Stand Atlantic Rilis Single deathwish Bareng Nothing, Nowhere

Stand Atlantic Rilis Single deathwish Bareng Nothing, Nowhere

  • By:
  • Jumat, 4 June 2021
  • 66 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Berdiri dengan semangat DIY (Did It Yourself), Stand Atlantic terus konsisten mewarnai industri musik Australia dan global. Setelah merilis album studio keduanya pada Agustus tahun lalu, unit pop punk yang berbasis di Sydney itu menghadirkan karya kolaborasi di tahun 2021.

Stand Atlantic membagikan proyek kolaborasi dengan penyanyi/emo-rapper asal Amerika Serikat, Nothing, Nowhere. Kedua musisi lintas benua dan negara ini menghadirkan lagu berjudul deathwish pada akhir April melalui Hopeless Records.

Menurut sang vokalis dan gitaris Stand Atlantic, Bonnie Fraser, makna lagu tersebut adalah pengingat kepada orang-orang untuk tidak mengambil pusing tentang pendapat orang lain. Dari lirik yang dibawakan, lagu ini memang terkesan memiliki nuansa cukup gelap.

"Deathwish berfungsi sebagai pengingat yang tak terlalu lembut untuk hal seperti jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain, percayalah pada diri sendiri dan kalian akan menjadi versi lebi baik daripada sebelumnya," ujar sang vokalis Stand Atlantic dilansir Kerrang.

"Jujur saja, saya pernah hampir mati karena terlalu memikirkan pendapat orang lain yang sebenarnya tidak peduli tentang diri saya. Harga diri saya jadi sangat rendah sehingga sering sekali saya harus melihat persetujuan orang lain sebelum melakukan sesuatu," tambahnya.

"Saya merasa seperti kehilangan jati diri dan saat itu diri saya hanya dikelilingi oleh deathwish (keinginan untuk meninggal), karena tekanan dari hal tersebut. Beruntung saat ini saya sudah kembali dan sama sekali tidak akan pernah peduli dengan komentar buruk dari orang lain," tuturnya.

Stand Atlantic juga sekaligus melepas video musik dari deathwish di kanal YouTube Hopeless Records. Untuk sebuah lagu yang melankolis dan terkesan gelap, Stand Atlantic terbilang menghadirkan video musik yang kontras dengan warna-warna cerah.

You make my head spin

God knows I can’t win

I don’t know what I'm doing

I think I got a fuckin’ deathwish

It's got me headsick

If I can’t win I'm losing

To a fucking deathwish

Stand Atlantic sendiri berdiri pada 2012 yang diinisiasi oleh Bonnie Fraser (lead vocals/rhythm guitar) dan Arthur Ng (lead guitar), lalu bergabung David Potter (bass), dan Jordan Jansons (drum). Awalnya unit kuartet ini bernama What It's Worth.

"Pada dasarnya saya bertemu dengan Potter yang merupakan bassist di grup band kami, dia dan saya sudah sering bekerja sama dalam proyek musik selama masa kuliah. Kemudian kami sama-sama bermain musik di band yang berbeda. Lalu kami ingin membuat hal yang berbeda dan segar. Di saat itu kami bertemu dengan Jonno dan kami akhirnya menjadi bertiga, lalu Stand Atlantic berdiri," kisah sang vokalis dilansir Amnplify.

Keempatnya mulai menulis materi lagu dan merekam lagu secara mandiri hingga akhirnya rilis debut single mereka pada Desember 2012 berjudul Bulletproof Vest. Lantas pada Mei 2013 mereka merilis EP perdana bertajuk Catalyst dengan rilisan fisik dan online. Mereka mendapat kesempatan mempromosikan EP ini dengan dua tur di Australia.

Pada awal 2014, mereka sepakat untuk mengubah nama band dari What It's Worth menjadi Stand Atlantic. Di bawah nama baru ini, mereka merilis single baru berjudul Breakaway yang sekaligus menandai musik baru dari mereka.

Setelah beberapa kali berganti personel, Stand Atlantic melebarkan sayap kariernya dengan bergabung bersama label rekaman indie asal Italia, Rude Records. Mereka menjadi band asal Australia pertama yang bergabung dengan label rekaman berbasis di kota Milan tersebut.

Namun, kerja sama dengan label ini tak berlangsung lama. Pada 2018 mereka bergabung dengan label Hopeless Records yang menjadi tempat Stand Atlantic merilis album debut bertajuk Skinny Dipping pada Oktober 2018. Album ini dirilis dalam bentuk CD, vinyl, dan juga digital.

Sepanjang tahun 2020, Stand Atlantic juga merilis secara berkala single-single baru seperti "Shh!" pada Februari 2020, lalu Drink to Drown pada April, kemudian Stand Atlantic melepas tembang baru berjudul Wavelength pada Mei 2020.

Perilisan lagu baru ini berlanjut dengan hadirnya lagu baru berjudul Jurassic Park pada Juni 2020. Album baru yang ditunggu-tunggu pun akhirnya hadir pada Agustus 2020 dengan tajuk Pink Elephant. Album Stand Atlantic ini debut pada posisi ke-23 di ARIA Albums Chart.

Sebagai band yang mengusung musik pop/rock punk, Stand Atlantic mengaku musik mereka besar dipengaruhi oleh band macam Blink-182 hingga The 1975. 

 

Image source: Instagram/Stand Atlantic

0 COMMENTS