Kuliah Metal

Telah Dibuka: Program Beasiswa S3 untuk Ilmu Geografi Musik Heavy Metal

  • By: NND
  • Minggu, 30 June 2019
  • 1698 Views
  • 1 Likes
  • 11 Shares

Merasa bahwa pengetahuan seputar musik metal kalian sangatlah luas? Apakah kalian pernah bermimpi untuk bisa menjadi seorang doktor dalam urusan musik metal? Sekarang, semua itu bukanlah lagi sekedar mimpi, karena itu bisa—secara  harifiah—menjadi gelar kalian.

Ya, University of Newcastle di Australia telah membuka program beasiswa PhD untuk ilmu sosial geografi dari budaya heavy metal.

Beasiswa menampung dana seharga AU$27,596 (sekitar Rp 274 juta) per tahun untuk dua siswa domestik dan satu siswa internasional, yang akan digunakan untuk membiaya pembelajaran dalam subjek Homelessness and Mutual Aid, Vegan Geographies, Unschooling and The Possibilities of Childhood, dan tentunya, Heavy Metal Geographies.

Deskripsi pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

"Sementara banyak skena-skena unik telah berevolusi di sekitar bumi ini, pusat dari kultur heavy metal berasal dari negara-negara yang terdapat di sekitar garis lintang utara. Australia merupakan negara yang turut serta terpaku pada garis evolusi ini, yang mengemban sejarahnya dari koneksinya dengan Britania Raya, dan yang berbagi aspek-aspek kultural dengan para pencetusnya via kolonialisme tersebut. Meskipun secara kenyataannya jauh dari pusat geografis perkembangan kultur heavy metal, Australia telah mengembangkan pendekatan uniknya sendiri; dan dari hal tersebut, telah berhasil memproduksi sejumlah band-band berkualitas tinggi."

Pembelajaran ini sangatlah relevan dengan posisi geografis Australia terhadap kultur musik metal, dengan materi yang difokuskan kepada isu-isu gender, ras, dan aspek sosio-politik dari metal milik Australia. Pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh para siswa yang mempelajari pembelajaran ini adalah:

"Apa saja macam-macam tema yang diadopsi oleh band-band metal asal Australia? Apakah hal tersebut, secara kultural dan geografis, bersifat unik terhadap benua ini?

Atau,

"Apakah hubungan yang terjalin antara evolusi kultural dalam musik heavy metal di Australia, dengan kolonialisme?"

Serta,

"Apakah Heavy Metal di Australia itu merupakan fenomena ras kulit putih? Apa respons yang hadir terkait keberagaman dalam skena heavy metal di Australia?"

Seorang pegiat musik metal, Simon Springer, yang juga merupakan Direktur dari Geografi Manusia di Universisy of Newcastle, berbicara kepada pihak Kerrang!, "Saya memiliki kebebasan untuk merekrut murid dan mengirimnya untuk bekerja di area-area yang saya minati secara pribadi, dan sebagai fans metal dari lahir yang baru-baru ini memulai pembelajaran dalam bidang metal, saya beranggapan bahwa ini akan menjadi sebuah saluran yang baik untuk terus melanjutkan agenda riset saya dalam bidang tersebut."

"Tentunya saya juga sempat menjadi seorang mahasiswa PhD, dan tentunya juga saya akan sangat senang jika seseorang berkata kepada saya bahwa mempelajari musik metal merupakan sebuah pengajaran ilmu yang legit," sambungnya.

Ia juga menambahkan, "Saya juga berpikir tentang kesempatan-kesempatan yang hadir untuk membiaya program seperti ini itu sedikit dan jarang minatnya, jadi saya beranggapan, 'Kenapa tidak dibuka saja pendafatarannya, dan lihat apakah ada yang tertarik untuk mempelajari geografi dalam musik heavy metal'"?

Tertarik untuk melanjutkan studi kalian? Kenapa tidak coba yang satu ini? Buktikan kecintaan kalian terhadap musik kesayangan kita semua ini, dengan menjadi doktor dari kultur dan musik tersebut!

0 COMMENTS

Info Terkait