:

The New Brick

Shortcummings

Nudge It (featuring Amy Taylor)

Elocution

Out There

Glimpses

Top Room

Mork n Mindy (featuring Billy Nomates)

Spare Ribs

All Day Ticket

Thick Ear

I Don't Rate You

Fishcakes.

 

Image source: Instagram/Sleaford Mods

0 COMMENTS