Space Comma Space

Space Comma Space Ajak Merenungi Waktu Lewat Double Single Anyar

  • By:
  • Sabtu, 30 January 2021
  • 129 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Space Comma Space kembali menghadirkan karya baru. Kolektif musik asal Jakarta yang dibentuk oleh Adil Akbar sebagai penyanyi penulis lagu dan Adiguna Palinrungi sebagai multi-instrumentalist mengeluarkan double single bertajuk A Deeper Blue / (When Summer Falls to Winter) I Spring to You.

Double single ini dimaksudkan Space Comma Space sebagai rilisan penutup tahun 2020. Tembang ini merupakan lanjutan dari Space Comma Space setelah merilis double single Pale in Time / Loveless, Malaise—yang bernuansa melankolis—pada Oktober lalu.

Dalam double single ini, Space Comma Space menunjukkan sisi musik yang lebih energetik dan kasar, dibanding single sebelumnya. Dari segi lirik, Space Comma Space masih berkutat pada renungan akan waktu.

Namun, bila di single sebelumnya Space Comma Space merespons berjalannya waktu sebagai hal yang melankolis dan lambat, pada double single ini Space Comma Space merespons berjalannya waktu yang cepat dengan kefrustasian dan amarah.

Keputusan untuk menggabungkan kedua lagu dalam paket double single datang dari kesatuan tema dalam lirik. A Deeper Blue—lagu dan liriknya ditulis oleh Adil Akbar pada 2018—berkisah tentang seorang pria yang terlalu tergesa-gesa dalam mendekati pujaan hati, sehingga segala rencana dan ekspektasi yang ia bangun runtuh sebelum terlihat hasilnya.

Sedangkan untuk (When Summer Falls to Winter) I Spring to You—lagu ditulis oleh Adil Akbar dan Adiguna Palinrungi, lirik ditulis oleh Adil Akbar—bercerita tentang waktu dengan pendekatan konseptual. Tentang waktu yang selalu berganti dan bagaimana manusia selalu beradaptasi dalam menyikapi musim-musim yang berganti.

"Dari segi lirik, kami masih berkutat pada renungan akan waktu. Kami coba merespons berjalannya waktu yang cepat dengan kefrustasian dan amarah," tulis Space Comma Space dalam keterangan resminya.

Dalam double single ini, Space Comma Space turut dibantu oleh Rafi Krisananda pada drum dan suara latar di lagu I Spring to You. Selain terlibat dalam proses bermusik, Rafi Krisananda juga bertanggung jawab dalam pengerjaan cover artwork.

Satu hal yang menarik, proses rekaman kedua lagu ini dikerjakan dalam beberapa kali sesi rekaman. Yakni, di setiap pertengahan tahun 2017-2019: tiap kali Adil Akbar berkunjung ke Jakarta—di tengah liburan musim panas—selama berkuliah di New York, Amerika Serikat.

Sesi studio yang dilakukan di Als Studio ini dibantu oleh Dimas Martokoesoemo, Wendi Arintyo, dan Refo Ramadhan sebagai sound engineer. Proses mixing juga dikerjakan oleh Dimas Martokoesoemo, sedangkan mastering dikerjakan oleh Tegara Hadinata.

Double single ini juga menjadi rilisan penutup tahun dari label musik Bureau Mantis—yang menaungi Space Comma Space. Dengan harapan, 2021 akan menjadi tahun yang meriah bagi label musik asal Jakarta ini; mengakomodasi lebih banyak musisi baru dalam ‘menelurkan’ karya.

Menurut perwakilan pihak Bureau Mantis, “Untuk tahun depan, telah disiapkan beberapa rilisan musik dari berbagai latar belakang dan jenis musik. Mulai dari hip-hop, lo-fi, sampai dengan ambient pop.”

Dok. Space Comma Space

Space Comma Space, Dari Pensi Menuju Industri Musik

Space Comma Space sudah terbentuk cukup lama, tepatnya pada 2014. Grup musik ini terbentuk berkat ide dari dua sahabat lama, Adil Akbar dan Adiguna Palinrungi. Keduanya punya kesamaan akan genre musik yaitu dream pop, shoegaze, dan baroque pop- keduanya melanjutkan perjalanan bersama dengan membentuk Space Comma Space, dengan mengeksplorasi rasa cinta terhadap ragam genre yang mereka gandrungi tersebut.

Setelah enam tahun lamanya terbentuk dan hanya pentas di acara-acara sekolah, Space Comma Space akhirnya merilis materi perdana Space Comma Space yang dapat didengar di berbagai platform musik digital pada Oktober lalu.

Melalui double single bertajuk ‘Pale in Time’ dan ‘Loveless Malaise’, Space Comma Space mengajak berkenalan dan memperdengarkan arahan musik yang Space Comma Space sebut Malleable Rock, yaitu musik rock yang terbentuk oleh referensi-referensi musik yang beragam.

"Seperti di lagu Pale in Time yang terdengar ketukan 3/4 ala musik waltz dan klimaks penuh gitar elektrik dan synthesizer layaknya shoegazing sound. Sedangkan di lagu Loveless Malaise, terdengar perpaduan influence musik samba dan funk. Adapun pemilihan penggabungan dua lagu tersebut dalam ‘satu paket’ karena memiliki kesamaan tema dalam lirik, yaitu meditasi akan waktu dan perpisahan yang kental akan sudut pandang melankolis.” tutur Space Comma Space.

Rilisnya double single—yang memerlukan kurang-lebih tiga tahun pengerjaan—oleh Space Comma Space ini juga terwujud atas bergabungnya Space Comma Space dengan Bureau Mantis.

0 COMMENTS