THE ROCK GOES ON: Deretan Band Cadas Berpersonelkan Anggota Non-Orisinal

  • By: OGP
  • Kamis, 13 April 2017
  • 4650 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sebuah band seumpama pilar: tanpa konstruksi yang kokoh, mustahil dapat berdiri dengan tegak sendirinya. Begitu pun halnya dengan anatomi pada kelompok musik. Grup band yang mumpuni tentu bakal dihiasi oleh jajaran maestro instrumentalis yang piawai dalam memainkan ‘senjata’ andalannya. Para personel band itu seolah mampu memposisikan diri mereka sebagai ujung tombak sekaligus magnet bagi penggemar setianya.

Namun kerap kali sebuah formasi band tak utuh selamanya. Bongkar pasang personel jadi hal yang tak aneh. Terkadang sebuah band dapat meraih sukses dengan formasi anyar, tapi tak sedikit juga yang malah menjadi bumerang,

Dalam kenyataannya, tak banyak band yang mampu eksis berjuang dalam mempertahankan formasi mereka. Adu argumen dan ketidakcocokan visi, yang akhirnya berbuntut panjang pada perselisihan, jadi pemicu perpecahan yang klise mengapa sebuah band tak lagi harmonis.

Band besar yang mampu mempertahankan line up orisinal selama beberapa dekade memang tidaklah banyak, dapat dihitung dengan jari, salah satunya adalah band kebanggaan publik Irlandia, U2. Tapi ada pula segelintir band yang ironisnya tak lagi menyisakan seorang pun personel asli mereka.

Formasi band ‘kw’ itu tak pelak membuat sang penggemar jadi memperkarakan band kesayangan mereka, dengan membanding-bandingkan manakah formasi terbaik. Lama atau baru?

Untuk itu, SuperMusic.ID merangkum deretan band cadas yang tak lagi beranggotakan personel asli. Di antara daftar pilihan berikut, adakah band yang sudah tak memiliki anggota asli tapi masih jadi favorit kamu?

1. Sepultura

Mayoritas penggemar kancah metal tentu setuju jika era terbaik Sepultura adalah saat digawangi oleh Cavalera bersaudara. Lewat usaha kerasnya, kakak-beradik Max dan Igor mampu menaikkan pamor musik cadas dari dataran Brazil ke seantero dunia. Padahal sebelumnya gaung musik rock di Benua Amerika Selatan tak begitu dilirik awam. Namun seketika Sepultura mampu mengubah persepsi tersebut. Amerika Latin tak lagi dianggap menyajikan tarian samba dan semacamnya, tapi juga raungan musik heavy metal yang agresif.

Namun benar adanya. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang mengembusnya. Prahara mulai terjadi di kubu Sepultura, ketika sang frontman Max Cavalera menyatakan hengkang dari Sepultura di tahun 1996, kemudian sang adik Igor mengikuti jejaknya satu dekade kemudian.

Sebelumnya para personel formasi asli seperti Jairo Guedes, Cassio, hingga Wagner Lamounier telah lebih dulu meninggalkan band di awal karier Sepultura. Hingga kini, Sepultura dimotori oleh Paulo Jr., Andreas Kisser, Derrick Green, dan Eloy Casagrande. Dua nama pertama adalah anggota ‘tertua’ Sepultura. Walaupun sebagian besar para penggemar setia Sepultura tetap menganggap era Cavalera adalah yang terbaik.

2. Napalm Death

Di area grindcore dunia, nama Napalm Death selalu ditasbihkan sebagai salah satu yang terbaik di antara jajaran band yang aktif di kancah tersebut. Band asal negeri Britania Raya itu awalnya didirikan oleh Nic Bullen dan Miles Ratledge sedari remaja pada 1981. Tak lama Justin Broadrick dan Mick Harris pun turut bergabung di Napalm Death. Setelahnya Broadrick dan Harris saling bahu membahu menaikkan nama Napalm Death di belantika musik ekstrem.

Namun bongkar-pasang personel menyelimuti kubu di dalam Napalm Death. Sang gitaris Justin Broadrick memilih untuk fokus pada proyek ambisiusnya yakni Godflesh. Sedangkan Mick Harris sempat mendirikan band cadas lainnya bersama Nic Bullen di unit elektronik eksperimental Scorn.

Kini Napalm Death beranggotakan personil ‘tak asli’ seperti Shane Embury, Mark “Barney Greenway, Mitch Harris, dan Danny Herrera—walaupun mereka telah bersama sejak 1992. Hingga saat ini Napalm Death masih produktif menelurkan karya. Terakhir mereka merilis Apex Predator – Easy Meat (2015).

3. GWAR

Di balik kostum dan topeng yang mencolok dan teatrikal, siapa sangka unit heavy metal eksentrik semacam GWAR kerap kali gonta-ganti personel selama berkarier rentang waktu lebih dari tiga dekade sejak 1984. Terhitung sekitar belasan personel telah keluar-masuk mengisi pos jabatan di dalam anatomi band asal Virginia, Amerika Serikat tersebut.

Puncaknya ketika sang vokalis sekaligus pendiri GWAR, Dave Brockie yang dikenal luas lewat moniker Oderus Urungus meninggal dunia pada tahun 2014 lalu. GWAR pun akhirnya melanjutkan karier musik tanpa personel asli. Walaupun anggota veteran lainnya seperti Don Drakulich telah bersama Gwar semenjak tahun 1985 silam. Posisi vokal yang sebelumnya ditukangi oleh Brockie kemudian diambil alih oleh Michael Bishop alias Blothar.

4. Quiet Riot

Unit-unit cadas seperti Sepultura dan Napalm Death ternyata tak sendirian mengarungi karier bersama formasi teranyar. Veteran heavy metal asal California, Quiet Riot, pun memiliki permasalahan serius pada sektor anatomi band. Selama berkarier lebih dari empat dekade, band yang dikenal lewat hit remake “Cum On Feel the Noize” itu seringkali bongkar-pasang personel.

Dibentuk pertama kali oleh Randy Rhoads pada tahun 1973 silam, Quiet Riot baru mengecap kejayaan di awal tahun 80-an. Rhoads bersama Kevin DuBrow, Carlos Cavazo, dan Rudy Sarzo sukses mengantar bandnya berada di puncak karier tertinggi.

Namun selang berjalannya waktu dan masa peralihan personel baru, DuBrow sempat mengadakan reuni band yang telah membesarkan namanya tersebut di tahun 2004, hingga ia pun meninggal dunia tiga tahun setelahnya di tahun 2007. Kini formasi Quiet Riot dipawangi oleh anggota band tertua, Frankie Banali yang telah aktif dari tahun 1982 bersama wajah-wajah baru seperti James Durbin, Alex Grossi, dan Chuck Wright.

5. Thin Lizzy

Brian Downey dan Phil Lynott berteman sedari kecil. Keduanya pun membentuk sebuah unit hard rock bernama Thin Lizzy bersama dua eks anggota band Van Morrison di tahun 1969 silam, yang mana kelak akan melegenda di jagat rock dunia. Gitaris Brian Robertson dan Scott Gorham ikut bergabung di tahun 1975 kala Thin Lizzy meraih kesuksesan masif di era 70an. Namun posisi Robertson kemudian digantikan oleh Gary Moore.

Sang frontman asli Phil Lynott ditemukan tewas akibat gagal jantung yang dideritanya di tahun 1986. Pasca peralihan formasi band dan sempat mengalami masa vakum, akhirnya Thin Lizzy diambil alih kepemimpinannya oleh Scott Gorham. Bersama kolega Darren Wharton, kini Thin Lizzy masih aktif sebagai veteran rock. Tahun lalu, mereka sukses merekrut eks bassis Aerosmith Tom Hamilton dan mantan drummer Judas Priest Scott Travis.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1015 views
superbuzz
1827 views
superbuzz
3023 views
superbuzz
2189 views

5 Reuni Band Rock Terlaris