Deoxide

Tentang Deoxide, Band Asal Bandung yang Terus Menghidupkan Skena Emo

  • By:
  • Minggu, 27 December 2020
  • 870 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Musik emo sudah menjadi pilihan aliran musik bagi band asal Bandung, Deoxide, sejak mereka pertama kali berdiri pada 2005. Deoxide sudah berdiri sejak para personelnya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Perjalanan Deoxide penuh pasang-surut. Tidak terlalu terdengar pada awal kemunculannya, profil Deoxide sempat diangkat oleh beberapa media musik Tanah Air pada medio 2010 an. Deoxide dianggap sebagai band yang berisikan anak-anak muda yang punya potensi.

Di masa 2010 itu, Deoxide digawangi oleh Bizma Dwipangga (Screamer) , Adistia Prathayangsa (Lead Vocal,Guitaris), Brian Adimalela (Guitaris), Tony (Bassist) dan Alexander Kevint (Drummer). Band ini memang tergolong muda karena saat itu usia mereka rata-rata berkisar 18-19 tahun, bahkan salah satu personelnya saat itu masih berusia 17 tahun.

Pada 2011, Deoxide sempat merilis mini album bertajuk Fatamorgana. Namun, nama mereka sempat tidak terlalu terdengar selepas itu dan mengalami masa hiatus pada 2013. Hingga akhirnya Deoxide kembali merilis sebuah single pada 2017 dengan judul Memulai kembali.

Dengan dirilisnya "Memulai Kembali", Deoxide kembali meramaikan ranah musik independen tanah air, khususnya kota kembang, tempat kelahirannya. Mereka kembali bangkit karena terpicu oleh komitmen bersama, dan Deoxide memiliki materi yang jarang dimainkan oleh kebanyakan band di skena lokal.

Single "Memulai Kembali" cukup memberi earworm, apalagi untuk para pendengar musik emo era 2005, seperti album awal My Chemical Romance, Fall Out Boy, Jimmy Eat World, atau versi mellow dari Dashboard Confessional. Atau, jika direferensikan dengan musik lokal, Deoxide akan mudah diterima di telinga penyuka Alone at Last atau Danger Ranger. 

Nama Dioxide kembali terdengar pada 2020. Band beraliran Emo/Alternatif asal Kota Bandung terus mengeksplorasi karya musiknya setelah 15 tahun berdiri. Terbukti, pada akhir Februari 2020 mereka merilis single terbaru berjudul "Biru".

Kabar bakal kembali aktifnya DEOXIDE sebetulnya sudah terdengar melalui obrolan warung. Beberapa kali bertemu Adis dan Brian, beberapa kali pula mereka berbicara bahwa ada misi dari DEOXIDE untuk kembali menggaungkan lagi skena musik emo.

Kalau kamu cari lagu-lagu mereka, ada banyak single yang bisa didengarkan. Itu semua menjadi cetak biru dari Bisma (vokal), Adis (gitar, vokal), Wendo (bass, vokal), Brian (gitar), dan Kevin (drum). Melalui perilisan Biru, mereka sekaligus mengabarkan bahwa sebuah album akan segera meluncur di tahun ini. Bahagia gini. Sebahagianya saya saat dulu pertama kali mendengarkan lagu mereka berjudul Aku, Kamu, Dia, dan Mereka.

“Biru merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang perjalan seseorang dalam meninggalkan suatu hal negatif yang menghambat dirinya untuk menemukan jati diri. Secara singkat, Biru adalah sebuah langkah awal seseorang untuk move on dari masa lalunya menuju hal baru dan tentunya lebih fresh dan baik lagi,” ujar Deoxide melalui siaran pers.

Single "Biru" yang diluncurkan Jumat, 28 Februari menjadi sebuah awal pijakan baru untuk segera mengeluarkan album mereka yang akan datang.

"Secara singkat, Biru adalah sebuah langkah awal seseorang untuk move on dari masa lalunya menuju hal baru dan tentunya lebih fresh dan baik lagi," ujar Gitaris Deoxide, Adistia Pratayangsha saat ditemui di kediamannya, kepada Pikiran Rakyat.

Single terbaru Deoxide ini menceritakan tentang perjalan seseorang dalam meninggalkan suatu hal negatif yang menghambat dirinya untuk menemukan jati diri.

Adis mengatakan, dapat disimpulkan bahwa “Biru” adalah bentuk proses berkarya dirinya dan kawan kawan yang terus berevolusi dan mencerminkan salah satu momen proses kehidupan individual dirinya.

"Deoxide kan berdiri dari tahun 2005 dan kita juga terus berkarya selama ini, jadi single biru ini juga menggambarkan proses kita dalam bermusik," tambahnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, proses pembuatan single "Biru" dan beberapa lagu lain untuk album mereka dilakukan di dua studio sekaligus untuk proses rekaman/tracking, mixing dan mastering yang terhitung sejak bulan Februari 2018.

"Dua studio sekaligus ya di Red Studio dan Alfa Four Studio sama di bantu temen-temen Omegawave dari tahun 2018, karena lumayan buat hasil yang maksimal supaya kualitas musik kami," pungkasnya.

Deoxide Band terbentuk tahun 2005 yang beranggotakan, Bisma (Vocal), Adis (Gitar dan Vocal), Wendo (Bass dan Vocal), Brian (Gitar) dan Kevin (Drum). Formasi ini nyatanya terus bertahan hingga sekarang di mana Deoxide berupaya untuk terus konsisten berkarya di jalur musik emo.

0 COMMENTS