Portal Music

Lamb of God

Suguhan Teror Monster dari Lamb of God di Lagu ‘Memento Mori’

  • By:
  • Jumat, 23 October 2020
  • 484 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Lamb of God membuka album ke 10 mereka yang rilis pada Juni 2020 lalu dengan ciamik sekaligus penuh nuansa horor lewat single dan video klip Memento Mori. Lagu ini merupakan line-up pertama dari album-self titled yang total berisikan 10 lagu.

Band dengan genre groove metal/metalcore tersebut menyertakan lagu Memento Mori dengan video klip yang tak biasa. Lamb of God menghadirkan nuansa horor dengan munculnya monster-monster di dalam video klip.

Bukan tanpa maksud Lamb of God menyajikan lagu dan video klip seperti itu. Band yang berdiri pada 1994 ini merupakan kritik mereka terhadap ketergantungan atas smartphone, komputer, dan televisi.

Menurut vokalis Lamb of God sekaligus pencipta lagu ini, Randy Blythe, Memento Mori menggambarkan situasi di mana teknologi bisa mendatangkan kabar buruk setiap saat. Namun berbagai teknologi tersebut bisa saja digunakan dengan baik, terutama untuk mendapatkan informasi baru. Randy juga merasa tetap penting untuk berinteraksi dengan dunia di luar layar.

"Masa-masa sekarang memang menakutkan, di masa hiper konektivitas dengan berita berisi kekacauan, kemarahan dan clickbait rendahan selama 24 jam per hari, belum lagi orang-orang kurang informasi yang berkoar-koar dan menyebarkan misinformasi dan kepanikan di media sosial, rasanya kita sering lupa bahwa kehidupan masa terus berkembang dan hal-hal baik masih terjadi setiap hari,” ujar vokalis Lamb of God, Randy Blythe.

"Saya menulis cerita video klip single ini beberapa bulan lalu untuk menggambarkan kekacauan dan sempitnya pandangan mental saat kita gagal terhubung dengan kenyataan, jika setiap saat yang kita lihat hanyalah bencana maka kita akan segera melihat monster di mana mana," jelasnya.

Memento Mori dari Lamb of God dibuka dengan nada yang tenang dan suara bernada rendah dari Randy. Bagian awal ini dibuka dengan adegan seorang pria tengah menyaksikan sebuah siaran berita di televisi.

Suasana hening dan tenang itu hanya berjalan hingga menit 1:38. Ditandai dengan suara lantang Rendy menyanyikan bagian lirik 'Wake up' yang dipadukan distorsi gitar, dan hentakan drum yang menggugah untuk melompat, video klip berubah menjadi horor dengan datangnya berbagai jenis monster yang meneror si pria yang menyaksikan televisi tadi.

"Monster-monster yang kami gunakan di klip tersebut adalah Sinister, kru haunted house/dark performance troupe yang berasal dari Richmond, Virginia yang saya temui di parade Krampus Nacht. Tradisi musik keras dan monster berkostum aneh di Richmond sudah berlangsung lama, kota ini memang dikenal sebagai kampung halaman GWAR. Saya sangat puas dengan hasil video klipnya,” tutup Randy.

Memento Mori sendiri merupakan video klip pertama Lamb of God selama hampir lima tahun terakhir. Melalui karya terbaru mereka ini, Lamb of God semakin menunjukkan kedewasan dalam bermusik ditambah karakter suara Randy yang semakin berwarna dan kuat. Rendy juga menjelaskan bahwa Lamb of God ingin membahas kehidupan di era modern dan lanskap kehidupan kiwari.

"Ada sejumlah besar kejadian nyata dan menyedihkan yang tak terbantahkan terjadi di seluruh dunia. Saat ini, yang menjadi perhatian utama adalah pandemi COVID-19. Ini adalah masalah yang sangat nyata dan tindakan yang tepat diperlukan untuk orang-orang paling berisiko terkena virus," ujar Randy.

"Ini memang saat yang menakutkan, tetapi di zaman yang sangat terhubung saat ini dengan siklus berita 24 jam dalam 7 hari tidak pernah berakhir tentang kekejaman, kemarahan, dan sebuah headlines yang clickbait (belum lagi orang-orang yang menyebarkan informasi bohong dan menyebabkan kepanikan di sosial media), terlalu mudah untuk melupakan fakta bahwa hidup masih terus berjalan dan hal-hal baik masih terjadi," jelasnya.

Video klip dari lagu Memento Mori Lamb of God sendiri ditutup dengan adegan di mana semua yang dialami oleh pria yang diteror oleh monster-monster tersebut hanya sebuah mimpi. Sebuah penutup sempurna dari pesan yang ingin disampaikan bahwa hal-hal buruk di dalam mimpi bisa diperbaiki di kehidupan nyata.

Tentang Lamb of God

Album dengan tajuk nama band mereka sendiri, Lamb of God, merupakan album studio ke-10 sejak band ini berdiri pada 1994 di Richmond, Virginia, Amerika Serikat.

Album pertama Lamb of God rilis pada 1999 dengan tajuk Burn the Priest yang disusul album kedua pada 2000 dengan nama New American Gospel. Tiga tahun setelahnya, Lamb of God merilis album ketiga dengan tajuk As the Palaces Burn.

Album-album Lamb of God berikutnya yaitu Ashes of the Wake (2004), Sacrament (2006), Wrath (2009), Resolution (2012), VII: Sturm und Drang (2015), dan Legion: XX (2018), sama-sama menuai respons positif dari para pendengar musik metal.

Pada awal berdiri, Lamb of God beranggotakan Randy Blythe (vokal), John Campbell (bass), Mark Morton (gitar), Matt Conner (gitar), Abe Spear (gitar), dan Chris Adler (drum). Namun, mereka mengalami beberapa kali pergantian personel.

Misalnya, Matt Conner yang keluar pada 1995, kemudian Morton yang keluar pada 1994 dan kembali pada 1997. Ada pula Willie Adler yang menggantikan Abe Spear di posisi gitar pada 1999. Kemudian Art Cruz menggantikan Adler di posisi drum di Lamb of God.

Eksistensi Lamb of God di sirkuit permusikan metal nampaknya masih akan berusia panjang karena mereka masih disibukkan dengan berbagai tur pada 2021 mendatang seperti tur di Amerika Serikat dengan Megadeth dan tur Eropa bersama Kreator dan Power Trip.

0 COMMENTS