Soloensis

Soloensis Bicara Tentang Pergulatan Batin di dalam Album Berlapis

  • By:
  • Senin, 2 November 2020
  • 406 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Mulai terbentuk di tahun 2008, sebuah band rock asal Solo ini mengambil namanya dari nama salah satu spesies manusia purba yang pernah ada dan hidup di kawasan bantaran sungai Bengawan Solo, inilah Soloensis! Soloensis lahir dari buah kesepakatan dua orang saudara, Gema Isyak dan Pungkas Pinundi. Melalui Soloensis, keduanya ingin bercerita tentang segala hal yang dilihat dan dirasakan oleh mereka dan menyulapnya ke dalam bentuk musik cadas yang liar dan sarat akan distorsi.

Jauh sebelum Soloensis berdiri, Gema dan Pungkas sudah mengenal musik rock sejak mereka masih belia. Perkenalan mereka dengan genre musik tersebut hadir berkat peran orang tua yang gemar memainkan lagu-lagu The Beatles. Terbiasa mendengarkan lagu setiap saat, membuat mereka berdua tumbuh bersama musik. Seiring berjalannya waktu, mereka pun mulai memperluas pengetahuan musik yang mereka punya, terutama untuk musik rock. Tampaknya, mereka berdua sudah menjadikan musik sebagai bagian dalam hidup yang tidak bisa terpisahkan.

Masuk ke tahun 2008, kedua saudara tersebut resmi mendirikan Soloensis. Pada awalnya, musik-musik Soloensis sangat terinspirasi dari katalog musik rock yang beken di tahun 1970-an, seperti Led Zeppelin sampai AC/DC. Awal mula aksi panggungnya, Soloensis kerap memainkan ulang atau melakukan cover dari kelompok musik yang jadi kiblatnya tersebut. Terus melakukan eksplorasi musik, akhirnya Soloensis berhasil merilis album perdana mereka. 

Merayakan musik rock di dalam tubuh mereka, Soloensis yang terdiri dari Faisal Ismunandar (drum), Pungkas Pinundi (bass), Alvi Rukmana (gitar), dan Gema Isyak (vokal, gitar) baru baru ini merilis album penuh keduanya berjudul berlapis. Melalui album ini, Soloensis ingin bercerita tentang keresahan yang dirasakan oleh mereka sembari menjelaskan proses untuk melawan permasalahan tersebut melalui cara berdamai dengan diri sendiri. Narasi tentang perlawanan batin yang dirasakan di dalam tubuh Soloensis hadir dalam bentuk 10 lagu yang masing-masingnya saling berhubungan untuk menghadirkan keselarasan dalam bercerita.

Lirik yang ditulis Soloensis untuk setiap lagu di dalam album ini merupakan gambaran besar terhadap respon dari masing-masing member tentang fenomena yang mereka lihat dan rasakan. Respon ini bersifat personal. Soloensis pun menyatakan bahwa lirik-liriknya tersebut bukan tentang kebenaran, melainkan sebuah opini untuk memantik argumentasi yang lebih sehat dan masuk di nalar.

Dari sisi musik, Soloensis masih konsisten untuk menghadirkan nuansa yang enerjik. Album berlapis ini juga jadi sebuah pembuktian bagi perkembangan yang dialami oleh Soloensis dari sisi musikalitasnya. Dibandingkan dengan album pertama yang rilis di tahun 2019, Soloensis memaksimalkan harmonisasi dari seluruh instrumen yang dimainkannya. Mulai dari duet gitar yang lebih menonjol dan tajam, pukulan drum yang lebih padat dan variatif yang seirama dengan petikan bass, serta vokal yang mengalir.

Untuk artwork sampul album Berlapis, Soloensis bekerja sama dengan Umar Khalif. Pada artworknya, terlihat jelas menampilkan sebuah ilustrasi gunung. Wujud gunung diambil karena Soloensis cukup menyukai elemen Gunungan yang ada di setiap pagelaran wayang kulit. Di pementasan wayang kulit tersebut, Soloensis memahami bahwa gunungan merupakan simbol dari kehidupan. Selaras dengan tema albumnya yang membahas tentang pergulatan batin kehidupan, ilustrasi berbentuk gunung ini dirasa pas untuk mewakili musik-musiknya.

Sebagai bentuk perayaan atas rilisnya album Berlapis, Soloensis pun menggelar konser virtual yang sempat ditayangkan secara live. Konser daring ini merupakan hasil kerja sama antara Soloensis dan Virtual Stage TV Semarang. Konser berdurasi satu jam ini masih bisa dinikmati secara bebas di kanal Youtube Virtual Stage TV.

Tracklist album Berlapis dari Soloensis

  • Sudah Bisa Didengarkan di Spotify
  • Kalah menang
  • Enak Jaman Siapa
  • Mabok Halusinasi
  • Nyalakan Rayakan
  • Jalan Tengah
  • Yakin
  • Main Ke Masa Silam
  • Bertemu Semestinya
  • Hari Pagi
  • Youth II (feat. Asteriska & Said Abdullah )
0 COMMENTS