The Cure: Rilis CURÆTION-25 di Platform Streaming dan Bahas Album Baru

The Cure: Rilis CURÆTION-25 di Platform Streaming dan Bahas Album Baru

  • By:
  • Rabu, 30 June 2021
  • 70 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

The Cure merilis penampilan mereka bertajuk CURÆTION-25 pada layanan streaming untuk pertama kalinya. Penampilan yang berlangsung di Festival Meltdown, London, untuk merayakan usia 25 tahun dari festival tersebut pada tahun 2018 itu sebelumnya hanya dirilis dalam bentuk DVD.

Penampilan itu menghadirkan The Cure yang memainkan lagu dari masing-masing 13 album studio mereka secara berurutan, mencakup katalog dari tahun 1979 hingga 2018. Kemudian dalam urutan terbalik dari karya terbaru mereka ke karya terlawas mereka.

Ada dua bagian yang disajikan The Cure dalam susunannya, pertama disebut From Here to There yang dibuka dengan karya di awal karier mereka yaitu lagu Three Imaginary Boys. Di bagian From Here to There ini, The Cure membawakan lagu-lagu secara berurutan dari karya terlawas menuju karya terbaru.

Kemudian untuk bagian kedua disebut From Here to There yang dibuka dengan lagu Step Into the Light sebelum kemudian membawakan lagu-lagu terbaru The Cure ke lagu-lagu lawas mereka. Di bagian akhirnya, The Cure menutup semuanya dengan lagu Boys Don't Cry.

Baca juga: Meltdown Festival 2018: Festival Musik Kurasi Robert Smith 'The Cure'

Dikonfirmasi oleh The Cure, pertunjukan CURÆTION-25 tersebut akan ditayangkan di AS di The Coda Collection, sebuah penawaran streaming berlangganan yang menampilkan pilihan eksklusif, kurasi dari film dokumenter musik ikonik, film konser, dan seri episodik melalui Amazon Prime Video Channels.

“Pertunjukan di Meltdown ini sangat mengesankan karena berbagai alasan yang mendasarinya,” kata Robert Smith dari The Cure.

“Format yang kami pilih memberi band kesempatan unik untuk menerangi dan merayakan perjalanan musik kaleidoskopik yang kita semua jalani, di tempat yang sangat istimewa di tahun yang sangat istimewa," jelasnya.

Menggambarkan pertunjukan The Cure di Meltdown Festival saat itu dan bagaimana terbukti berbeda dengan pertunjukan besar 2018 mereka yang menandai 40 tahun The Cure 9konser di Hyde Park), Robert Smith menjelaskan perbedaaan tersebut kepada NME.

“Bagi saya, itu ada bahkan melalui beberapa lagu yang biasanya tidak Anda sukai bersama. Itu adalah sebuah konsep, itulah sebabnya saya menyebutnya 'CUREATION 25' bukan The Cure. Saya berpikir, 'Ayo, ini mungkin satu-satunya hal konseptual yang pernah saya lakukan dalam hidup saya."

"Penampilan saat itu lebih bagus dan sangat berbeda dengan penampilan di Hyde Park, tetapi juga jauh lebih sulit. Lucunya, saya juga jauh lebih khawatir tentang hal itu. Penonton yang akrab sama menakutkannya dengan audiens yang besar, hanya untuk alasan yang berbeda. Anda dapat mendengar orang individu di antara lagu dan Anda memiliki faktor heckling, yang tidak benar-benar Anda dapatkan dengan 65.000 penonton," ujarnya.

Di luar proyek musik dengan The Cure, Robert Smith baru-baru ini berkolaborasi dengan unit pop asal Skotlandia, Chvrches, dalam single berjudul How Not To Drown. Bagi sang frontman Chvrches Martin Doherty, kolaborasi dengan Robert Smith menjadi hal yang sangat emosional dalam perjalanan karier bermusiknya.

"Saya tidak akan berada di dalam sebuah band dan bermain musik jika bukan karena album The Cure, Disintegration and Pornography," kata Martin soal album The Cure yang paling berpengaruh di era goth-rock 80-an.

"Jadi, ketika Robert merespons ajakan kami dan mengatakan bahwa dia tertarik untuk berkolaborasi, kami tidak menyangka bahwa ini akan membuahkan sebuah hasil. Setelah beberapa saat kami mendapatkan demi dengan suara Robert, ini menjadi segala sesuatu yang kami harapkan bisa terjadi lebih banyak lagi," ujarnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by The Cure (@thecure)

Selain kolaborasi itu, Robert Smith juga membahas soal album noise yang selama ini ingin dia keluarkan. Mr. Smith menjelaskan bahwa The Cure taka akan merilis sebuah album yang berisikan kebisingan atau lagu noise selama satu jam, terlebih The Cure juga sudah tak mengeluarkan album baru lebih dari satu dekade.

"Saya selalu ingin untuk mengeksplorasi dan asik dengan kebisingan selama satu jam penuh. Dan ketika kita membicarakan The Cure, nggak mungkin kita membiarkan semua orang menunggu selama 10 tahun hanya untuk mendengarkan album noise yang penuh dengan keberisikan. Saya hanya ingin bersenang-senang di sini," tuturnya kepada Zane Lowe di Apple Music 1.

Di wawancara lain bersama NME, Smith juga mengonfirmasi bahwa The Cure akan merilis dua album baru. Sang vokalis ini menegaskan kembali bahwa satu dari dua album The Cure mendatang akan hadir dengan nuansa yang jauh lebih gelap. Smith juga memberi tahu Lowe kalo kabar berkenaan dengan rilisan baru The Cure ini bakal segera diumumkan dalam waktu dekat.

“Mungkin dalam waktu sekitar enam minggu aku baru bisa mengatakan kapan semuanya akan keluar dan apa yang kami lakukan tahun depan. Kami sedang mengerjakan dua album yang salah satunya sangatlah suram dan doomy, sementara satu lagi justru sebaliknya," ujarnya.

“Dan keduanya hampir selesai. Kami cuma tinggal memutuskan siapa yang akan nge-mixing album ini. Hanya itu yang tersisa untuk dilakukan," jelasnya.

 

Image source: Shutterstock

0 COMMENTS