Sorry Rilis Dua Single Penuh Harapan di Masa Pandemi

Sorry Rilis Dua Single Penuh Harapan di Masa Pandemi

  • By:
  • Selasa, 13 April 2021
  • 38 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tampaknya sulit untuk menghadirkan batas bermusik di ranah musik alternative rock saat ini. Setiap musisi mencoba untuk menghadirkan karakteristik dan identitas yang unik dan beda di setiap karya-karyanya. Begitu juga yang dilakukan oleh Sorry. Band indie rock asal Inggris ini baru saja merilis dua single sekaligus dengan nuansa yang cukup terasa jauh jika harus diasosiasikan sebagai musik rock. Kedua single tersebut dirilis Sorry pada pertengahan Maret lalu berjudul Cigarette Packet dan Separate.

Jika harus dibandingkan dengan musik rock, kedua single yang ditawarkan oleh Sorry, baik Cigarette Packet maupun Separate terdengar digarap dengan proses kreatif dan eksploratif yang cukup masif. Asha Lorenz selaku salah satu anggota Sorry menjelaskan di dalam sebuah wawancara bahwa pendekatan kreatif tersebut datang dari banyaknya waktu luang di masa pandemi Covid-19. Awalnya, eksplorasi musik tersebut dilakukan sebagai salah satu aktivitas menyenangkan bagi seluruh kelima anggota Sorry untuk mencari inspirasi sekaligus melepas penat dalam melakukan isolasi mandiri. Namun, akhirnya seluruh anggota Sorry sepakat untuk melanjutkan tahap eksplorasi tersebut dan menuangkannya ke dalam sebuah lagu yang direkam secara terpisah di rumah masing-masing personel.

Asha Lorenz mengaku bahwa proses kreatif yang dilakukan Sorry tentunya akan berujung menjadi sebuah produk yang relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Oleh karena itu, departemen lirik yang ditulis oleh Sorry, baik untuk Cigarette Packet maupun Separate dibuat dengan simple dan repetitif, namun memuat pesan agar setiap orang dapat mampu bersabar dan bertahan untuk hidup di tengah masa pandemi. Sorry mengakui bahwa kedua single ini merupakan buah hasil pikiran mereka selama tahun 2020 dan demi menghadirkan harapan baru di tahun yang baru, maka mereka memutuskan untuk merilis dua single sekaligus. 

Dalam menggarap kedua single-nya, banyak aspek non musikal yang jadi inspirasi Sorry. Pertama untuk lagu berjudul Separate, Asha Lorenz mengakui bahwa dirinya terinspirasi dari novel berjudul Crash karangan J.G. Ballard. Menurut salah satu anggota di dalam tubuh Sorry tersebut, novel Crash seakan menjadi sebuah karya sastra yang ditulis dari sebuah pikiran yang kacau. Oleh karena itu, Sorry ingin menghadirkan konsep visual yang dapat merepresentasikan makna di balik lagunya. Representasi tersebut hadir dalam bentuk permainan warna dan potongan gambar yang memiliki sekuens cepat, demi menghadirkan keselarasan dengan tempo yang digarap oleh Sorry dalam lagu tersebut. Sedangkan untuk lagu berjudul Cigarette Packet, Sorry juga sudah merilis secara resmi video klipnya. Berbicara mengenai kehidupan dalam suatu kondisi yang sulit untuk bergerak, Sorry menggunakan gestur sebagai bentuk representasi dari banyaknya informasi yang perlu dicerna di masa pandemi ini.

Sebagai kelompok musisi, Sorry juga ikut berkontribusi dalam penggalangan dana untuk masyarakat Inggris yang terkena dampak secara ekonomi. Sorry merealisasikan kontribusi tersebut dengan cara merilis sebuah album live berjudul A Night at The Windmill. Album live tersebut merupakan rekaman audio dari aksi panggung mereka di Windmill Brixton, London. Album live tersebut dirilis secara terbatas oleh label rekaman yang menaungi mereka, Domino Records. Seluruh hasil penjualan album tersebut disalurkan kepada pihak Windmill Brixton yang merupakan salah satu venue konser ikonis di Inggris yang sedang mengalami kesulitan secara ekonomi. Selain itu, Sorry juga ikut serta dalam kompilasi album Group Therapy Vol. 1 yang digalangkan untuk donasi kepada tenaga medis di Inggris. Dalam kompilasi tersebut, nama-nama seperti Shame, Porridge Radio,, Deep Tan, Gengahr, Pixx, hingga 404 Guild juga ikut serta membantu inisiasi donasi dengan menyumbangkan karya mereka di tahun 2020.

Di luar kegiatan amal yang dilakukan, Sorry juga berhasil merilis album debut mereka di bawah naungan Domino Records pada Maret 2020 lalu berjudul 925. Sorry mengakui bahwa mereka membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menyelesaikan proses produksi dari album perdananya. Beruntung bagi Sorry, 4 tahun tersebut terbayar dengan respon positif yang datang dari berbagai pihak di industri musik Inggris. Kritikus dan media musik memberikan ulasan positif berkat komposisi musik yang dianggap cukup inovatif. 

 

Image courtesy of Wonderland Magazine

0 COMMENTS