The Crew, Supergroup Punk dengan Pesan Kesatuan

The Crew, Supergroup Punk dengan Pesan Kesatuan

  • By:
  • Senin, 21 June 2021
  • 112 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Budaya pembentukan supergroup dalam ranah musik biasanya dikenal datang dari skena musik rock dan pop. Namun ternyata fenomena supergroup tersebut merambah ke skena punk dengan hadirnya The Crew. Supergroup bernama The Crew ini merupakan sebuah inisiasi kelompok musik punk yang dimotori oleh sosok-sosok ikonis maupun legendaris dari skena tersebut. Saat ini, The Crew diisi oleh Tim Armstrong dan Matt Freeman dari Rancid, Fletcher Dragge dan Byron McMackin yang terafiliasi di dalam band bernama Pennywise, serta pemimpin dari Suicidal Tendencies, Mike Muir. 

Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa The Crew terlahir sebagai sebuah supergroup yang diisi oleh anggota-anggota band punk terkenal. Padahal kalau urusan popularitas sendiri band yang mereka gawangi sudah lebih dulu mampu berkomunikasi dengan baik kepada penikmat musik punk di seluruh dunia. Namun, bukan hal itu yang dikejar oleh lahirnya The Crew. Supergroup bernama The Crew ini hadir sebagai sebuah bentuk simbol kesatuan. Mengingat banyaknya fenomena sosial yang menunjukkan kurangnya solidaritas, The Crew tumbuh untuk menjadi jembatan di antara berbagai kalangan masyarakat untuk dapat solid dalam menjaga nilai-nilai luhur hidup bermasyarakat. Realita juga jadi pesan yang ingin jadi landasan dari setiap konsep atau tema penggarapan materi yang dilakukan oleh The Crew.

Ide tentang kelahiran The Crew ini pertama kali datang dari dua anggota Pennywise. Kala itu Fletcher Dragge dan Byron McMackin mengakui bahwa memiliki sebuah lagu demo berjudul One Voice yang belum pernah mereka produksi matang untuk jadi materi lagu Pennywise. Kedua pencetus The Crew tersebut merasa bahwa akan lebih baik jika demo yang terbengkalai tersebut kembali diolah bersama teman-teman musisi di skena punk yang mereka usung bersama. Sesuai dengan judul lagunya, demo yang ditulis oleh kedua anggota Pennywise tersebut mengacu pada kesatuan. Selain itu, kedua pencetus The Crew tersebut juga merasa lagu One Voice akan terdengar lebih kaya dan unik jika disematkan dengan ciri khas atau karakteristik bermusik dari Tim Armstrong, Matt Freeman, serta Mike Muir.

Kedua pencetus The Crew yang berasal dari Pennywise tersebut pun merasa senang dengan hasil akhir yang sesuai ekspektasi mereka. Selain itu, secara pribadi Fletcher Dragge yang menjadi produser untuk lagu One Voice milik The Crew ini juga menyatakan bahwa berkolaborasi bersama Tim Armstrong, Matt Freeman, serta Mike Muir untuk membentuk The Crew merupakan sebuah pengalaman yang mengesankan. Memiliki keselarasan misi, maka membentuk supergroup merupakan salah satu cara yang dinilai baik demi mempersatukan pesan-pesan kesatuan yang sebelumnya dibawa oleh masing-masing anggota di dalam bandnya sendiri. Tidak hanya misi untuk mempersatukan sosok Tim Armstrong, Matt Freeman, dan Mike Muir ke dalam satu wadah, The Crew juga berencana untuk mendonasikan seluruh penghasilan dari single One Voice untuk organisasi bernama Musack. Musack dipilih oleh The Crew sebagai lembaga donasi yang fokus untuk menjaga kesejahteraan hidup dari anak, anak, remaja, hingga orang dewasa yang ingin belajar bermain musik dengan memberikan program serta kursus musik secara cuma-cuma.

Rencananya, single One Voice dari The Crew ini akan dirilis oleh Stay Free Recordings dalam format piringan hitam berukuran 7 inci. Dalam piringan hitam 7 inci tersebut akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian A akan berisi single perdana The Crew berjudul One Voice, sedangkan bagian B akan diisi oleh lagu yang digarap oleh sekelompok musisi cilik yang tergabung di dalam Musack, bernama Rippy and the Sillyettes. Musisi muda yang ikut menyumbangkan lagu dalam proyek musik The Crew tersebut merupakan dua orang remaja perempuan yang berasal dari Navajo. Rippy and the Sillyettes menyumbangkan lagu berjudul One In A Million yang bercerita tentang tragedi pribadi mereka terhadap teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya. 

Untuk rilisan fisiknya sendiri, Tim Armstrong juga berperan sebagai ilustrator untuk mendesain sampul dari piringan hitam pertama The Crew tersebut. Rilisan fisik perdana dari The Crew ini dirilis dalam jumlah terbatas, yaitu hanya 500 keping saja. Bagi yang ingin membeli rilisan fisik perdana dari The Crew ini, supergroup punk ini sudah membuka sesi pemesanan secara online melalui situs Bandcamps dari Stay Free Recordings dan akan secara resmi dirilis pada bulan Juli mendatang. Para pemesan rilisan fisik perdana dari The Crew ini juga bisa memilih lima warna yang tersedia. Ketersediaan variasi warna dalam piringan hitam dari The Crew ini membuat rilisan perdana mereka jadi memorabilia yang cukup menarik untuk dikoleksi. Sedangkan untuk rilisan digitalnya, lagu perdana dari The Crew ini sudah bisa dinikmati oleh para penikmat musik melalui layanan musik streaming yang ada di seluruh dunia. 

Image courtesy of Stefan Brending

0 COMMENTS