STAND HERE ALONE: Tetap Berdiri Walau Ditinggal Sang Gitaris

  • By: OGP
  • Senin, 8 May 2017
  • 24060 Views
  • 0 Likes
  • 2 Shares

Sebuah band ibarat pilar. Tanpa pondasi yang kokoh, mustahil dapat berdiri tegak dalam mengarungi derasnya persaingan di belantika musik. Secara naluriahnya, bongkar pasang personel merupakan hal yang sudah biasa terjadi di anatomi grup musik. Bermacam-macam urusan pribadi jadi alasan utama mereka untuk memutuskan hengkang dari band yang telah membesarkan namanya tersebut. Hal ini juga tengah terjadi pada unit pop punk Stand Here Alone.

[bacajuga]

Band asal Bandung itu secara resmi mengumumkan bahwa sang gitaris Ocan tak lagi satu atap bersama armada Stand Here Alone. Ocan memilih hengkang dari band yang telah ia bentuk sejak medio 2010 lalu. Alasan keluanya dari band ditengarai karena masalah akademis. Ia memilih untuk meneruskan masa bakti pendidikannya. Hal ini tentu jadi pukulan bagi skuad Stand Here Alone, pasalnya mereka masih dalam fase pengerjaan album kedua yang dijadwalkan rilis tahun ini di bawah naungan label Hellprint Records.

Namun hal ini langsung diantisipasi oleh sang frontman Mbenk. Ia mempercayai posisi jabatan gitaris yang ditinggali oleh Ocan kepada Matien Fariano. Matien sendiri sudah akrab dengan scene melodic punk lokal. Sebelumnya ia adalah vokalis/gitaris grup melodic punk kawakan Closehead dan kini membentuk My Fusion Experiment. Tentu hal ini merupakan modal yang berharga untuk cepat beradaptasi bagi Matien selaku musisi pengganti. Sebelumnya, Stand Here Alone beranggotakan Mbenk (vokal, bass), Ocan (vokal, gitar), dan Chio (drum). Mereka sempat melepas album perdana berjudul Melodichildish yang rilis tahun 2014 lalu

Di kancah musik indie Bandung, Stand Here Alone kerap kali digadang-gadang sebagai suksesor band-band senior pop punk yang telah lebih dulu berjaya seperti Rocket Rockers dan Rosemary. Trio millennial ini memang tengah jadi buah bibir di kalangan musik bawah tanah, dan dengan lugas mereka memproklamirkan diri sebagai ‘melodic-punker’—istilah yang sudah melekat di tradisi pop punk Indonesia.

0 COMMENTS