Tentang Album Live Jack White: Live at the Masonic Temple

Tentang Album Live Jack White: Live at the Masonic Temple

  • By:
  • Kamis, 25 February 2021
  • 163 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Lama tak terdengar menelurkan karya baru, Jack White menghadirkan kejutan di tahun 2021. Mantan pentolan The White Strips tersebut mengumumkan perilisan album live yang diberi tajuk Jack White: Live at the Masonic Temple pada Januari lalu.

Dirilis melalui label rekaman bentukannya sendiri, Third Man Record, album live ini merupakan rekaman dari penampilan langsung Jack White di Detroit's Masonic Temple pada 30 Juli 2014. Terdapat 38 lagu yang dimainkan Jack White dalam pertunjukan selama tiga jam itu.

Album live itu tersedia dalam empat piringan hitam berwarna 180-gram dengan sampul slipcase serta terdapat foto-foto dari penampilan Jack White pada tahun 2014 itu. Jack White dan Third Man Record juga memberi bonus single 7-inch dari penampilan Jack White di Saturday Night Live pada Oktober 2020. Di sana Jack White membawakan "Don’t Hurt Yourself,” “Ball and Biscuit,” and “Jesus Is Coming Soon".

Tak lupa Jack White juga membawakan lagu Lazaretto sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang Eddie Van Halen. Jack White memainkan lagu itu dengan gitar yang didesainkan oleh Eddie Van Halen.

Sementara pada penampilannya di Detroit Masonic Temple sekitar enam tahun yang lalu, Jack White membawakan hits dari White Stripes termasuk beberapa lagu cover seperti Devil's Haircut dari Beck, lagu Led Zeppelin Lemon Song.

Dalam pengumuman perilisannya tentang album live ini, Jack White membagikan single Missing Pieces yang berasal dari debut album solo Jack White pada 2012 bertajuk Blunderbuss.

Album debut Jack White ini mendarat pada April 2012 melalui Third Man Records yang bekerja sama dengan XL Recordings dan Columbia Records. Debut album solo ini hadir tak lama setelah dirinya dan Meg White membubarkan White Stripes.

Album ini mendapat review positif dari kritikus musik, yang memuji penulisan lagu ambisius Jack White dan sering membandingkan rekaman itu dengan karyanya untuk White Stripes. Album ini debut pada nomor satu di lima negara dan mencapai 10 besar di sepuluh negara lain.

Single utama dari Blunderbuss, "Love Interruption", dirilis pada 30 Januari 2012 melalui situs web Jack White. Single "Sixteen Saltines" diunggah ke saluran YouTube White pada 13 Maret, dan tujuh hari kemudian, lagu tersebut dirilis sebagai single kedua melalui vinyl 7 inci dengan cover lagu U2 "Love Is Blindness" sebagai B-side-nya.

Pada tanggal 1 April, Third Man Records merilis single ketiga album, "Freedom at 21", dengan melampirkan salinan flexi disc lagu tersebut ke 1000 balon helium. Sebuah video musik untuk single keempat dan terakhir, sebuah cover dari "I'm Shakin '" Little Willie John, dirilis pada 10 Oktober, dan dua puluh hari kemudian, single tersebut dirilis secara digital dan melalui vinyl 7-inci dengan B- sisi "Blues on Two Trees".

Album debut solo Jack White tersebut terbilang sukses dengan masuk nominasi untuk Album of the Year dan Best Rock Album di Grammy Awards ke-55, sedangkan single "Freedom at 21" dinominasikan sebagai Best Rock Song. Selain itu, single "I'm Shakin" menerima nominasi Best Rock Performance di Grammy ke-56.

 

 

 

Jack White dan Bayang-bayang White Stripes

Bagi para penikmat musik blues rock di era 1990-an akhir hingga 2000-an, mungkin tidak asing dengan nama The White Stripes. Ya, grup musik beranggotakan dua orang ini merupakan band yang besar dan tumbuh dikenal publik melalui genre tersebut.

Jack White dan Meg merilis debut album studio dengan nama band mereka sendiri (self-titled). Sebagai album debut dengan mengusung nama band sendiri, The White Stripes terbilang sukses memperkenalkan musik mereka. Dirilis pada 15 Juni 1999, album ini disebut Jack White banyak dipengaruhi oleh musisi blues yang besar di Detroit bernama Son House.

"Saya merasa kami belum pernah membicarakan tentang album pertama kami. Album itu adalah rekaman paling mentah, paling bertenaga, dan paling bersuara khas Detroit yang pernah kami buat," kata Jack dalam wawancaranya bersama Guitar Player pada 2003.

Karya-karya The White Stripes itu tertuang dengan sangat baik dalam lagu-lagu seperti 'Sugar Never Tasted So Good' juga 'The Big Three Killed My Baby' yang terdengar begitu hebat meski hanya dibawakan dengan dua instrumen musik saja.

Kini, The White Stripes memang hanya tinggal kenangan karena pada 2011 lalu dua personelnya, Jack White dan Meg White, mengumumkan bahwa perjalanan bermusik mereka sejak pertama berdiri pada 1997 sudah selesai. Mereka berpisah setelah terakhir kali merilis album Icky Thump pada 2007.

Namun, para penggemar The White Stripes patut bersuka cita karena pada Oktober lalu Third Man Records (label rekaman yang dibentuk Jack White) mengumumkan bahwa mereka akan merilis antologi rekaman Jack dan Meg White ke dalam album 'Greatest Hits' The White Stripes pada 4 Desember 2020.

Para penggemar The White Stripes bisa mendengarkan 26 lagu pilihan dalam bentuk CD. Untuk menyambut perilisan lagu-lagu terbaik mereka, The White Stripes mengunggah arsip penampilan lawas mereka ke YouTube ketika membawakan lagu Ball And Biscuits pada 2003 di Jepang.

"Kami memahami bahwa gagasan membuat 'Greatest Hits' mungkin tampak tidak relevan di era streaming seperti sekarang, tetapi kami juga dengan sepenuh hati percaya bahwa band-band hebat pantas mendapatkan 'Greatest Hits'. The White Stripes adalah band hebat dengan penggemar yang hebat. Oleh karenanya kompilasi lagu hits mereka sangat perlu dihadirkan," tulis pernyataan Third Man Records soal kompilasi lagu terbaik The White Stripes.

Dalam rangka menyambut perilisan kompilasi karya terbaik dari band ini, berikut rangking untuk album-album yang pernah dikeluarkan oleh The White Stripes selama lebih dari satu dekade bermusik.

Image source: Instagram/Jack White

0 COMMENTS