TERAPI URINE: Rilis EP Terbaru Lewat Instagram

  • By: NTP
  • Selasa, 11 July 2017
  • 3975 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah merilis EP Kehiduvan Yang Twewew Ini pada Oktober tahun lalu, Terapi Urine kembali meluncurkan EP padat yang berdurasi sangat singkat berjudul Petenteng pada Selasa, 11 Juli. Petenteng dirilis secara mandiri dan hanya bisa didengarkan melalui akun Instagram @terapiurine.petenteng, dalam format video lirik serta tidak menyertakan daftar urutan lagu.

Memasuki EP ketiga, kuintet Yunendra Adiputra (vokal), Andry Novaliano (gitar), Aris Nugraha (gitar), Qori Hafiz (Bass), dan Fikry Yudhapratista (Drum) selalu menempuh jalur unik serta cara-cara nyeleneh, baik dalam lirik, artwork, atau penampilan panggung.

[bacajuga]

Sebelum menikmati Petenteng, pendengar juga disuguhi profil Instagram yang terbilang malu-malu absurd, dan siaran pers yang terlihat seperti e-mail bimbingan mahasiswa tingkat akhir.

“Dengan penuh harap dan resah kami menyiarkan kabar bahwasanya Terapi Urine t'lah merilis mini album bertajuk 'Petenteng' dan hanya dirilis dalam sebuah akun instagram (@terapiurine.petenteng) dalam bentuk vidio lirik ala kadarnya dan dengan durasi rata-rata di bawah 60 detik. Mungkin album instagram pertama di dunia. Iya.”

“Kenapa? Ya pengen aja,udah gitu aja. x)),” tulis band grindcore nyeleneh itu.

Jika EP kedua Kehiduvhan Yang Twewew Ini hanya berdurasi sekitar tujuh menit sepanjang empat lagu, maka Petenteng hanya berdurasi kira-kira lima menit sepanjang sembilan lagu.Singkatnya durasi mampu digunakan dengan efisien oleh Terapi Urine.

Hilang sudah interlude, dan riff berkelok seperti album Kehiduvan Yang Vhana Ini (2013). Petenteng menghadirkan grindcore padat dan brutal yang tidak menyisakan ruang penjelajahan macam selipan jazz di Kehiduvan Yang Vhana Ini.

Konten lirik yang menyindir-tapi-ikutan tentang fenomena sosial muda-mudi kota metropolitan seperti Kehiduvhan Yang Twewew Ini juga tak nampak di EP Petenteng. Pendekatan yang berbeda justru muncul di Petenteng: lirik-lirik ‘langsung tembak’ yang berkisah tentang realita kehidupan sosial perkotaan menyembur dari sembilan nomor Petenteng.

Elemen lain yang tidak terlihat di Petenteng adalah judul panjang nan aneh. Pernyataan panjang ironis khas Terapi Urine digantikan judul dengan satu-dua kata, seperti “Cicil”, “Existensi”, “Thrash”, “Lagu Ayam”, “Lapar”, dan “Makan”.

Pada EP Petenteng, Terapi Urine akhirnya mengungkap jati diri asli sebagai peserta aktif hiruk-pikuk kehidupan urban. Identitas tersebut baru kentara setelah lama berjubah ironis-berjarak dan penggunan simbol-simbol kitsch. Tentunya, Terapi Urine versi ini muncul lewat medium yang sangat populer dan bisa dinikmati sembari scrolling usai makan siang.

 

#terapiurine #petenteng

A post shared by terapiurine.petenteng (@terapiurine.petenteng) on

0 COMMENTS