The Rolling Stones

The Rolling Stones sedang Persiapkan Biopik yang Mengungkap Rahasia Karier Mereka

  • By:
  • Minggu, 3 January 2021
  • 217 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Nama besar yang dimiliki oleh The Rolling Stones tentu tidak dapat dipungkiri mampu menarik perhatian banyak pasang mata. Hal tersebut juga yang jadi salah satu alasan tentang rencana hadirnya sebuah serial televisi biopik yang akan mengangkat cerita tentang The Rolling Stones. Tren biopik, baik dalam format serial televisi ataupun film memang bukan jadi hal asing lagi untuk dilakukan. Terbukti berkat tayangnya Bohemian Rhapsody di tahun 2018, beberapa rumah produksi serta para musisi mulai mencoba peruntungan mereka dalam menggarap biopik untuk memanjakan rasa penasaran serta antusiasme para penggemarnya.

Rencananya, serial televisi biopik tentang The Rolling Stones ini akan digarap dan ditayangkan oleh stasiun televisi FX. Dalam hal ini, stasiun televisi tersebut mengikut sertakan penulis buku About A Boy dan High Fidelity, Nick Hornby sebagai penulis cerita. Selain itu, proyek biopik tentang The Rolling Stones ini juga akan diawasi oleh beberapa produser yang juga ikut serta dalam penggarapan serial The Crown.

Pada bulan Desember lalu, CEO dari stasiun televisi FX menyatakan bahwa biopik mengenai The Rolling Stones ini masih berada di dalam tahapan pengembangan untuk penulisan cerita dan mencari orang-orang terbaik untuk melengkapi produksinya. Rencananya, serial biopik ini akan fokus menceritakan tentang masa awal pembentukan hingga karier The Rolling Stones muda dengan latar kejadian di tahun 1960-an hingga 1970-an.

Sebagaimana yang telah diketahui, The Rolling Stones merupakan sebuah band rock asal Inggris yang terbentuk di tahun 1962. Tidak jarang keberadaan The Rolling Stones dianggap sebagai antitesis dari The Beatles yang kebetulan sama-sama meledak di waktu yang bersamaan. Pada awal terbentuknya, The Rolling Stones memiliki enam orang anggota, mereka adalah Brian Jones (guitar, harmonika, keyboard), Mick Jagger (vokal, harmonika), Keith Richards (gitar, vokal), Bill Wyman (bass), Charlie Watts (drum), dan Ian Stewart (piano). Meskipun begitu, Ian Stewart akhirnya dicoret dari nama line up anggota tetap The Rolling Stones di tahun 1963, meskipun begitu dirinya tetap ikut berkolaborasi di dalam band tersebut hingga akhir hidupnya di tahun 1985.

Di tahun 1969, Brian Jones, salah satu pendiri The Rolling Stones memutuskan untuk hengkang dari grup musik tersebut dan satu bulan setelah pengunduran dirinya, sang gitaris ditemukan tewas. Posisi yang ditinggalkan Brian Jones di dalam tubuh The Rolling Stones tersebut sempat diisi oleh Mick Taylor hingga tahun 1974, sebelum akhirnya digantikan oleh Ronnie Wood yang hingga hari ini masih aktif bersama The Rolling Stones. Bill Wyman juga akhirnya memutuskan untuk pergi dari The Rolling Stones di tahun 1993 dan posisinya digantikan oleh Darryl Jones yang hingga saat ini belum mendapatkan status sebagai anggota tetap di dalam tubuh The Rolling Stones.

The Rolling Stones merupakan salah satu band dengan perkembangan karier yang cukup pesat. Sejak tahun 1962 aktif bermain musik di Marquee Club, London, mereka mulai memberanikan diri untuk melangsungkan tur yang meliputi seluruh kawasan di Inggris Raya. The Rolling Stones menyebut tur tersebut sebagai “training grounds” karena tur merupakan hal yang baru mereka lakukan sebagai kolektif musisi.

Perkembangan karier yang dialami oleh The Rolling Stones juga salah satunya hadir berkat masuknya Andrew Loog Oldham sebagai manajer mereka. Andrew merupakan bekas manajer The Beatles sebelum akhirnya digantikan oleh Brian Epstein. Awalnya Andrew menginginkan agar The Rolling Stones tampil dengan gaya pakaian rapi seperti The Beatles, namun hal tersebut dirinya urungkan dan mengubah penampilan The Rolling Stones yang dikenal urakan sebagai antitesis dari The Beatles kala itu. Namun citra urakan tersebut kini telah tergantikan dengan penampilan The Rolling Stones yang identik dengan kata glamor hingga hari ini.

Kabar menarik lainnya yang datang dari The Rolling Stones adalah hadirnya sebuah toko daring sebagai sebuah kanal untuk mengembangkan bisnis flagship store dari band tersebut. Toko online dari The Rolling Stones ini didesain dengan fitur dan teknologi 360 derajat virtual shopping. Fitur dan teknologi tersebut disematkan sebagai upaya dalam meningkatkan pengalaman berbelanja secara imersif untuk para penggemarnya yang ingin berburu merchandise resmi dari The Rolling Stones.

Toko online yang dibangun oleh The Rolling Stones ini berperan sebagai sarana tambahan untuk meningkatkan penjualan flagship store mereka yang baru saja dibuka di Inggris pada bulan Oktober lalu, bernama RS No. 9 Carnaby. Teknologi virtual shopping 360 derajat yang disematkan pada toko daring milik The Rolling Stones tersebut menawarkan tampilan yang sama persis dengan layout dari interior flagship store-nya yang ada di Inggris. Jadi para penggemarnya yang tersebar di seluruh dunia mampu merasakan atmosfer yang dibangun meskipun hanya dari layar monitor saja.


Sesuai dengan namanya, RS No. 9 Carnaby, flagship store milik The Rolling Stone tersebut terletak di jalan Carnaby no, 9 di London. Toko tersebut menjual berbagai macam merchandise dan memorabilia resmi dari The Rolling Stones. Tidak hanya itu, toko tersebut juga menawarkan beberapa produk yang diproduksi atas dasar kolaborasi antara fans dan The Rolling Stones. Setiap barang yang dijual di toko milik The Rolling Stones tersebut tersedia untuk berbagai kalangan penggemarnya, mulai yang dewasa hingga anak-anak. Selain itu, The Rolling Stones juga memiliki tempat khusus agar para penggemarnya bisa membuat kustomisasi merchandise The Rolling Stones dalam bentuk kaus sesuai dengan keinginan mereka.

0 COMMENTS