Taylor Swift Pecahkan Rekor 54 Tahun Milik The Beatles

Taylor Swift Pecahkan Rekor 54 Tahun Milik The Beatles

  • By:
  • Selasa, 18 May 2021
  • 95 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pandemi COVID-19 tak menghalangi Taylor Swift untuk produktif melahirkan karya. Dalam rentang waktu setahun terakhir (2020-2021), Taylor Swift tercatat mampu merilis tiga karya musik berupa album.

Dua album pertama yang dirilis pada 2020 yaitu Folklore dan Evermore merupakan album baru yang direkam oleh Taylor Swift. Kemudian pada 9 April 2021, penyanyi berusia 31 tahun tersebut melepas album yang direkam ulang 'Fearless (Taylor Version)'.

Fearless sendiri merupakan album kedua Taylor Swift yang dirilis pada 2008 silam. Album ini diawali dengan single Love Story (Taylor Version) yang merupakan versi rekaman ulang dari lagu aslinya di 2008 serta muncul dua lagu yaitu You All Over Me ft, Maren Morris, dan Mr. Perfectly Fin.

Sambutan hangat didapatkan Taylor Swift untuk album tersebut dengan langsung debut di posisi pertama di tangga lagu Amerika Serikat. Prestasi lain datang kepada Taylor Swift ketika album Fearless (Taylor Version) berhasil mencapai nomor satu di tangga lagu United Kingdom (UK).

Baca juga: Evermore sebagai Album Kejutan dari Taylor Swift

Hal ini membuat Taylor Swift menorehkan catatan baru. Official Charts Company mengonfirmasi bahwa Taylor Swift mampu mencatatkan tiga album di nomor satu tangga lagu dalam kurun waktu kurang dari satu tahun (tepatnya 259 hari).

Torehan ini membuat Taylor Swift menjadi penyanyi pertama yang punya akumulasi tiga album di nomor satu. Rekor menorehkan tiga album di nomor satu tercepat yang sebelumnya dipegang oleh band legendaris Inggris, The Beatles, selama 54 tahun. The Beatles tercatat pernah menorehkan itu pada 1965-1966 melalui album 'Help!', 'Rubber Soul' dan 'Revolver'.

Album Fearless (Taylor Version) sendiri bisa berada di album nomor satu berkat penjualan lebih dari 21 ribu kopi. Sementara untuk versi asli dari album ini hanya menduduki nomor lima pada di Inggris pada tahun 2008.

Adapun, Fearless (Taylor Version) adalah rilisan pertama Taylor Swift yang ingin merekam ulang enam album pertamanya (mulai dari debut self-title 2006 hingga 'Reputation' 2017). Hal ini dilakukan Taylor Swift untuk memegang kendali atas rekamannya.

Hal ini dilakukan Taylor Swift setelah mantan label yang bekerja sama denganya, Big Machine, menjual hak master dari katalog Taylor Swift dari album di 2006 hingga album Reputation di 2017 kepada Ithaca Holdings LLC dari Braun.

CEO Mig Machine, Scott Borchetta, berkali-kali membantah tuduhan Taylor Swift yang menyebutnya telah menindas dan manipulatif kepada pelantun Love Story itu selama bertahun-tahun.

Meski diterpa masalah macam itu, Taylor Swift terus berupaya untuk tetap produktif berkarya. Hal ini dibuktikan dengan intensnya Taylor Swift merilis karya baru selama satu tahun ke belakang.

Ambil contoh album Evermore yang dirilis pada 11 Desember tahun lalu. Dengan hanya sedikit promosi, Taylor merilis album kejutan ini. Untuk album penuh kejutan ini, Taylor Swift mendapat banyak pujian dari sesama musisi serta dari para penggemarnya. Bagaimana tidak, dalam satu tahun terakhir ketika dunia sedang dilanda pandemi COVID-19, Taylor Swift bisa begitu produktif menghasilkan karya.

Lagu pertama sebagai formasi di album Evermore yang dirilis ke publik berjudul Willow pada 11 Desember. Semakin istimewa saja kiprah pelantun itu karena turun langsung untuk menyutradarai video musik Willow.

Memperluas suara indie / folk dari karya Taylor Swift sebelumnya, Evermore adalah album rock alternatif yang dibangun dengan aransemen petikan gitar serta suara piano. Liriknya berkisar pada tema fiktif dan nonfiktif tentang cinta, pernikahan, perselingkuhan, noir dan kesedihan, yang diuraikan dalam bentuk narasi orang ketiga dan cerita impresionis.

Album terbaru Taylor Swift inipun menampilkan penampilan tamu dari band Amerika Bon Iver, Haim, dan National. Evermore menerima pujian universal dari kritikus musik, yang memuji dinamika karakter dan produksi eksperimentalnya, dengan banyak yang menjulukinya sebagai pendamping yang kontras dengan Folklore.

Evermore sendiri menduduki nomor satu tangga lagu di Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Debutnya dibuka sebagai pemuncak Billboard 200 yang menjadikan Taylor Swift sebagai penyanyi wanita pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang mengumpulkan delapan debut album nomor satu berturut-turut di tangga lagu.

Taylor Swift juga memecahkan rekor jarak terpendek antara dua album nomor satu di Australia, dan wanita tercepat yang mengumpulkan enam album nomor satu di Inggris. Republic Records melaporkan lebih dari satu juta kopi Evermore terjual di minggu pertama secara global.

Sederhananya, saya tidak bisa berhenti menulis lagu. Untuk mencoba dan membuatnya lebih puitis, rasanya seperti saya berdiri di tepi hutan folklorian dan punya pilihan: berbalik dan kembali atau berjalan lebih jauh ke dalam hutan musik ini," ujar Taylor Swift kepada NME.

"Saya memilih untuk berkelana lebih dalam . Saya belum pernah melakukan ini sebelumnya. Di masa lalu, saya selalu memperlakukan album sebagai era satu kali dan beralih ke perencanaan berikutnya setelah album dirilis."

Ada yang berbeda dengan Folklore. Saat membuatnya, saya merasa tidak seperti saya akan pergi dan lebih seperti saya kembali. Saya menyukai pelarian yang saya temukan dalam dongeng imajiner / bukan imajiner ini. Saya menyukai cara Anda menyambut pemandangan mimpi dan tragedi dan kisah epik cinta yang hilang dan ditemukan dalam hidup Anda. Jadi saya terus menulis lagu," jelas Taylor Swift.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS