THE JADUGAR: Arsipkan Karya Videoklip Lewat Crowdfunding

  • By: GP
  • Kamis, 26 January 2017
  • 3344 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bagi generasi ‘anak nongkrong’ MTV Indonesia medio 2000-an, tentunya tak asing dengan nama The Jadugar, atau setidaknya karya mereka. The Jadugar adalah kolektif sutradara yang beranggotakan Henry Foundation dan Anggun Priambodo. Karya-karya mereka berupa videoklip kerap menghiasi layar kaca MTV ketika masih mengudara di Indonesia.

Sejumlah videoklip dari Naif, The Brandals, C’mon Lennon, Boys Are Toys, hingga Slank, Peterpan dan Ipang merupakah buah karya dari The Jadugar. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut juga dikenal sebagai musisi: Henry Foundation merupakan vokalis trio elektronik Goodnight Electric, sedangkan Anggun Priambodo adalah vokalis grup pop unik Bandempo.

Setelah The Jadugar tidak produktif lagi, Henry Foundation dan Anggun Priambodo akhirnya memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri. Anggun masih aktif mengerjakan videoklip dari berbagai musisi dan juga menyutradarai film seperti Rocket Rain.       

Kini The Jadugar berencana melakukan pengarsipan deretan karya mereka dalam wujud buku. Nantinya buku tersebut akan menampilkan catatan dibalik setiap video, sketsa kasar, storyboard, beberapa materi unreleased hingga properti dari video yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Kemudian akan dirangkai dengan tambahan cerita menarik yang dikumpulkan dari pihak-pihak yang pernah bekerjasama dengan The Jadugar.

Nama pihak-pihak yang pernah terlibat kerjasama dengan The Jadugar itu diantaranya Arian Tigabelas (Seringai), Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Ariel (NOAH), Kaka (Slank), hingga Indrawati Widjaja alias Bu Acin (Musica) serta kru-kru yang pernah terlibat.

Uniknya, proyek ini dijalankan dengan konsep crowdfunding alias penggalangan dana dari mereka yang ingin urun dana untuk membantu jalannya proyek pengarsipan ini. Crowdfunding ini dijalankan lewat situs Wujudkan. Dana yang ditargetkan sendiri sebesar Rp 30 juta. Hingga berita ini ditulis, dana yang telah terkumpul berjumlah Rp 2,1 juta dan masih berlangsung hingga 64 hari lagi.

“Dari pemikiran ini, kami merencanakan untuk membuat buku tentang The Jadugar. Tak hanya untuk menampilkan representasi musik dan karya video era awal 2000-an, tetapi juga untuk meneruskan semangat DIY dan mendorong inisiatif untuk berkarya serta menceritakan perspektif kreatif dibalik karya Anggun dan Betmen yang selalu eksentrik, unik, tapi selalu berhasil untuk menampilkan visualisasi yang akurat tentang musik yang dikerjakan,” seperti yang tertulis di laman proyek buku The Jadugar di situs Wujudkan.

Kamu bisa ikut berpartisipasi di sini.

Foto The Jadugar: instagram.com/henryfoundation 

1 COMMENTS
  • rikysubagza31

    Melakukan deretan karya dalam buku, apa lagi di dalam buku itu ada catatan dalam setiap video yang belum di tampilkan sebelumnya, itu baru rencana aja udah wah keren, semangat untuk berkarya di jona musik