The Black Keys Siap Rilis Ulang Album “Brothers” dalam Format Deluxe

The Black Keys Siap Rilis Ulang Album “Brothers” dalam Format Deluxe

  • By:
  • Jumat, 11 December 2020
  • 362 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Saat pertama kali muncul di tahun 2001, The Black Keys hadir dalam format yang cukup fresh dan mampu menarik perhatian para penikmat musik rock yang lambat laun berhasil tersihir dengan permainan musik mereka. The Black Keys berdiri sebagai sebuah duo rock yang dibentuk oleh Dan Auberbach sebagai vokalis dan pemain gitar dan Patrick Carney sebagai penabuh drum. Meski seakan memiliki kekurangan sebagai kelompok musik rock yang hanya bermodalkan gitar, vokal, dan drum saja, nyatanya The Black Keys kerap kali berhasil membuat komposisi musik rock yang padat dan gahar.

Hampir mencapai umur ke-20, di tahun 2020 ini The Black Keys hadir membawa kabar bahwa mereka akan merilis sebuah album spesial. Karya spesial tersebut merupakan sebuah rilisan ulang dari album mereka yang dirilis pada tahun 2010, berjudul Brothers. Perayaan 10 tahun rilisnya album Brothers jadi alasan bagi The Black Keys untuk merilis serta melakukan proses mastering ulang untuk album tersebut. Rencananya, album keenam dari The Black Keys tersebut akan tersedia sebagai sebuah album deluxe yang hadir dalam berbagai format, di antaranya adalah CD, double LP, serta sebuah bokset piringan hitam berukuran 7 inci.

Album deluxe perayaan 10 tahun Brothers dari The Black Keys ini rilis di Amerika Serikat pada 18 Desember 2020. Sedangkan untuk versi internasionalnya akan bisa didapat mulai tanggal 1 Januari 2021. Dalam perilisan album spesial ini, The Black Keys bekerja sama dengan Nonesuch sebagai sebuah label rekaman yang juga mengurus proses distribusi albumnya nanti.

Untuk mulai mengundang rasa minat para penikmat musiknya, The Black Keys sudah lebih dulu mengunggah video promosi tentang album spesial perayaan 10 tahun Brothers tersebut. Video promosi tersebut dikemas dengan menghadirkan konsep yang cukup menarik dan unik. Dalam video promosi yang dibuat oleh The Black Keys menampilkan adegan tentang seseorang yang mengalami kecelakaan setelah membeli album Brothers pertama kali di tahun 2010. Dirinya mengalami kecelakaan akibat lalai dalam menggunakan telepon genggam untuk mengabarkan kepada temannya mengenai album terbaru The Black Keys pada masa itu. Selanjutnya adegan beralih ke 10 tahun berikutnya, yang menampilkan orang yang mengalami kecelakaan tersebut bangun dari koma dengan meneriakkan kata “brothers”.

Salah satu penggemar The Black Keys yang digambarkan pada video promosi tersebut tidak sadar bahwa selama 10 tahun telah terbaring dalam koma. Pada adegan di dalam rumah sakit tersebut dirinya kaget saat mengetahui bahwa album The Black Keys yang dipegangnya merupakan album bokset terbaru yang merayakan 10 tahun kehadiran album Brothers di jagat permusikan dunia. Sebagai sebuah media promosi, video tersebut juga menjelaskan bahwa di dalam album ulang tahun milik The Black Keys tersebut terdapat tiga buah lagu baru. Ketiga lagu tersebut hadir dengan judul, Keep My Name Outta Your Mouth, Black Mud Part II, dan Chop and Change.

Para penggemar The Black Keys juga akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki sebuah photo book berisi 60 halaman yang menangkap momen-momen perjalanan karier The Black Keys baik yang telah terpublikasi maupun tidak. Sampul album milik The Black Keys tersebut juga dirancang menggunakan tinta dengan karakteristik sensitif saat terpapar dengan tingkat suhu yang berbeda. Hal tersebut menambah nilai unik dan membuat album ini jadi sesuatu hal yang penting untuk dikoleksi. Diluar yang dijelaskan pada video tersebut, The Black Keys juga mempersiapkan sebuah poster edisi terbatas dalam paket pembelian album anniversary Brothers ini.

Perilisan ulang album Brothers merupakan sebuah percobaan pertama bagi The Black Keys dalam memanfaatkan tren reissue yang sudah lebih dulu populer di kalangan musisi lainnya. Kabar mengenai perilisan ulang album Brothers juga jadi pertanda bahwa mereka belum menawarkan kejutan dalam bermusik setelah terakhir merilis album penuh di tahun 2019, berjudul Let’s Rock.

Sejarah singkat tentang The Black Keys, Dan Auerbach dan Patrick Carney merupakan pasangan sahabat sedari kecil yang tumbuh besar bersama di kawasan Akron, Ohio, Amerika Serikat. Kedua anggota The Black Keys ini memang lahir di dalam keluarga dengan latar belakang yang berdekatan dengan musik. Dan Auerbach merupakan sepupu dari Robert Quine, seorang gitaris yang dikenal di skena rock avant-garde di New York. Sedangkan Patrick Carney merupakan keponakan dari Ralph Carney, pemain saxophone yang sempat beberapa kali hadir sebagai kolaborator untuk karya-karya milik Tom Waits. Sebelum resmi membentuk The Black Keys, keduanya sudah sering melakukan aktivitas jamming bersama sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

The Black Keys baru terbentuk atas dasar ketidak sengajaan. Dan Auerbach yang kala itu ingin mencoba peruntungan karier sebagai musisi di tahun 2001, menghubungi Patrick Carney agar dapat meminjam rubanah di dalam rumahnya untuk merekam sebuah demo bersama kelompok musik lainnya. Namun, tidak ada satu orang pun dari kelompok musik yang harusnya membantu rekaman demo Dan Auerbach tersebut datang. Akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu dengan jamming bersama dan merasa dapat melengkapi satu sama lain hingga akhirnya setuju untuk membentuk sebuah duo bernama The Black Keys pada pertengahan tahun 2001.

Hampir 20 tahun berkarya, The Black Keys telah berhasil merilis sembilan buah album penuh selama masa kariernya. The Black Keys baru berhasil mendapatkan kesuksesan setelah berhasil merilis album Brothers pada tahun 2010 silam. Salah satu lagu yang terdapat di dalam album tersebut, Tighten Up, berhasil membawa nama The Black Keys ke puncak tangga lagu versi Alternative Songs selama 10 pekan.

0 COMMENTS