The Fever 333 Siap Membawa Musik Rock Kembali Berbahaya

  • By: GP
  • Minggu, 1 April 2018
  • 3067 Views
  • 1 Likes
  • 3 Shares

Kancah musik cadas kembali kedatangan aksi berbahaya terbaru. Mereka adalah The Fever 333. Walaupun band baru, mereka yang menghuni The Fever 333 adalah nama-nama lama. Band ini beranggotakan vokalis Jason Aalon Butler (eks letlive.), drummer Aric Improta (Night Verses), dan gitaris Stephen Harrison (eks The Chariot).

The Fever 333 dibentuk setelah band post-hardcore letlive. pimpinan Butler bubar pada April 2017. Ia lalu memutuskan untuk membentuk band dengan hibrida genre punk rock/hardcore/rap dan mengajak kedua personel lain. Tak butuh lama untuk klop, The Fever 333 langsung meluncurkan lagu debutnya berjudul “We’re Coming In” dengan lirik bermuatan politis.

The Fever 333 memang mengusung tema sosial-politik yang cukup keras, dengan musik ‘meledak-ledak’ ala Rage Against The Machine dan Refused dan aksi panggung brutal. Mereka menyebutkan bahwa fokus The Fever 333 adalah “Komunitas terpinggirkan, sosialitas, dan perubahan.”

“Pergerakan (kami) itu lebih besar dari musiknya. Unsur seninya hanya sebuah kepingan dari sebuah kesatuan. Kami ingin memastikan bahwa kami juga terlibat dalam aktivisme dan aktivasi yang sesungguhnya. Kami sama sekali tidak mengharapkan seniman lain untuk melakukan tugas ini,” ucap The Fever 333, dikutip dari Metal Hammer.    

Belum lama ini mereka juga telah merilis EP perdana bertajuk Made In America. Album mini berisi tujuh lagu itu dirilis via label rekaman Roadrunner Records. Made In America pun mencuri perhatian. Kini The Fever 333 disibukkan oleh tur dan siap menyebar api perlawanan.

“Ini semua adalah tentang mengusung kembali kesadaran penuh atas sosial-politik. Kami mencoba menciptakan soundtrack sebuah revolusi yang kami rasa akan terjadi,” tegas mereka.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
272 views
superbuzz
348 views
superbuzz
359 views