Talk To Me, Karya Kolaborasi Drake dengan Drakeo The Ruler

Talk To Me, Karya Kolaborasi Drake dengan Drakeo The Ruler

  • By:
  • Senin, 15 March 2021
  • 216 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah beberapa bulan lalu mengumumkan dukungannya terhadap seorang seniman multi talenta asal Nigeria, Drake kini baru saja mengumumkan tentang kerja sama perdananya bersama Drake The Ruler. Untuk kolaborasi perdananya, musisi hiphop asal Kanada ini menyumbangkan suara dan pendekatan kreatifnya untuk sebuah lagu di album mixtape milik Drakeo The Ruler berjudul The Truth Hurts.

Konsep album mixtape dari Drakeo The Ruler ini memang menghadirkan karya-karya kolaboratif dan Drake merupakan salah satu nama yang memperkuat komposisi salah satu lagu di album mixtape tersebut. Selain Drake, Drakeo The Ruler juga mengajak nama-nama seperti Pressa, Ketchy The Great, dan Icewear Vezzo untuk melengkapi aspek kreatifnya dalam album mixtape The Truth Hurts. Lagu kolaborasi antara Drakeo The Ruler dan Drake ini hadir dengan judul Talk To Me yang baru saja dirilis pada 24 Februari lalu.

Di luar kolaborasinya bersama Drakeo The Ruler, Drake pun berencana untuk merilis album keenamnya. Album keenam Drake berjudul Certified Lover Boy ini merupakan fokus utama yang akan dimaksimalkan upayanya oleh Drake di tahun 2021. Pasalnya, album ini sebetulnya sudah memiliki rencana rilis di musim panas pada tahun 2020. Lalu rencana tersebut mengalami pengunduran jadwal hingga januari 2021 dan saat ini kembali diundur tanpa kabar resmi lanjutan.

Diketahui mundurnya rencana jadwal dari perilisan album Certified Lover Boy tersebut diketahui karena Drake memerlukan waktu pemulihan atas cidera yang dialami oleh rapper asal Kanada tersebut. Pada akhir tahun 2020, diketahui bahwa Drake baru saja menyelesaikan operasi dalam menyelesaikan permasalahan pada bagian lututnya. Permasalahan atau cidera lutut yang dialami oleh Drake ini pertama kali diumumkan melalui sebuah foto yang terunggah di akun media sosial milik musisi hiphop tersebut. Pada foto yang diunggah di media sosial Drake tersebut memperlihatkan bagian lutut sang musisi yang saat ini disanggah menggunakan alat bantu atau knee brace.

Cidera lutut yang dialami oleh Drake ternyata tidak membuat sang musisi merasa putus asa. Malah Drake bersemangat untuk segera menulis karya dengan konsep comeback story untuk album atau lagu terbarunya. Namun hal tersebut harus menunggu giliran setelah Certified Lover Boy rilis di masa yang akan datang. Meskipun tetap berusaha dalam meningkatkan antusias para penggemar terhadap album Certified Lover Boy, Drake merasa akan banyak pihak yang kurang menyukai karya terbarunya ini. 

Ungkapan tersebut terucap karena pengalaman yang dialami oleh Drake pasca rilisnya album Views yang dirilis tahun 2016. Album Drake yang rilis hampir 5 tahun tersebut terbilang memiliki pencapaian yang kurang memuaskan di pasaran. Drake menganggap hal tersebut terjadi karena para fans kurang dapat mengerti apa yang ingin diutarakan oleh sang musisi melalui album tersebut. Namun, berdasarkan pengalamannya tersebut, Drake juga mencoba untuk mengolah pandangannya dalam menghadirkan album Certified Lover Boy sesuai dengan keinginannya. 

Dalam menghadirkan buzz terhadap album barunya tersebut, di tahun 2020, Drake sempat merilis single utamanya. Single berjudul Laugh Now Cry Later ini diambil dari satu nomor yang ada pada album Certified Lover Boy nantinya. Dalam lagu ini, Drake berkolaborasi bersama Lil Durk yang rilis pada bulan Agustus tahun 2020. Selain single dalam format audio, Drake juga merilis video klip untuk single Laugh Now Cry Later yang disutradarai oleh Dave Meyers. Dalam video klip terkini milik Drake tersebut juga ada sedikit sentuhan unik secara visual. Drake memasukkan berbagai macam produk Nike dalam konsep visual video klip tersebut. Diketahui bahwa Nike dan Drake memiliki kerja sama dan video klip tersebut juga digunakan sebagai medium promosi dari brand olahraga dan lifestyle Amerika Serikat tersebut. 

Secara bermusik, Drake memang secara luas menyatakan bahwa veteran hiphop, Kanye West, adalah seorang sosok yang jadi inspirasi utamanya. Inspirasi yang datang dari Kanye West tersebut cukup memengaruhi dengan gaya bermusik rap yang Drake aplikasikan pada setiap karya-karyanya. Di luar Kanye West, Drake juga cukup mengidolakan Jay Z, MF Doom, serta Lil Wayne perihal produksi musik. R&B juga merupakan salah satu genre musik yang Drake cukup nikmati. Elemen musik R&B juga jadi hal penting dalam penggarapan karya-karya drake hingga saat ini. Drake mengakui bahwa dirinya juga menganggap mendiang Aaliyah dan Usher sebagai dua sosok penting di industri musik R&B bagi dirinya.

Banyaknya influence yang Drake ambil untuk arahan musiknya, tidak aneh jika karya-karya Drake dikenal memiliki nuansa musik hiphop yang berbeda. Dalam aspek artistiknya di bidang musik. Drake sering mengambil intisari-intisari eksplorasi musik lintas genre. Tidak hanya hiphop dan R&B, Drake juga diketahui memasukkan elemen musik populer khas Jamaika serta genre UK drill yang membuat musiknya terdengar cukup kaya dan dinamis. Perpaduan musik lintas genre yang diramu oleh Drake tersebut telah jadi sebuah ciri khas terhadap perkembangan musik hiphop Kanada.

Di luar profesinya sebagai musisi, Drake juga berperan sebagai pendiri sebuah label rekaman bernama OVO Sound. Didirikan di tahun 2012, Drake membangun OVO Sound bersama Oliver El-Khatib, dan Noah "40" Shebib. Saat ini, label OVO Sound yang didirikan oleh Drake menaungi banyak musisi hiphop bertalenta, di antaranya adalah PartyNextDoor, Majid Jordan, Roy Woods, OB O'Brien, Dvsn, Plaza, Baka Not Nice, Popcaan, serta dirinya sendiri. Dengan roster yang cukup kuat, OVO Sound juga saat ini diangkat jadi bagian untuk divisi distribusi dan manajemen bagi Warner Records. Selain memiliki peran besar di industri musik, Drake juga didaulat sebagai duta besar global untuk tim bola basket, Toronto Raptors.

Image courtesy of: Drake

0 COMMENTS