The Anti-Queens Tutup Tahun 2020 dengan Rilis Video Klip “Run”

The Anti-Queens Tutup Tahun 2020 dengan Rilis Video Klip “Run”

  • By:
  • Senin, 25 January 2021
  • 219 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Sejarah band punk rock dengan anggota yang semuanya perempuan bukanlah lagi hal baru dalam skena tersebut. Skena punk dinilai sebagai salah satu skena musik yang bebas dan cukup menghormati tentang adanya perbedaan dan kesetaraan. Hal tersebut juga jadi salah satu faktor mengapa The Anti-Queens hingga saat ini masih terus aktif berkarya sejak pertama kali terbentuk pada tahun 2008.

Kabar terbaru dari The Anti-Queens hadir pada akhir tahun 2020 lalu. Band punk rock asal Toronto, Kanada ini baru saja merilis sebuah single dalam format video klip untuk lagu berjudul Run. Lagu tersebut merupakan salah satu nomor yang diambil dari album self-titled yang dimiliki oleh The Anti-Queens di tahun 2019. Untuk video klip terbarunya, The Anti-Queens menghadirkan konsep animasi yang simpel namun cukup menarik perhatian.

Caity Hall didaulat sebagai seorang animator untuk video klip terbaru dari The Anti-Queens tersebut. Untuk album self-titled yang jadi rumah untuk single Run, The Anti-Queens merilisnya melalui label Stomp Records dalam format digital release di tahun 2019. Album inti juga tersedia melalui akun Bandcamp resmi milik The Anti-Queens. Melalui akun Bandcamp tersebut, The Anti-Queens juga merilis album self-titled yang mereka rilis pada tahun 2019 dalam format fisik berbentuk piringan hitam. The Anti-Queens merilis 2 versi piringan hitam untuk albumnya tersebut. Pertama versi metallic gold limited edition dan versi reguler black LP.

Sejarah tentang The Anti-Queens, di tahun 2008 band punk rock beranggotakan perempuan ini awalnya didirikan oleh Emily Bones, Lindsay Bird, dan Mary Deth. Ketiga anggota dari The Anti-Queens lebih dulu dikenal sebagai musisi yang punya kaliber tinggi di skena punk lokal Toronto. Sebelum resmi menggunakan nama panggung The Anti-Queens, ketiganya lebih dulu menggunakan nama Mittenz sebagai nama panggung mereka. Tergabung di dalam The Anti-Queens, Emily Bones, Lindsay Bird, dan Mary Deth mencoba untuk menggabungkan aspek musik punk modern dengan karakteristik musik grunge rock yang besar di tahun 1990-an. Bahkan para penggiat skena musik punk di Toronto kerap kali menggambarkan The Anti-Queens sebagai sebuah reinkarnasi dari gabungan antara The Runaways, Veruca Salt, serta the Distillers. 

Seiring berjalannya waktu, formasi The Anti-Queens akhirnya dilengkapi dengan kehadiran Samantha Landa. Keempat anggota dari The Anti-Queens ini telah berhasil merilis dua buah EP terlebih dahulu berjudul Grow Up/Stay Young dan Start Running sebelum akhirnya merilis album debutnya yang rilis di tahun 2019. Selama perjalanan kariernya, The Anti-Queens telah berhasil menjadi sebuah nama yang cukup populer di Amerika Serikat. Hal tersebut terjadi berkat kegigihan The Anti-Queens untuk melakukan tur konser secara ekstensif di Amerika Serikat dan juga Kanada. 

The Anti-Queens juga mendapatkan pencapaian secara popularitas berkat aksi panggungnya di berbagai event musik bergengsi, seperti NXNE, Indie Week, Canadian Music Week, Pouzza Fest, Beau’s Oktoberfest, dan masih banyak lagi festival musik yang tersebar di Amerika Serikat dan Kanada. Selama perjalanan tur konsernya, The Anti-Queens juga sudah pernah berbagi panggung dengan kelompok musisi yang lebih dulu memiliki pengaruh di skena punk Kanada dan Amerika Serikat, seperti Against Me!, MXPX, Michael Graves, Bad Religion, Die Mannequin, hingga The Planet Smashers. Meskipun begitu, pandemi Covid-19 harus menghentikan perjalanan tur konser mereka. Namun The Anti-Queens dikabarkan tengah mempersiapkan merilis album kedua yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun 2021.

0 COMMENTS