T-Rex Engineering, Produsen Efek Gitar yang Menolak Punah

T-Rex Engineering, Produsen Efek Gitar yang Menolak Punah

  • By:
  • Sabtu, 5 June 2021
  • 87 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Buat yang senang mengulik gitar dengan karakteristik suara yang khas dan otentik ala musik rock di tahun 1990-an, mungkin tidak asing dengan nama T-Rex Engineering. Nama tersebut memang cukup lekat terasosiasi dengan kultur musik terutama pemain gitar yang gemar melakukan eksplorasi suara.T-Rex Engineering dikenal sebagai salah satu produsen efek gitar dengan kualitas dan reputasi yang mendunia. Maka tidak aneh jika banyak pemain gitar terkenal di mancanegara maupun di Indonesia sendiri setidaknya memiliki efek keluaran T-Rex Engineering di dalam koleksi efek pedal mereka.

Dengan nama yang terinspirasi dari salah satu jenis dinosaurus yang ganas dan kuat, T-Rex Engineering juga berkomitmen untuk membuat produk efek pedal gitar yang tidak hanya memiliki karakteristik suara yang menggelegar namun juga memiliki tingkat durabilitas yang tinggi untuk dapat digunakan dalam waktu yang lama. Kualitas yang menjadi identitas T-Rex Engineering tersebut sudah berjalan selama lebih dari 2 dekade. Meskipun begitu, selama perjalanan panjang yang dilakukan oleh T-Rex Engineering, perusahaan sekaligus produsen efek pedal gitar dan aksesoris ini tetap menjalankan skema bisnisnya dalam skala yang relatif kecil di Denmark

Sejarah T-Rex Engineering bermula ketika dua orang gitaris dan juga teknisi audio asal Denmark, Lars Dahl dan Sebastian Jensen sepakat untuk membuat sebuah inovasi dari aspek teknis permainan gitar. Awalnya, kedua pendiri T-Rex Engineering tersebut fokus untuk memodifikasi performa lini efek pedal gitar yang terjual secara massal. Lambat laun ambisi kedua pendiri T-Rex Engineering tersebut pun tumbuh secara pesat. Berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh kedua pendiri T-Rex Engineering dalam mengoptimalisasi papan sirkuit elektrik efek pedal gitar sebelumnya, Lars Dahl dan Sebastian Jensen pun akhirnya memutuskan untuk membuat lini produk efek pedal gitar mereka sendiri. Dalam merancang lini efek pedal gitar mereka sendiri, T-Rex Engineering juga mengajak kolaborasi pemain gitar dan juga teknisi audio yang ada di Denmark maupun mancanegara untuk saling berdiskusi dan menemukan solusi yang tepat tentang karakteristik suara yang dibutuhkan dalam memaksimalkan harmonisasi lagu.

Untuk pemilihan material dari lini produk efek pedal gitarnya, T-Rex Engineering berusaha untuk tetap menggunakan material berkualitas tingkat tinggi. Tidak hanya soal kabel dan papan sirkuit elektroniknya saja. Material pendukung elektronik untuk setiap produknya pun dipastikan berasal dari bahan-bahan dengan reputasi tinggi. T-Rex Engineering tidak menutup mata untuk sekadar mencari material tersebut dari Denmark saja. Kedua pendiri T-Rex Engineering rela memakan waktu yang panjang untuk mencari dan memesan material yang mereka butuhkan dari belahan dunia lainnya. Material berkualitas tersebut pun akhirnya tidak hanya berguna sebagai pondasi efek pedal gitarnya saja. T-Rex Engineering juga memaksimalisasi penggunaan material tersebut untuk inovasi di ranah aksesori alat musik lainnya, seperti potentiometer dan juga foot switch yang terintegrasi dengan berbagai macam jenis amplifier. 

Dari hampir banyaknya lini produksi efek pedal gitar yang dilahirkan oleh T-Rex Engineering, ada salah satu jenis efek pedal gitar karya perusahaan Denmark tersebut yang cukup populer di kalangan pemain gitar dunia. Efek pedal gitar tersebut bernama Replica. Replica merupakan efek digital delay yang memiliki kemampuan produksi suara delay hingga 2000ms pada 200KHz untuk sampling rate-nya. Efek pedal digital delay keluaran T-Rex Engineering tersebut dianggap sebagai salah satu efek terbaik di dunia dan menjadi andalan bagi musisi papan atas seperti David Gilmour, Pete Townshend, John Mayer, Steve Morse, Andrey Makarevich, sertaGary Moore. Efek pedal delay keluaran T-Rex Engineering tersebut juga menawarkan fungsi yang cukup komplit dengan 4 buah knob yang mengatur Echo, Repeat, Level, dan Tempo. Keempat fungsi tersebut dimaksimalisasi dengan kehadiran dua buah switch, pertama untuk on/off dan satu lagi untuk modulasi suara yang dapat menghasilkan karakteristik klasik maupun modern. Fungsi yang ditawarkan tentu memberi kemudahan bagi para pemain gitar untuk menggunakan efek keluaran T-Rex Engineering sesuai keinginan mereka.

Misi utama yang hingga saat ini masih dipegang teguh oleh T-Rex Engineering adalah menghadirkan inovasi dan pengembangan dari karakteristik suara yang dibutuhkan oleh musisi di seluruh dunia. Oleh karena itu, meskipun berjalan dalam skala kecil, T-Rex Engineering tetap menjadi salah satu nama produsen efek gitar yang cukup terkenal di seluruh dunia. Menurut Lars Dahl dan Sebastian Jensen, ketika mereka pertama kali meresmikan lini produksi orisinil T-Rex Engineering, mereka mengetahui bahwa proses inovasi yang mereka lakukan adalah sebuah perjalanan tanpa akhir. Namun, kedua pendiri T-Rex Engineering menyatakan selama mereka berdua masih senang bekerja di dalam T-Rex Engineering, maka selama itu juga nama produsen efek pedal gitar tersebut akan tetap hidup. 

Meskipun tetap hidup sejak pertengahan tahun 1990-an, nyatanya persaingan di industri alat musik sempat membuat T-Rex Engineering harus mengubah strategi pemasarannya. Di tahun 2019, T-Rex Engineering sempat diumumkan bangkrut secara finansial dan harus melakukan kalibrasi ulang terhadap sendi-sendi di dalam internal perusahaannya. Meskipun begitu, Lars Dahl dan Sebastian Jensen selaku pendiri T-Rex Engineering menyatakan bahwa insiden tersebut tidak lantas membuat T-Rex Engineering punah. Selain menjadi salah satu produsen efek pedal terbaik di dunia, T-Rex Engineering juga berkomitmen untuk menghadirkan ekosistem yang suportif bagi pemain gitar di seluruh dunia. Oleh karena itu, T-Rex Engineering juga diketahui memproduksi pedalboard, kabel, serta power supply untuk kebutuhan gear gitaris.

 

Image courtesy of T-Rex Engineering

0 COMMENTS