Taylor Swift

Taylor Swift Lelang Gitar Pribadi untuk Donasi Pandemi COVID-19

  • By:
  • Minggu, 15 November 2020
  • 529 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Krisis yang terjadi akibat pandemi COVID-19 memantik empati banyak orang di berbagai kalangan, tak terkecuali Taylor Swift. Penyanyi pop dan country tersebut baru saja menyumbangkan gitar miliknya melalui acara lelang untuk membantu orang-orang yang terdampak pandemi.

Gitar milik Taylor Swift itu digunakannya saat tampil di acara Academy of Country Music Awards (CMA) pada September 2020. Di pentas tersebut, Taylor Swift memainkan gitar warna hitam miliknya--yang kemudian dilelang--untuk menyanyikan lagu terbarunya dari album Folklore berjudul Betty.

Gitar dengan merk Gibson itu memuat tulisan tangan dari Taylor Swift dengan kata-kata: "This guitar was played September 16, 2020 on The ACM Awards".

Tak hanya itu, gitar itu terasa lebih spesial karena dilengkapi dengan casing, strap, dan lima pick gitar pribadi milik Taylor Swift. Satu pick gitar ini berasal dari memorabilia album Reputation dan empat dari album Lover.

Lelang gitar Taylor Swift merupakan bagian dari acara donasi yang diinisiasi oleh NASHVILLE: An Auction to Benefit Lifting Lives COVID-19 Response Fund. Disebutkan gitar milik Taylor Swift dilelang dengan harga 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp 590 juta.

Tak hanya gitar pribadi milik Taylor Swift yang dilelang pada acara ini. Ada pula barang-barang lain yang tak kalah bernilai sejarahnya seperti dulcimer empat senar berlapis kristal Swarovski yang dimiliki oleh musisi veteran country, Dolly Parton, selama 30 tahun.

"Melihat komunitas musik country saya menderita karena pandemi ini telah menghancurkan hati saya, ”kata Parton dalam pernyataan pers dilansir NME.

“Sangat penting untuk menyumbangkan dulcimer yang dirancang untuk Ulang Tahun Opry ke-50 saya sehingga kami dapat meningkatkan kesadaran dan dana yang sangat dibutuhkan untuk membuat orang-orang ini tetap berdiri sebelum kami dapat membuka pintu ke panggung pertunjukan sekali lagi," tuturnya.

Selain itu, ada pula akordeon yang dimainkan oleh Sheryl Crow, sepeda motor F131 Hellcat milik Tim McGraw, gitar Epiphone hollow-body milik Dwight Yoakam, gitar Gibson semi-hollow milik Bradley Cooper, dan gitar listrik milik Keith Urban yang dilelang via acara tersebut.

Adapun, penampilan Taylor Swift di ACM 2020 menandai penampilan terbarunya setelah vakum selama tujuh tahun di acara tersebut. Di sana, Taylor Swift memainkan lagu-lagu dari album Folklore yang merupakan album studio kedelapan.

Melalui album Folklore yang dirilis tahun ini, Swift menghadirkan nuansa folk yang berhasil membuatnya merajai sejumlah tangga lagu musik. Karya Taylor Swift kali ini pun dinilai menghadirkan nuansa baru dan kedewasaan bermusiknya.

Kabar terbaru mengenai Taylor Swift bukan hanya soal lelang gitar untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, musisi berusia 30 tahun itu pun baru-baru ini mengizinkan lagunya digunakan sebagai bahan kampanye di pemilu Amerika Serikat 2020.

Salah satu lagu Taylor Swift yang berjudul Only The Young dari Dokumenter Miss Americana digunakan dalam iklan kampanye calon presiden Joe Biden. Ini menjadi pertama kalinya Taylor Swift mengizinkan lagunya digunakan untuk mendukung kandidat politik.

Taylor Swift bukan sosok yang gemar memberikan pandangannya tentang politik. Namun, pemikiran itu berubah setelah ia merilis lagu Only the Young awal tahun ini yang menjadi lagunya paling bernuansa politis. Lagu itu merinci perasaan Taylor Swift setelah pemilihan paruh waktu 2018 yang merasa pilu karena orang-orang muda gagal memasukkan kandidat pilihan mereka.

Taylor Swift dan Karier Bermusik

Kedekatan Taylor Swift dengan dunia musik sudah dimulai sejak dirinya berusia 9 tahun. Ketika itu ia mentas di sebuah teater musikal. Saat menginjak usia 12 tahun, Taylor Swift lantas mulai belajar bermain gitar dan mampu menciptakan lagu berjudul Lucky You.

Untuk mendukung karier bermusiknya di genre country, orang tua Taylor Swift pindah ke Nashville. Di sana ia bekerja sama dengan penulis lagu berpengalaman macam, Troy Verges, Brett Beavers, Brett Hames, Mac McAnally, Liz Rose, hingga Warren bersaudara.

Karier musik profesional Taylor Swift benar-benar dimulai ketika merilis album perdana dengan tajuk namanya pada Oktober 2006. Album ini mendapat respons positif dari berbagai pihak dan sukses menempati posisi lima Billboard 200 di Amerika Serikat selama 157 pekan. Terhitung hingga Agustus 2016, album tersebut terjual hingga 7,75 juta kopi di seluruh dunia.

Album kedua Taylor Swift bertajuk Fearless rilis pada November 2008 dengan single utama berjudul Love Story. Album ini menambah kesuksesan Taylor Swift yang menerima penghargaan sebagai Album of the Year dan Best Country Album pada Grammy Awards 2010.

Album-album selanjutnya dari Taylor Swift hampir selalu meraih sukses besar ketika dirilis seperti Speak Now yang merupakan album ketiga pada 2010, Red sebagai album keempat di 2012, 1989 di album kelima, dan Reputation pada 2017. Di album Reputation, Taylor Swift tampil dengan genre agak berbeda melalui lagu yang diiringi musik hip hop dan EDM.

Produktivitas Taylor Swift berlanjut di Agustus 2019 dengan merilis album ketujuh melalui tajuk Lover. Melalui album ini, Taylor Swift menjadi penyanyi wanita pertama yang bisa menjual enam albumnya lebih dari 500 ribu kopi dalam satu pekan saja. Tak hanya itu, 18 lagu dari album ini masuk ke dalam Billboard Hot 100 di pekan yang sama.

Lantas, pada Juli 2020 lalu, Taylor Swift memberi album kejutan. Tanpa pemberitahuan dan promosi sebelumnya, Taylor Swift merilis album kedelapan yang bertajuk Folklore. Lagu-lagu di album ini ditulis Taylor Swift selama masa isolasi akibat pandemi COVID-19.

0 COMMENTS