“The Emo Song” Ungkap Sisi Lain Rapper Ramengvrl

“The Emo Song” Ungkap Sisi Lain Rapper Ramengvrl

  • By:
  • Jumat, 4 December 2020
  • 687 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Rapper Ramengvrl merilis single terbarunya yang berjudul “The Emo Song”. Ini merupakan single ketiga dari Album debut Ramengvrl yang bertajuk “Can’t Speak English”. Sebelumnya Ramengvrl telah merilis dua single yang berjudul “Vaselina” dan “Look At Me Now”.

Ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan oleh penyanyi berusia 28 tahun tersebut. Ramengvrl seperti ingin menyampaikan sisi lain dalam dirinya yang selama ini tak pernah diungkapkan. “The Emo Song” adalah Cara Ramengvrl mengungkapkan perasaan dan pikirannya saat berada di titik terendah dan merasa kecewa atau frustasi kepada dirinya sendiri. Hal itu yang ia jadikan pijakan dalam menulis lirik.

“Orang-orang melihat saya sebagai rapper yang selalu percaya diri dan sangat vokal. Padahal, di balik semua itu saya juga melalui banyak hal. Terkadang saya juga memiliki rasa insecure,” kata Ramengvrl.

Dengan lagu ini, dirinya juga berharap para penggemarnya juga dapat menerima pesan yang ingin ia sampaikan bahwa it’s okay not to be okay, bahwa kita tidak bisa menjadi selalu bergembira di sepanjang waktu.

Tidak hanya soal lirik dan pesan yang ingin disampaikan, dalam single kali ini Ramengvrl juga menampilkan gaya musik yang cukup berbeda untuk memperkuat message dari “The Emo Song”. Hal itu bisa dilihat dari opening “The Emo Song” yang dibuka dengan dominasi petikan gitar dan diikuti oleh musik naratif.

Pada video klip “The Emo Song” yang juga sudah dirilis di YouTube, Ramengvrl membukanya dengan pesan yang tentu saja berbahasa Inggris dengan arti kurang lebih, “Orang-orang mungkin terlihat baik-baik saja. Tapi kita tidak benar-benar tahu apa yang mereka alami. Setiap orang memiliki ketakutan dan kesulitannya sendiri”.

Selanjutnya--masih dalam video klip “The Emo Song”--penyanyi yang memiliki nama asli Putri Estiani ini menyampaikan pesan kepada khalayak bahwa kesulitan tidak untuk dihadapi sendirian. “Saya menulis lagu ini di salah satu titik terendah saya. Saya merasa sendirian, dikhianati, dan mimpi saya seperti menghilang. Dengan video ini, saya ingin menunjukkan kepada kalian bahwa apa pun yang Anda alami saat ini, Anda tidak sendirian”.

Untuk “The Emo Song” Ramengvrl tidak sendirian, ia menggandeng produser sekaligus DJ asal Indonesia, DJ Sihk yang pernah berkolaborasi dengan Rapper Rich Brian. 

Who is Ramengvrl?

Melalui karya-karyanya, dara kelahiran Jakarta, 20 April 1992 ini memang dikenal sebagai musisi yang concern pada isu mental dan identitas diri. Ramengvrl berbeda dari rapper kebanyakan yang umumnya bersuara mengenai ketimpangan ataupun isu sosial dalam masyarakat. Ramengvrl banyak mengangkat tema-tema untuk memotivasi orang--terutama perempuan--agar lebih percaya diri dan mencintai dirinya sendiri. Be yourself

Hal itu bisa dilihat dari lagu-lagu yang sebelumnya pernah ia tulis. Apa yang menjadi rasa kepedulian Ramengvrl dalam menulis sebuah lagu juga tidak lepas dari pengalamannya terdahulu. Ramengvrl mengakui dulu dirinya sempat mengalami depresi. Atas dasar pengalamannya itulah, Ramengvrl mencoba menulis lagu dengan muatan isu mental health dan identitas diri. 

Dalam sebuah kesempatan, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini menilai bahwa musik atau menjadi rapper adalah medium bagi dirinya bercerita. Menurut Ramengvrl, musik rap memiliki banyak bait sehingga memiliki banyak kesempatan untuk bercerita secara detail.

Berkat kepiawaiannya dalam menulis lagu dan bermusik, Ramengvrl terus berkembang menjadi nama yang diperhitungkan di skena hip-hop tidak hanya di Indonesia tapi juga Asia Tenggara. Pelantun “I’m Da Man” ini sudah wara-wiri di festival musik besar tanah air seperti Synchronize Fest dan We The Fest. Enggak cuma itu, Ramengvrl juga berhasil menggondol Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018 di kategori ‘Karya Produksi Rap/Hip-Hop Terbaik’ dan ‘Karya Produksi Kolaborasi Terbaik’ lewat tembang ‘Decide’ bersama Dipha Barus dan A. Nayaka dan Matter Mos.

Karier Ramengvrl diawali dari projeknya bersama Underground Bizniz Club (UBC), sebuah kolektif hip-hop di Jakarta pada tahun 2016. Sebelum terjun di dunia musik, Ramengvrl merupakan pekerja kantoran di beberapa tempat mulai dari e-commerce hingga media. Dari sanalah seorang Putri Estiani kemudian bertransformasi menjadi penyanyi rap dengan nama panggung Ramengvrl. Ia merilis single “I’m Da Man” yang mendapat sambutan positif dari pecinta hip-hop tanah air. Ramengvrl kemudian menjelma menjadi salah satu rapper perempuan top Indonesia. Ia kemudian bergabung dengan Juni Records, label yang menaungi nama-nama seperti Kunto Aji, Raisa, dan Barasuara. 

Rilis Album Perdana

Kini setelah merilis 10 single sejak 2016, Ramengvrl akhirnya merilis album debutnya “Can’t Speak English” di November 2020. Tiga single utama telah dilepas yakni “Vaseline”, “Look At Me Now”, dan tentu saja “The Emo Song,”. Album yang rilis pada 20 November 2020 itu berada di naungan Juni Records dan label asal Amerika Serikat Empire. Sebuah label yang juga pernah merilis karya dari nama-nama besar seperti Iggy Azalea, Snoop Dogg, XXXTENTACION, dan masih banyak lagi. 

Ramengvrl mengungkapkan, secara garis besar “Can’t Speak English” memiliki pesan untuk mengajak para pendengarnya agar menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu takut akan suatu hal.

“Jangan sampai tekanan sosial ataupun keraguan mu sendiri menghalangi kalian untuk mencapai mimpi-mimpi yang kalian cita-citakan,” tutur Ramengvrl mengenai album perdananya.

0 COMMENTS