sun eater coven

Sun Eater, Sinaran Baru Musik Independen Indonesia

  • By: NND
  • Kamis, 16 January 2020
  • 924 Views
  • 8 Likes
  • 6 Shares

Sebuah label rekaman menjadi salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh perkembangan musisi dan yang dinaunginya. Perannya besar: pemasaran, distribusi, bahkan, proses rekamannya sekalipun.

Memasuki era digital dengan segala kelengkapan teknologinya, kita berhadapan pada alat dan platform baru yang memudahkan penyajian musik. Musisi dan band dapat langsung meluncurkan karyanya ke audiens. Fenomena tersebut membentuk ulang cara beroperasi sebuah label.

Di antara derasnya perubahan, label rekaman independen masih berperan secara signifikan. Saat ini, semakin banyak label-label yang tumbuh dan mulai berkembang, bahkan beberapa berhasil menjadi entitas matang dan sangat sustainable. Angkat saja Lawless Jakarta sebagai contoh.

Lawless memang sudah bukan lagi nama yang asing di Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini, mereka bak sudah berhasil membangun dinastinya sendiri. Namun, adapula nama baru yang hadir dengan awalan yang konsisten di Jakarta. Sun Eater, dikenal sebagai label dari band yang kini tengah melambung, .Feast.

Mendarat sebagai sebuah label rekaman dan "music company," tak bisa ditepis bahwa mereka bisa saja menjadi "the next" Lawless. Meski hadir dengan musik dan estetika sendiri, pangsa pasar mereka besar dan mampu menjadi modal untuk "membangun dinasti" sendiri.

Di roster Sun Eater, terdengar spektrum pop, rock, dan elektronik. Tak jarang, semuanya bercampur di masing-masing band dan solois. Melacak benang merah yang terasa, unsur "modern" tampak menjadi diksi yang tepat.

Sun Eater pun memiliki sajian-sajian lain, contoh saja festival kecil, Here Comes the Sun yang sempat mencuri banyak perhatian para pencinta musik di Jakarta. Gelaran ini berlangsung di Studio Palem Kemang pada 10 Agustus lalu. Atau, toko daringnya, Sundongyang, yang berlaku bak toko merch semi-profesional.

Mereka berlaku bak wadah yang terasa pas merumahi musisi dan band segar.

"Kita adalah keluarga creators di mana musik berperan besar dalam apa yang kami ciptakan, namun kita juga bertujuan untuk membagian cerita-cerita kita melalui media apapun untuk dapat membuat orang lain senang dan terinspirasi," tercatat di laman resmi mereka.

Itu, kita rasa, mampu mewakili apa itu Sun Eater Coven secara akurat.

Ingin kenal lebih lanjut? Inilah beberapa musisi yang turut mengisi jajaran roster mereka:

1. .Feast

Hari ini, siapa yang tidak tahu .Feast? Mereka terbilang berada paling depan dalam kancah independen lokal. Berasal dari band kampus, .Feast berhasil memadukan sound rock dan pop dengan sentuhan modern. Narasi kritik sosial dan bahasan-bahasan isu yang relevan bagi anak muda pun menjadi salah satu karakteristik mereka.

Debut mereka, MULTIVERSES rilis di tahun 2017 dan EP Beberapa Orang Memaafkan menyusul setahun berikutnya. Single "Tarian Penghancur Raya" menjadi track teranyar mereka, yang resmi mengudara pada 8 November lalu.

2. Hindia

Hindia adalah proyek solo vokalis .Feast, Baskara Putra. Sudah mulai merancang materinya sedari tahun 2015, Hindia menjadi ruang untuk menyajikan sisi yang lebih lembut dibanding .Feast.

Hindia lebih condong mengarah ke pop dan inilah proyek di mana ia memajangkan betul kemampuannya sebagai seorang songwriter. Setelah meluncurkan beberapa single yang disambut baik oleh publik, ia merilis album perdana, Menari Dengan Bayangan di akhir November lalu.

3. Agatha Pricilla

Eks-persoeil girlband Blink ini memang sudah bukan lagi anak kemarin sore di dunia musik. Ia sudah menyelaminya sedari usia kecil. Tumbuh dewasa, ia pun masuk ke dalam roster Sun Eater dan menampilkan "sisi lainnya": pop yang lebih muram, dark pop dalam spektrum Banks dan Sigrid.

Terbukti, rendisi ulang lagu Artic Monkeys, "Do I Wanna Know" menjadi pengokohan ekspresi artistiknya. Ia pun turut digaet menggarap salah satu single Hindia, yakni "Evaluasi."

4. Aldrian Risjad

Gagal audisi ajang pencarian bakat tak mengurungkan jiwa musik Aldrian Risjad. Pernah maju dengan moniker Ksatria Bergitar, remaja yang mengusung musik rock dengan balutan pop ini mampu menyalurkan karakter aslinya dengan Sun Eater.

Contoh saja beberapa single yang sudah ia luncurkan, macam "Premature" dan "Milk Candy." Adapula rilisan teranyarnya, "Help You Out" yang mengudara pada 14 November lalu.

5. Mothern

Duo yang lahir dari pertemanan yang kuat ini mampu menyikapi pengembaraan musik elektronik melintasi sisi-sisi visioner, modern dan progresif. Aransemen menjadi titik vokal karakter Mothern. Melalui tatanan yang gemar mengocek pendengar, perpaduan mereka secara gamblang diperlihatkan di debut, Afterdark (2018).

Berikutnya, materi terbaru Mothern adalah sebuah single bertajuk "Circles". Single turut melibatkan kontribusi Denisa di pos vokal, yang melanjutkan perjalanan mereka ke arah yang lebih futuristik.

2 COMMENTS
  • @dilarangkencingsembarangan

    Thankyou Sun Eater for the great masterpiece MULTIVERSES????????

  • cimoloriginal@gmail.com

    Edannnn

Info Terkait

supericon
12 views
superbuzz
33 views
superbuzz
65 views
superbuzz
45 views
superbuzz
52 views
superbuzz
47 views