'The Blackest Whiteout', Debut ‘Muram’ yang Mengesankan dari GHO$$

  • By: OGP
  • Rabu, 31 January 2018
  • 3283 Views
  • 5 Likes
  • 1 Shares

Di belantara musik Indonesia kian bermunculan bibit-bibit potensial. Deretan band-band pendatang baru ini turut memeriahkan gegap gempita belantika musik nasional. Musik yang mereka suguhi pun terbilang variatif, segar, dan unik. Tak ayal, regenerasi rock perlahan mulai kembali menunjukkan taringnya seperti sedia kala. Dari masa ke masa, Indonesia seakan tak pernah kehabisan segudang bakat di panggung hiburan tanah air.

Di antara seliweran unit-unit rock pendatang baru, muncul satu nama menjanjikan, mereka adalah GHO$$. Band indie rock muda asal Jakarta ini merupakan juara ajang SuperMusic.ID Rockin’ Battle 2017. Pasca didaulat menjadi jawara, GHO$$ langsung menjalani rekaman langsung di studio musik legendaris Studios 301 di Sydney, Australia, serta menggelar mini gig di beberapa kota di Benua Kanguru.

Kendati masih tergolong hijau, komplotan GHO$$ perlahan mulai jadi buah bibir di antara kalangan penikmat maupun pelaku musik di tanah air. Lewat EP bertajuk The Blackest Whiteout, mereka mampu membuktikan kapasitas bahwa mereka memang layak menyandang predikat sebagai jawara dari ajang SuperMusic.ID Rockin’ Battle 2017. Album mini ini resmi dirilis serentak pada 30 November 2017 lalu.

GHO$$ mengusung genre indie rock dan trip hop (sebuah subgenre elektronik yang berasal dari kancah bawah tanah Bristol, Inggris). Mereka juga memuat elemen jazz, R&B, serta dream pop. Pemilihan genre trip hop sebagai identitas GHO$$ bukan tanpa alasan, Diegoshefa (vokal) Diego Aditya( gitar), Fadhi Perdana(gitar, synth), dan Dito Adhikari (bass) begitu terinspirasi dari eksponen-eksponen yang mengusung genre serupa, sebut saja Portishead dan Massive Attack.

The Blackest Whiteout berisikan repertoar sebanyak empat lagu. Track pertama dibuka dengan apik lewat nomor instrumental berjudul “Benzo”. Di nomor berdurasi 2 menit 41 detik ini mampu menyuguhkan atmosfer yang terkesan dark nan padat. Sekelebat lagu pun terpengaruh akan sisi eksperimental dari pesohor seperti Portishead. Hentakan-hentakan khas downtempo pun cukup terdengar dominan.

Maju ke nomor selanjutnya terdapat track berjudul “//nsn”. Serupa namun tak sama dengan yang pertama, di lagu ini teknik vokal Diegoshefa cukup membius. Ia sesekali menampilkan kepiawainnya dalam melakukan teknik rap di tengah-tengah lagu. Sentuhan R&B pun terdengar kokoh.

Sementara itu, di nomor muram bertajuk “N”, jadi track paling gelap dari repertoar The Blackest Whiteout. Lagu ini mendentum penuh emosional, serta diakhiri dengan derauan raungan gitar tebal yang menambah kesan atmospheric.

Di nomor terakhir, ditutup dengan single andalan GHO$$ berjudul “'Care.le$$”. Lagu berjudul 3 menit 25 detik ini terdengar catchy. Teknik vokal Diegoshefa cukup mengingatkan akan bayang-bayang sosok Lana Del Rey di sepanjang lagu. Di album ini, GHO$$ mampu membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu revivalist kancah trip hop tanah air yang memang kurang bergaung di belantika.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
161 views
superbuzz
145 views
supershow
200 views