Bert McCracken

'The Canyon', Album Pembuktian Kematangan The Used

  • By: YAS
  • Kamis, 29 August 2019
  • 297 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Pada Sabtu, 31 Agustus mendatang, Bert McCracken dan kawan-kawan datang ke Jakarta, tepatnya di panggung Hodgepodge Superfest 2019, dalam rangka mempromosikan album paling baru mereka, The Canyon yang dirilis tahun 2017 lalu.

Vokalis berusia 37 tahun ini memandang album itu sebagai album pembuktian bahwa The Used masih bisa bertahan hingga saat ini sejak 2000-an awal bersama band-band seangkatan seperti Fall Out Boy dan Taking Back Sunday.

Bert, sosok sentral di tubuh The Used mengungkapkan, “Aku tidak berusaha mendapatkan apa pun. Saat itu, aku sering merasa butuh pembebasan, tetapi betapa egoisnya berpikir tentang hal-hal seperti itu. Karena kami telah merilis album, aku semacam melepaskan kendali atas perasaanku sendiri tentang hal itu.”

The Canyon dilepas di bawah bendera Hopeless Records dan berhasil rampung karena Bert terinspirasi dari kasus kematian tragis sahabatnya, Tregen Lewis. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidup setelah cukup lama mengalami ketergantungan obat anti-depresan.

Tregen juga menjadi orang yang memberikan berbagai jenis narkoba kepada Kate, mantan pacar Bert yang meninggal karena overdosis. Bert mengakui masa-masa gelap tersebut cukup sulit untuk dilewatinya.

“Begitu banyak orang mendatangiku dan berbicara kepadaku seperti seorang saudara. Mereka mengatakan, 'Saya kehilangan ayah saya, saya membutuhkan ini,' atau, 'Saya kehilangan salah satu teman terbaik saya, saya membutuhkan ini.'

Aku pikir, inilah ungkapan yang sebenarnya tentang seni dan sudah lebih dari cukup dan sangat berharga,” tambahnya sembari mengomentari dua karibnya yang meninggal karena penyalahgunaan obat.

Saat The Used tengah menggarap The Canyon, mereka mengalami pergantian personil yang cukup krusial. Kala itu, gitaris Quinn Allman harus pergi di tahun 2015, dan perannya digantikan sementara oleh Justin Shekoski (Saosin). Ia kemudian dipermanenkan sebagai personil tetap.

Menurut Bert, album itu diselesaikan di dua studio berbeda, yaitu Studio 606 dan Valentine Recording Studio di California dengan Ross Robinson sebagai produsernya.

“Dan album ini terdengar seperti rekaman live. Bahkan ketika aku mendengarnya, aku kadang berpikir, ‘Kapan kami merekam versi live-nya?’ sesaat kemudian, ‘Oh, sial! Itu album yang kami rekam di studio’ Aku sangat bangga dengan kerja kami,” kenang Bert.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
36 views
supericon
23 views
superbuzz
237 views
superbuzz
191 views
superbuzz
133 views
superbuzz
188 views