soloensis

Lapisan Distorsi di Debut Soloensis, 'Berlapis'

  • By: NND
  • Kamis, 27 February 2020
  • 398 Views
  • 2 Likes
  • 2 Shares

Berdiri di tahun 2008, Soloensis bukanlah band "kemarin sore" di kancah musik lokal. Tapakan eksistensi mereka bisa dilacak melalui album debut pada tahun 2014 (self-titled), juga sempat terlibat dalam pentas-pentas besar seperti Synchronize Fest dan Archipelago.

Sekarang, mereka seperti hidup kembali, renkarnasi, seperti manusia purba yang terlahir kembali di era millenials. Kembalinya mereka tidak dengan tangan kosong, melainkan sebuah album baru bertajuk Berlapis. Dengarkan di bawah ini:

Formasi Soloensis dilengkapi oleh Faisal Ismunandar (drum), Pungkas Pinundi (bass), Alvi Rukmana (gitar), Gema Isyak (vokal-gitar). Mereka melepas Berlapis apa adanya: sekelompok pemuda yang hadir lengkap dengan segala permasalahannya, merasa "butuh memiliki dalih untuk menjawab keresahan mereka itu".

Singkat kata, grup blues rock/rock n' roll ini mengemas Berlapis sebagai sebuah argumentasi. Mereka berargumentasi dengan diri sendiri, mengupas habis segala masalah, puji syukur, dan apapun itu yang dalihnya bisa digunakan untuk mencapai rasa damai dengan diri sendiri.

"Mengapa kami hanya bisa sedikit memberi definisi tentang album ini? Karena kami sangat perlu mendapat definisi juga dari para pendengar atau pecinta, alasan ini juga cara kami agar tidak jumawa alias besar diri, musisi yang sudah menghasilkan album tidak pantas di kultuskan, tidak 100% benarnya, hanya curhat receh yang dikonsep dan dikemas," terang Soloensis.

Sepuluh nomor dalam repertoar padat yang berasal dari dalam diri, lika-likunya sedap disantap oleh mereka sendiri. Sorotannya? Lirik-lirik yang saling berjalin, dirajut juga dengan gubahan musik yang terdengar lebih segar dari album sebelumnya.

Lebih segar jadinya karena energi yang dipikul lebih tinggi lagi. Umpan silang gitarpun lebih intens, lebih bersinergi pula. Bass dijaga stabil, sedang permainan drum didorong lebih kreatif dengan segala variasinya. Halaman vokal juga menjadi lebih harmonis--lebih terkesan "bernyanyi" dari rilisan mereka sebelumnya.

Soloensis akhirnya membuktikan bahwa curhat mereka, sebagaimana pendengar ingin menginterpretasikannya, merupakan sebuah curhatan yang perlu kalian dengarkan.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
16 views
superbuzz
196 views
superbuzz
725 views
superbuzz
172 views