Tertunda Lima Tahun, Hightime Rebellion Akhirnya Rilis Album Perdana

  • By: NTP
  • Selasa, 22 August 2017
  • 2080 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Hightime Rebellion resmi merilis album perdana berjudul Neurobic pada 17 Agustus lalu. Album debut band asal Jakarta ini dirilis secara mandiri oleh band dan sudah tersedia di beberapa layanan musik digital. Sedangkan format rekaman fisik Neurobic baru akan dirilis beberapa bulan mendatang.

Menurut siaran pers yang diterima SuperMusic.ID, Neurobic telah digarap sejak awal 2012 lalu. Neurobic meleburkan komposisi pop dengan sound funk, dance, dan psychedelic. Judul Neurobic dipilih oleh Rendy Surindrapati (vokal), Miyane Soemitro (vokal), Pulung Wahyuaji (bass), Reza Arafat (dram), dan Warman Nasution (gitar) dari buku Keep Your Brain Alive karya Lawrence C. Katz.

[bacajuga]

“Kebetulan saja baca buku itu pas lagi mau kasih judul album. Buku itu tentang senam otak supaya berumur makin panjang, kami berharap musik dalam album ini juga memiliki manfaat yang sama,” jelas Miyane.

Sementara menurut Rendy, benang merah di tiap lagu Neurobic adalah tema tentang kebingungan, penghiburan, kepenatan, dan perjuangan.

Peluncuran Neurobic sebetulnya telah tertunda selama lima tahun. Beragam kesulitan yang dialami Hightime Rebellion antara lain adalah kesalahan lambatnya kinerja manajemen/label rekaman, kesalahan dan ketidakpuasan saat mengerjakan sampul album, dan dua gitaris yang memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Pada 2014 hingga 2016, kami sempat vakum tampil dan akhirnya memutuskan untuk move on dari Neurobic dengan formasi baru ini. Akhirnya pada 2016 lalu kami sempat merilis album mini FREQ yang berisi tiga lagu.”

“Dalam album mini tersebut kami sangat menikmati proses rekamannya; mulai dari workshop, bertukar ide dengan teman-teman produser, hingga merilisnya. Setelah tidak dihantui dengan rasa tidak puas dan segala hambatan dalam album Neurobic, kami akhirnya memutuskan merilisnya pada 17 Agustus 2017,” papar Rendy.

Neurobic berisi sebelas lagu yang proses rekamannya dilakukan di Jakarta dan Bandung. Mixing dikerjakan oleh Dono Firman, Dimas Martokoesoemo, dan Vanco. Sedangkan proses mastering dikerjakan oleh Indra Q.

“Lagu-lagu dalam Neurobic akan kami tetap bawakan tetapi akan mengalami perubahan seperti materi-materi terbaru kami. Saat ini kami sedang mempersiapkan materi-materi baru dan hal-hal yang belum pernah Hightime Rebellion lakukan sebelumnya,” tutup Arafat.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
201 views
superbuzz
234 views
superbuzz
249 views
superbuzz
329 views